Actionplan1953

Save Elang Flores (Nisaetus floris)

Posted: December 8th 2020
Elang Flores (Nisaetus floris) (Sumber: Google.com

Klasifikasi ilmiah:

Kerajaan: Animalia

Filum: Chordata

Kelas: Aves

Ordo: Accipitriformes

Famili: Accipitridae

Genus: Nisaetus

Spesies: Nisaetus floris

Elang Flores (Nisaetus floris) merupakan salah satu jenis raptor (burung pemangsa) endemik yang dimiliki Indonesia dari keluarga Accipitridae dan Genus Nisaetus. Elang Flores sendiri diartikan sebagai key species yang dapat mempengaruhi ekosistem yang saling bergantungan serta jumlah dan karakteristik spesies lain di suatu komunitas. Pertama kali diidentifikasi oleh Ernst Johann Otto Hartert, seorang Ornithologist asal Jerman pada tahun 1898. Elang ini tidak hanya ditemukan di Flores, tetapi juga menyebar hingga ke pulau – pulau di sebelah barat antara lain, Pulau Rinca, Lombok dan Sumbawa. Ada juga beberapa catatan yang menyebutkan bahwa, elang ini ditemukan juga di Pulau Alor dan Lembata, tetapi dengan intensitas ditemukan sangat jarang.

Elang flores tergolong burung berukuran besar dengan panjang tubuh sekitar 60-79 cm. Kepala berwarna putih dan ada garis-garis coklat pada mahkota. Tubuh bagian atas coklat-kehitaman, dada dan perut berwarna putih, ekor coklat dengan enam garis gelap dan kaki berwarna putih. Tidak ada perbedaan signifikan antara jantan-betina dan dewasa-muda. Makananya berupa burung, kadal, ular dan mamalia kecil

Burung ini biasa menghuni hutan-hutan dataran rendah dan hutan submontana hingga ketinggian 1600 mdpl. Ini berhubungan dengan cara berburunya yang menerkam dengan jarak yang tidak terlalu tinggi, diantaranya ada di kawasan Hutan Mbeliling dan Taman Nasional Kelimutu. Populasi burung elang ini ada 10 pasang di Lombok, 38 pasang di Sumbawa, dan 27 pasang di Flores. Populasi Elang Flores di seluruh dunia diperkirakan hanya tersisa 250 ekor.

Populasi Elang Flores yang terancam tidak bisa dipisahkan dari keresahan masyarakat yang dianggap sebagai hama atas hewan unggas peliharaanya. Berdasarkan data dari Taman Nasional Gunung Rinjani, perburuan liar, kebakaran hutan dan penebangan hutan dengan masif menyebabkan tergerusnya habitat burung Elang Flores. Data Badan Konservasi Dunia IUCN (International Union for Conservation of Nature) menetapkannya sebagai jenis Kritis (Critically Endangered/CR) populasinya saat ini diperkirakan antara 100 hingga 240 individu dewasa.

Sebagai mahasiswa Biologi, action plan yang akan saya buat, yaitu pertama-tama saya akan menyampaikan kepada masyarakat tentang pentingnya melindungi Elang flores, kemudian menyampaikan informasi bahwa hasil dari perburuan liar, penebangan dan kebakaran hutan hanya akan menyebabkan dampak yang tidak baik bagi masyarakat sendiri maupun lingkungan, serta bekerja sama dengan lembaga-lembaga swadaya atau instansi pemerintah untuk membantu menjaga dan melindungi Elang flores, serta memberikan hukuman kepada oknum yang melanggar peraturan.


6 responses to “Save Elang Flores (Nisaetus floris)”

  1. Marlis says:

    Artikel yang menarik. Semoga action plannya dapat terlaksana

  2. nitaazmilia03 says:

    Keren banget jadi tertarik, ditunggi action plannya terlaksana🔥🔥

  3. archangelakaona1941 says:

    Populasi elang Floresnya sangat sdkit ya☹️Semoga action plannya dapat terlaksana sehingga populasi elang Flores dapat meningkat ya.

  4. Regginamellia says:

    artikel yang sangat menarik, informasinya lengkap, bisa menambah wawasan juga, ditunggu action plannya terlaksana 🔥🔥

  5. Elysia Ernestine says:

    semoga kesadaran masyarakat bertambah mengenai status konservasi elang flores 👌

  6. lilia99 says:

    Semoga rencananya tercapai dan Elang Flores tidak punah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2021 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php