rosaliamei

Selamatkan Buaya SIAM

Posted: August 30th 2016

“AKU SI BUAYA LANGKA”

Klasifikasi Kerajaan:Animalia Filum: Chordata Kelas: Sauropsida Ordo: Crocodilia Famili: Crocodylidae Genus: Crocodylus Spesies: C. siamensis

Klasifikasi
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Sauropsida
Ordo: Crocodilia
Famili: Crocodylidae
Genus: Crocodylus
Spesies: C. siamensis

Buaya siam atau Crocodylus siamensis semakin langka dan terancam punah. Buaya siam yang merupakan salah satu dari 7 jenis buaya asli Indonesia ini termasuk dalam spesies Critically Endangered (kritis) berdasarkan IUCN.  CITES (Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora) pun memasukkan buaya siam (Crocodylus siamensis) dalam daftar Apendiks I yang berarti dilarang diperdangangkan dalam bentuk apapun.Buaya siam yang merupakan salah satu dari 7 spesies buaya yang hidup alami di Indonesia, termasuk binatang yang dilindungi berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 7 Tahun 1999. Buaya ini dinamai buaya siam lantaran spesimen yang dideskripsikan berasal dari Siam (sekarang Thailand). Selain disebut sebagai buaya siam, di Indonesia buaya ini dikenal juga sebagai buaya kodok dan buaya air tawar.

Ciri-ciri dan perilaku. Buaya siam (Crocodylus siamensis) berukuran sedang dengan panjang tubuh dapat mencapai 4 meter, meskipun pada umumnya hanya berukuran sekitar 2 – 3 meter saja.Di antara kedua matanya terdapat gigir yang memanjang, keping tabular di kepala menaik dan menonjol di bagian belakangnya. Mempunyai 2 – 4 buah sisik besar di belakang kepala. Selain itu buaya siam (Crocodylus siamensis) mempunyai sisik-sisik besar di punggung (dorsal scutes) yang tersusun dalam 6 lajur dengan 16 – 17 baris. Sisik perut tersusun dalam 29 – 33 baris. Warna punggung kebanyakan hijau tua kecoklatan, dengan belang ekor yang pada umumnya tidak utuh. Seperti jenis buaya lainnya, buaya siam memakan invertebrata, katak, reptil, burung dan mamalia, termasuk bangkai. Buaya siam betina membangun sarang berupa gundukan di tepi danau atau sungai. Dalam sekali musim bertelur, buaya siam betina bertelur sekitar 20 – 80 butir. Telur-telur ini akan selalu ditunggui oleh induknya hingga menetas yang memakan waktu antara 70 – 80 hari.

Habitat dan  Persebaran. Habitat buaya siam (Crocodylus siamensis) adalah perairan dengan arus yang lambat, seperti rawa-rawa, sungai di daerah dataran dan danau. Secara alami, buaya siam (Siamese crocodile) hidup tersebar mulai dari Indonesia (Jawa dan Kalimantan), Malaysia (Sabah dan Serawak), Laos, Kamboja, Thailand, dan Vietnam.Populasi buaya siam (Crocodylus siamensis) semakin hari semakin langka dan terancam kepunahan. Di beberapa tempat diduga telah mengalami kepunahan dari habitat aslinya seperti di Thailand dan Malaysia. Populasi secara global diperkirakan hanya sekitar 5.000 ekor saja.

Faktor Ancaman. Populasi buaya siam yang semakin langka dan terancam punah diakibatkan oleh kerusakan habitat, perburuan liar, dan perdagangan.

Upaya konservasi buaya siam di Indonesia terdapat penangkaran di Taman Buaya Jawa Barat

Upaya Konservasi. Kelestarian populasi buaya Siam ditunjang oleh kelestarian habitatnya. Oleh karena itu perlu dilakukan pengelolaan habitat agar populasi buayasiam dapat lestari. Pengelolaan ini dapat dilakukan terhadap faktor-faktor yang dapat dirubah dan diusahakan. Pengendalian habitat ini harus dilakukan bukan hanya oleh pihak pengelola saja namun harus adanya kerjasama antara pihak pengelola dan masyarakat sekitar. Di Indonesia pun telah banyak dilakukan upaya penangkaran buaya siam, meskipun masih setengah bergantung ke alam, mengingat stok buaya yang dipelihara masih mengandalkan pemungutan telurnya dari alam, untuk kemudian ditetaskan dan dibesarkan di penangkaran.

Let’s save crocodile 

Sumber:

https://id.wikipedia.org/wiki/Buaya_Siam#Pranala_luar

http://nationalgeographic.co.id/berita/2013/02/belasan-buaya-siam-dilepas-ke-alam-liar

Buaya Siam

 


10 responses to “Selamatkan Buaya SIAM”

  1. Maximilianus Roy says:

    Sangat bagus, Menambah wawasan.

  2. stefaniebella says:

    artikel yang sangat menarik.. semoga upaya-upaya konservasi yang tengah dilakukan saat ini dapat menjadikan populasi buaya siam tetap lestari agar semakin banyak kenakearagaman satwa di bumi Indonesia ini

  3. agustinaapriyantidwilestari says:

    artikel iini menarik sekali….. sungguh harus dicegah kerusakan habitat yang terjadi,,, dan sebaiknya harus segera dihukum bagi pemburu liar yang memburu satwa langaka ini agar keberadaannya tidak menjadi punahh… (85/100)

  4. artikel sudah memberi informasi yang menarik, tetapi kurang membahas faktor ancaman buaya siam

  5. wecandoit says:

    Artikel sangat menarik ternyata masih banyak hewan satwa terutama buaya yang hampir punah. Saya memberi nilai 90/100. selamtkan buaya – buaya langka yang ada di Indonesia. Semangat

    • rosalia says:

      Terimakasih. Buaya memang sangat langka dan keberadaannya di Indonesia maupun Thailand sangat sedikit. Sebagai mahasiswa kita perlu mengupayakan agar buaya siam tetap lestari

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2020 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php