rosaliamei

Conservation Damar Mata Kucing (Shorea javanica)

Posted: November 29th 2016

Hallo teman – teman, pernahkah melihat pohon ini? Apakah di daerah kalian masih terdapat pohon ini?

Gambar 1. Pohon Damar

Gambar 1. Pohon Damar

Nah benar pohon ini adalah pohon Damar. Damar termasuk dalam kelompok tanaman Gymnospermae. Ini adalah salah satu tanaman asli Indonesia. tanaman ini menghasilkan getah khusus yang sering disebut dengan nama damar. Karakter pohon damar memiliki batang pohon dengan ukuran bisa mencapai lebih dari 50 meter. Ukuran diamates pohon damar bisa mencapai lebih dari 1 meter. Damar mata kucing (Shorea javanica) merupakan spesies penghasil resin, dikenal sebagai getah damar, yang bernilai tinggi sebagai bahan baku industri cat, tinta, dan bahan campuran minuman. Bahkan getah damar juga dimanfatkan sebagai anti rayap, anti jamur (Sari 2002). Oleh karena itu International Union for Conservation of Nature (IUCN) memasukan dalam spesies Vulnerable (Rentan).
damar-mata-kucing

Gambar 3. Getah damar

Manfaat utama damar adalah diambil getahnya untuk dioleh menjadi kopal (manila copal). Getah damar keluar dari kuli atau kayu damar yang lukai. Getah yang keluar akan membeku dan mengeras setelah beberap hari. Getah damar yang mengeras nilah yang kemudian dinamai kopal. Kopal ini mengandung asam-asam resinol, resin, dan minyak atsiri. Kopal merupakan bahan dasar bagi cairan pelapis kertas supaya tinta tidak menyebar. Selain itu kopal dimanfaatkan untuk campuran lak dan vernis, perekat pada penambal gigi, dan perekat plester. Pohon damar juga bisa dijadikan pohon penghijauan dan peneduh. Kayu damar, meskipun kurang kuat dan awet, kerap diperdagangkan sebagai bahan bangunan dengan nama ‘kayu agatis’.

 

Masalah yang menjadi penyebab penurunan  keanekaragaman jenis dan sumber daya genetik damar mata kucing adalah

  1. Penebangan pohon damar, serangan hama dan penyakit, dan konversi damar menjadi kebun kelapa sawit. Masalah-masalah tersebut dapat berdampak langsung pada berkurangnya tingkat biodiversitas jenis dan ketersediaan sumber daya genetik damar mata kucing. Meski masyarakat mengetahui adanya larangan menebang pohon damar, tetapi penebangan tetap dilakukan karena terdesak kebutuhan ekonomi.
  2. Kerusakan yang dapat dijumpai pada pohon damar. Serangan jamur Ganoderma juga sering ditemukan pada pohon damar. Akibat terserang jamur ini banyak pohon damar yang ditebang. Di sisi lain, terkait konversi repong damar menjadi kebun kelapa sawit.
  3. Posisi tawar petani yang rendah dan belum ada langkah terpadu untuk menstabilkan harga getah damar.
  4. Penguasaan teknologi pada petani sangat minim. Minimnya lembaga ekonomi pada tingkatan masyarakat petani.

Rencana aksi untuk konservasi damar yang akan saya lakukan ke depan adalah

  1. Memberikan informasi penting akan kegunaan dan keberadaan damar yang semakin sedikit pada masyarakat sekitar. Meningkatkan partisipasi kepada masyarakat sekitar agar peduli dengan pohon damar dengan cara tidak memperbolehkan untuk menebang liar dan menjadikan lahan kebun kelapa sawit.
  2. Mengadakan penanaman, budidaya, teknik kultur jaringan untuk tanaman damar agar diperoleh varietas yang unggul yang terbaik sehingga akan menghasilkan getah damar yang lebih baik.
  3. Mengajak para pebisnis, pemerintah, akademisi dan masyarakat untuk pemecahan masalah hama, peningkatan kualitas getah dan sektor ekonomi sosial, sehingga harga getah damar dapat bersaing dengan kelapa sawit dan nilai rupiah dari getah damar dapat naik dan di ekspor sampai ke luar negri.
  4. Meningkatkan penguasaan teknologi pascapanen para petani sehingga dapat meningkatkan nilai tambah getah damar dan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam perencanaan pembangunan damar sehingga prioritas penanganan masalah dapat diakomodasi dalam program pemerintah.

Harapan dengan adanya upaya konservasi ini adalah agar Kepala Balai Taman Nasional dapat mengeluarkan izin pemanfaatan di zona tradisional sebatas pada sumberdaya tertentu yang dilakukan masyarakat dalam batas-batas yang masih dapat ditoleransi yaitu tidak merubah fungsi dan kelestarian kawasan. Ketersediaan dana untuk mendukung kegiatan kegiatan pendampingan atau penyuluhan atau pengembangan potensi lainnya merupakan salah satu kebijakan yang harus ada dalam rencana pengelolaan di zona tradisional. Pengadaan bibit untuk masyarakat yang memiliki repong sangatlah diharapkan oleh petani dikarenakan jenis pohon damar yang sulit dalam reproduksi dan berbunga menyulitkan petani untuk mendapatkan bibit damar yang baik atau berkualitas. Pengembangan potensi lain di luar tanaman hutan juga sangat diperlukan untuk menambah pendapatan masyarakat selain dari hasil hutan. Hal tersebut diharapkan dapat mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap hutan, khususnya dalam memenuhi kebutuhan hidup. Untuk menjamin kelestarian dan keberlangsungan pohon damar dan pemanfaatan getah damar oleh masyarakat perlu diadakan monitoring dan evaluasi berdasarkan kebijakan terhadap peraturan yang berlaku. Berdasarkan potensi sumberdaya yang dimiliki, tata guna lahan menyangkut keberadaan luasan zona tradisional, berkaitan terhadap kegiatan perlindungan terhadap keanekaragam tumbuhan langka, satwa liar dan pemanfaatan oleh masyarakat setempat.enanam varietas unggul pohon damar.

Rencana aksi ini akan saya lakukan setelah lulus S1, semoga bisa mejadi pejabat daerah Lampung dan bekerja sama dengan Taman Nasional Bukit Barisan. HEHE 🙂

Refrensi:

Hadiyan, Y. 2015. Pentingnya integrated approach dalam konservasi keragaman jenis dan sumberdaya genetik damar mata kucing di Kabupaten PesisirBarat, Lampung. Jurnal Pros Sem Nas Masy Biodiv Indon 1 (4):702 – 706.

Sari, R.K. 2002. Isolasi dan identifikasi komponen bioaktif dari damar mata kucing (Shorea javanica K.et.V). [Disertasi]. Pascasarjana Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Yunizar., Hikmat, A., Koesmaryadani, N. 2014. Konservasi damar mata kucing berbasis masyarakat di zona tradisional taman nasional bukit barisan selatan. Media Konservasi 19 (2): 73 – 80.

 


2 responses to “Conservation Damar Mata Kucing (Shorea javanica)”

  1. rocahyani says:

    Sungguh menarik, di Sumatera Utara, Pohon Damar (gak tau spesies apa) digunakan sebagai penyala api untuk membantu masak karena mayoritas masyarakat didesa menggunakan kayu bakar dan dibantu dengan kayu damar agar apinya lebih nyala/besar. Semoga salah satu spesies damar ini, dapat sebagai cara untuk konservasi damar spesies lain.

    • rosalia says:

      Terimakasih atas komentarnya. Semoga spesies damar yang ada di Indonesia masih tetap terjaga lestari sampai anak cucu kita. GBU

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2020 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php