Personal Action Plan (Tugas Biologi Konservasi)

Rancangan Konservasi Irrawaddy Dolphin atau Pesut

Posted: December 5th 2021

Halo! Sebelumnya perkenalkan nama saya Rosalia Dwiana dari Fakultas Teknobiologi UAJY angkatan 2019 dengan NPM 190802057. Blog yang berjudul “Rancangan Konservasi Irrawaddy Dolphin atau Pesut” ini saya buat dengan tujuan untuk memenuhi salah satu tugas dari mata kuliah Biologi Konservasi. Semoga bermanfaat!

APA ITU IRRAWADDY DOLPHIN ATAU PESUT?

Sumber: https://www.iucnredlist.org/species/15419/123790805

Irrawaddy Dolphin atau yang biasa disebut pesut merupakan hewan mamalia yang hidupnya di air tawar. Pesut memiliki ciri-ciri berupa warna kulit keabu-abuan, bentuk kepala membulat, tidak memiliki moncong yang panjang, dan memiliki sirip punggung yang berukuran kecil dengan bentuk berupa segitiga serta pada bagian ujungnya agak membulat (Anggawangsa dkk., 2014). Pesut memiliki lubang sembur yang terletak di bagian atas kepala dan umumnya memakan ikan serta udang. Hewan mamalia ini dapat menggunakan sonar dan dapat digunakan sebagai indikator untuk menunjukkan sebuah daerah yang memiliki banyak ikan (Henson dkk., 2018).

Pesut dewasa memiliki ukuran tubuh yang panjangnya sekitar 2 -2,7 m dengan berat tubuhnya berkisar antara 90 – 150 kg. Pesut jantan pada umumnya memiliki ukuran tubuh yang lebih besar dibandingkan dengan pesut betina. Bayi pesut memiliki tubuh yang panjangnya berkisar 90 cm dengan beratnya sekitar 10 – 12 kg. Hewan mamalia ini adalah salah satu hewan yang hidupnya berkelompok dengan jumlahnya sekitar 3 – 10 individu per kelompoknya, namun tak jarang pula ditemukan pesut yang berenang sendirian (Henson dkk., 2018).

Pesut menjadi salah satu spesies endemik di Kalimantan Timur karena keberadaannya yang kebanyakan dapat ditemui di Sungai Mahakam maupun danau-danau di Kalimantan Timur. Populasi pesut saat ini mulai terancam punah karena jumlah populasinya yang kecil, terisolasi, dan mengalami berbagai tekanan yang mempengaruhi keberlangsungan hidupnya (Sembada dan Mahardhika, 2019). IUCN Red List menetapkan bahwa status pesut saat ini tergolong dalam kategori Endangered (EN).

Sumber: https://www.iucnredlist.org/species/15419/123790805

Penurunan populasi pesut dapat disebabkan oleh beberapa faktor ancaman serta gangguan seperti over fishing, adanya tindakan perusakan hutan, lalu lintas air, penangkapan pesut dengan tujuan untuk penangkaran, dan polusi suara yang ditimbulkan oleh speed boat (pesut termasuk hewan yang sensitif dengan suara). Salah satu penyebab lain yang dapat menurunkan populasi pesut yaitu penggunaan teknik penangkapan ikan oleh nelayan yang kurang efektif sehingga mengganggu kehidupan pesut, contohnya yaitu menangkap ikan dengan jaring rengge yang dapat menyebabkan pesut terperangkap di jaring tersebut, penggunaan racun, dan dengan listrik. Kualitas air juga menjadi faktor yang harus diperhatikan mengingat sungai atau danau menjadi habitat hewan tersebut dan sebagai tempatnya untuk mencari makan, berlindung, dan berkembang biak (Aisyah dkk., 2008).

ACTION PLAN

Berdasarkan beberapa penjelasan ancaman yang telah dijelaskan, maka saya berencana untuk melakukan aksi konservasi yang bertujuan untuk mencegah terjadinya penurunan populasi pesut yang berada di Kalimantan Timur, khususnya di Sungai Mahakam. Rancangan kegiatan yang akan dilakukan yaitu membentuk suatu komunitas konservasi khusus pesut yang memiliki kegiatan berupa mengadakan penyuluhan kepada masyarakat yang bertempat tinggal di sekitar lokasi sungai agar memiliki kesadaran yang tinggi untuk turut menjaga populasi pesut dengan tidak melakukan beberapa aktivitas merugikan serta melakukan pemantauan di tempat untuk mengawasi agar tidak terjadi kegiatan pelanggaran (seperti overfishing, perburuan liar, maupun penggunaan speed boat). Peran serta masyarakat menjadi kunci penting bagi keberhasilan aksi konservasi ini, maka dapat dilakukan kerja sama untuk membentuk kelompok pengawasan yang akan membantu menjaga lokasi habitat pesut dari tindakan-tindakan yang merugikan.

Kegiatan pengawasan dapat dilakukan dengan membentuk beberapa kelompok pengawasan dengan waktu pengawasan perkelompok sesuai dengan yang telah disepakati bersama (akan dilakukan pergantian kelompok pengawasan). Kegiatan lain yang dapat dilakukan yaitu melakukan open donation serta menjual beberapa merch yang mana hasil pendapatannya akan digunakan untuk menunjang sarana dan prasarana kegiatan konservasi. Selain itu, berusaha untuk mengadakan kerja sama dengan pemerintah setempat agar lebih menekankan peraturan perundang-undangan mengenai perlindungan satwa dan lebih menerapkan pemberian sanksi untuk orang-orang yang kedapatan melakukan aktivitas yang berpotensi menjadi ancaman maupun gangguan bagi kelangsungan hidup pesut.

DAFTAR PUSTAKA

Aisyah, Dharmadi, Nasution, S. H., Oktaviani, D. dan Hartoto, D. I. 2008. Kondisi kualitas air habitat Pesut Mahakam (Orcaella brevirostris) di wilayah daerah aliran Sungai Mahakam, Kalimantan Timur. Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia 47-53.

Anggawangsa, R. F., Dharmadi. dan Sulistyowati, N. 2014. Kemunculan dan tingkah laku pesut (Orcaella brevirostris (Owen in Gray 1866) sebagai mamalia terancam langka di Perairan Kubu Raya dan Kayong Utara Kalimantan Barat. Jurnal Bawal 6 (1): 63-68.

Henson, Erwiantono. dan Hairunnisa. 2018. Strategi penggunaan media sosial facebook oleh komunitas save the Mahakam Dolphin untuk membangun kesadaran masyarakat dalam pelestarian Pesut Mahakam. E-Journal Ilmu Komunikasi 6 (3): 663-673.

IUCN. 2017. Red List Irrawaddy Dolphin. https://www.iucnredlist.org/species/15419/123790805. Diakses pada 4 Desember 2021.

Sembada, R. T. dan Mahardhika, N. A. 2019. Pelaksanaan program sosialisasi konservasi Pesut Mahakam oleh WWF Indonesia di Kecamatan Penyinggahan. Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial dan Humaniora 5 (2): 26-35.

Sekian penjelasan mengenai rancangan aksi konservasi yang saya buat. Saya mohon maaf apabila ada kata-kata yang kurang berkenan. Terima kasih!


10 responses to “Rancangan Konservasi Irrawaddy Dolphin atau Pesut”

  1. Flavia says:

    Wahh sangat menarik!

  2. Gisela cita says:

    Wowww kerenn, sangat informatif! Semoga dengan baca blog ini semakin menggerakan masyarakat untuk lebih sadar diri dan ikut serta dalam menjaga populasi pesut😊

  3. Elok says:

    Wah keren sekali action plan yang dibuat! Sangat menginspirasi orang untuk ikut melakukan konservasi 💜

  4. Ancilla Nandita says:

    Wah menarik banget. Semoga dengan adanya informasi ini, masyarakat sekitar khususnya masyarakat indonesia lebih aware dengan pelestarian lingkungan dan hewan☺️

  5. Bernadheta Natalia says:

    Wahh sangat menarik sekali dan informasi yang diberikan lengkap. Kerennn 👍👏

  6. Yosephine says:

    Wahh keren sekali, menarik bgt!

  7. Yosephine says:

    Wahh keren sekali, menarik bgt! Good

  8. Maulida says:

    Informasi yang diberikan sangat menarik. Semoga dengan informasi ini masyarakat lebih peduli untuk menjaga populasi pesut👍👏

  9. Dea says:

    Wow keren. Informasi yang diberikan sangat menarik🤩

Leave a Reply

You have to agree to the comment policy.

Artikel lainnya

© 2022 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php