Kisah Biologi

Action Plan Konservasi Trenggiling (Manis javanica): Si Manis yang Tak Semanis Nasibnya. Ingat, Si Manis Ini Bukanlah Satwa Buruan!

Posted: December 10th 2019

Morfologi             Moncong dan hidung merupakan daerah sensitif dan aktif sebagai indera penciumannya untuk mendapatkan mangsa. Dalam proses perolehan pakan trenggiling hanya menggunakan lidahnya. Trenggiling memiliki lidah yang panjangnya hampir sama dengan tubuhnya, mencapai 56 cm, sedangkan lidah trenggiling dapat menjulur hingga 25 cm yang berfungsi untuk membantu menelan atau memasukkan makana. Jenis makanan trenggiling merupakan makanan yang tergolong keras karena adanya lapisan kithin pada semut, sesuai dengan anatomi lidahnya yang dilapisi oleh keratin yang tebal untuk mengolah dan menyerap kithin Perilaku             Trenggiling bersifat nocturnal dengan aktivitas puncak antara pukul 03.00 dan 06.00. Ia merupakan pemanjat pohon yang mahir untuk mengakses sarang semut di pohon. Sarang trenggiling pada umumnya terletak di cekungan baik di dalam, atau di pangkal, pohon, tetapi juga dikenal menggali lubang di tanah. Trenggiling memasukkan kerikil atau butiran pasir yang tidak terlalu halus ke dalam mulutnya. Makanan yang dicerna di dalam lambung sepenuhnya dilakukan hingga menjadi … Read more


Hello world!

Posted: December 2nd 2019

Welcome to Komunitas Blogger Universitas Atma Jaya Yogyakarta. This is your first post. Edit or delete it, then start blogging!



© 2020 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php