Rinda Anggita Nugraheni

Action Plan To Save Our Animals ( GAJAH SUMATERA)

Posted: December 4th 2015

A. Latar Belakang

Menyelaraskan konsep pembangunan nasional dengan konservasi keanekaragaman hayati merupakan upaya yang tidak mudah dan kompleks sehingga memerlukan pertimbangan menyeluruh dan melibatkan multipihak. Pembangunan di satu sisi merupakan upaya penting yang harus terus dilakukan secara terus menerus untuk meningkatkan kesejahteraan masayarakat dan ekonomi nasional. Di sisi lain, pembangunan hendaknya tetap memperhatikan aspek sosial, lingkungan, dan ekosistem sehingga dicapai pembangunan yang berkesinambungan dan tetap menjaga kelestarian sumberdaya alam dan keanekaragaman hayati berserta ekosistemnya.

Di Pulau Sumatera upaya pembangunan ekonomi dan pertambahan penduduk terutama migrasi untuk mendukung pembangunan di pulau ini meningkat dengan pesat. Badan Pusat Statistik (BPS) memproyeksikan pertumbuhan penduduk akan meningkat dari 20.7% pada tahun 2000 hingga 22.7% tahun 2025 di Sumatera (BPS, 2007).

Akibat langsung darikegiatan pembangunan ini adalahakan berkurangnya luasan habitat beberapa mamalia besar seperti gajah sumatera. Dampak negatif dari kegiatan ini menimbulkan konflik antar manusia dan satwa liar seperti gajah yang pada akhirnya mengakibatkan korban di kedua belah pihak.

B. Kondisi Gajah Sumatera

Gajah Asia (Elephus maximus) di Indonesia hanya ditemukan di Sumatera dan Kalimantan bagian timur. Spesies ini terdaftar dalam red list book IUCN (The World Conservation Union), dengan status terancam punah, sementara itu CITES (Convention on International Trade of Endangered Fauna and Flora / Konvensi tentang Perdagangan Internasional Satwa dan Tumbuhan) telah mengkategorikan gajah Asia dalam kelompok Appendix I sejak tahun 1990 di Indonesia.

Berbagai ancaman yang dialami pada konservasi gajah sumatera ini antara lain dikarenakan konflik berkepanjangan dengan pembangunan dan perburuan ilegagl gading gajah yang sangat jelas mengancam keberadaan gajah

 

  1. Ancaman Kehilangan Habitat

Tingginya kerusakan hutan di Indonesia (khususnya Sumatera) mengakibatkan hilangnya sebagian besar hutan dataran rendah yang juga merupakan habitat potensial bagi gajah. Diperkirakan laju kerusakan hutan pada tahun 1995 hingga 1997 sebesar 1 juta hektar dan meningkat hingga 1.7 juta hektar pada akhir 1980an.  Pembangunan seringkal sulit menyelaraskan benturan dengan kegiatan pelestarian alam atau konservasi sumber daya alam hayati. Bagi satwa liar seperti gajah yang menghendaki habitat dan area jelajah luas, fragmentasi habitat akan menyebabkan pengurangan ruang gerak bagi gajah sehingga dalam pemenuhan kebutuhan hidupnya dapat berkurang.

Degradasi habitat juga sebagai ancaman bagi gajah yang menyebabkan terjadi kebakaran hutan, berkurangnya sumber air, penebangan hutan ilegal maupun legal yang mengurangi sumber daya pakan gajah di habitat asli secara signifikan.

tesso-nilo1

Gambar 3. Degradasi habitat, kerap terjadi di kantong-kantong gajah di Sumatera (Foto kredit : WCS)

2. Konflik Antar Manusia dan Gajah

Akibat konflik dengan manusia, gajah mati diracun, ditangkap dan dipindahkan ke Pusat Konservasi Gajah yang mengakibatkan terjadinya kepunahan lokal, (misal di provinsi Riau). Di sisi lain, mengakibatkan kerugian yang signifikan bagi manusia. Kerusakan tanaman, terbunuhnya manusia dan kerusakan harta benda sering terjadi akibat konflik dengan gajah. Kerusakannya yaitu kerusakan tanaman yang terjadi akbiat gajah kebetulan menemukan lahan pertanian yang berada di dalam atau berdekatan dengan daerah jelajahnya.

Gambar 4. Konflik Gajah yang terjadi di sekitar TN Way Kambas

Gambar 4. Konflik Gajah yang terjadi di sekitar TN Way Kambas

Gambar 5. Rumah yang dirusak gajah di sekitar TN Bukit Barisan Selatan

Gambar 5. Rumah yang dirusak gajah di sekitar TN Bukit Barisan Selatan

Gambar 6. Kematian gajah akibat konflik dengan manusia disekitar TN Tesso Nilo

Gambar 6. Kematian gajah akibat konflik dengan manusia disekitar TN Tesso Nilo

  1. Perburuan Ilegal Gading Gajah

Konflik gajah dan manusia, tingkat kemiskinan penduduk di sekitar habitat gajah dan permintaan pasar ilegal gading gajah secara komersial menjadi pendorong utama dalam terjadinya pemburuan gading gajah secara ilegal. Contoh kasus sekitar TN Bukit Bahari Selatan, 12 pemburu dan cukong gading yang telah menjual 1.260 kg gading sejak tahun 2003.

Gambar 7. Gading yang berhasil disita oleh aparat kepolisian

Gambar 7. Gading yang berhasil disita oleh aparat kepolisian

C. Action Plan

Rencana action plan yang saya akan lakukan dalam waktu dekat ini yaitu :

  1. melakukan kampanye-kampanye baik dilakukan dari bangku SD hingga SMA karena pentingnya menjaga kelesatarian dan konservasi satwa yang hampir mengalami kepunahan. Terutama di di daerah Sumatera dilakukan penyuluhan pada warga di area sekitar jelajah Gajah.
  2. Melakukan survei dan monitoring jumlah, distribusi, keragaman genetis populasi gajah yang tersisa di Sumatera dengan menggunakan metode yang standard misalnya Dung Count, Fecal DNA capture-capture, dan Patch Occupancy.
  3. Melakukan monitoring secara sistematis pada kantong-kantong populasi gajah
  4. Mempertahankan jumlah populasi gajah yang lestari (viable) dan mengupayakan ketersambungan (connectivity) suatu populasi dengan populasi lainnya
  5. Meminimalisir kehilangan habitat dengan menghindari kegiatan pembangunan di sekitar di dalam kawasan yang diketahui memiliki populasi gajah dan merupakan daerah jelajah gajah.
  6. Mengembangkan konsep “Managed Elephant Range” dengan melakukan pengelolaan habitat secara terpadu terutama di luar kawasan konservasi
  7. Melaksanakan program restorasi dan rehabilitasi habitat gajah untuk meningkatkan daya dukung habitat.
  8. Secara bertahap membentuk tim penyelamat gajah yang terkena korban Konflik Manusia dan Gajah, dengan di dukung oleh sumberdayadan peralatan yang memadai serta dana yang cukup
  9. Melakukan studi dan penelitian secara regular tentang opsi-opsi penyelesaian Konflik Manusia dan Gajah yang efisien dengan teknologi yang sederhana serta metode adaptif.
  10. Meregistrasi gajah captive dan stockpiles gading gajah yang di lembaga konservasi pemerintah dan swasta untuk menghindari perdagangan illegal gajah dan gading gajah
  11. Memperbaiki sistem penegakan hukum, penerapan sanksi yang jelas dan peningkatan kapasitas aparat penegak hukum
  12. Mensosialisasikan hukum dan perundang-undangan yang berlaku serta membentuk koordinasi lintas sektoral untuk mengefektifkan proses penegakan hukum.

Referensi :

Fernando, P., Vidya, T.N.C, Payne, J.,Stuewe, M.,Davison, G., Alfred, R.J., Andau, P., Bosi, E., Kilbourn, A., and Melnick,

D.J. 2003. DNA analysis indicate that Asian elephants are native to Borneo and are therefore a high priority for conservation.

Plos Biology, 1: 001-006.

Fleischer, R.C., Perry, E.A., Muralidharan, K., Stevens, E.E., Wemmer, C.M., 2001. Phylogeography of the Asian elephant

(Elephas maximus) based on mitochondrial DNA. Evolution, 55: 1882–1892.

Hedges, S and Tyson, M. 2002. Some thoughts on counting elephants in South East Asian Forest, with particular reference

 


20 responses to “Action Plan To Save Our Animals ( GAJAH SUMATERA)”

  1. Menurut saya, site ini sangat menarik untuk kita para kawula muda dalam melakukan action plan to save our animals. tapi lebih baiknya lagi bila memang benar-benar direalisasikan. tidak hanya semata dalam melakukan tugas akhir atau menulis sebuah artikel tapi tidak ada tindakan nyata. good luck! 😉

  2. achmad guntur ardiansyah says:

    menarik sekali materi di atas, karena dapat membantu menyadarkan masyarakat dan membangkitkan kepedulian terhadap gajah sumatra yang hampir punah.

  3. Warih Nugroho says:

    Ok

  4. nella wulandari says:

    semoga gajah sumatera tidak punah. makasih info di blog ini. teruskan dan realisasikan planing anda

  5. Suhardi says:

    Action plan yg diterangkan diatas harus diterapkan mulai dari sekarang!! Save Gajah Sumatera

  6. Theresia V N says:

    Halo.. ini artikel yang sangat inspiratif. Mengingat betapa hanya segelintir orang yang ternyata masih peduli terhadap keberlangsungan hidup gajah-gajah Sumatera yang terancam kehidupannya.
    Menurut saya, yang harus sesegera mungkin kita lakukan untuk menyelamatkan gajah-gajah ini adalah masuk dalam sektor regulasi pemerintah daerah dan mengusulkan beberapa aturan dan sanksi tegas terkait perlindungan gajah, berikut penunjukan aparat-aparat pemerintah yang memiliki kapabilitas dalam bidang tertentu dan punya rasa kepedulian.

  7. adhera dwi says:

    Perlu adanya gerakan yg perduli dengan hewan, saat ini kita hanya terfokus oleh tindakan kemanusiaan dan tanpa kita sadari ada hal yang terlantar. Perlu adanya gerakan kaula muda sebagai pilar penyelamat hewan tersebut. Beserta hewan yang terancam punah, dan tempat tinggalnya (hutan) yang terus di eksplorasi tanpa adanya pertanggung jawaban.

  8. Robertus wahyu says:

    aksi dari perencanaan bagus, semoga para pemuda pemudi indonesia mampu melindungi,menjaga satwa yang hampir punah. kasian anak cucu kita jika besok tidak tau apa itu gajah

  9. Maysahna Nanda Ally says:

    Menarik. Seharusnya bisa diaplikasikan mulai dari sekarang.

  10. Subo says:

    Bagus menambah wawasan,terima kasih

  11. Christinaaa says:

    Perbaikan sistem penegakan hukum memang menjadi tugas penting yang perlu dilakukan karena masih bisa dikatakan kurang. Namun yang terpenting adalah kesadaran individu untuk membudidayakan hewan, yang dimulai dari diri kita masing-masing 🙂

  12. AdhistaBP says:

    Ketika kepedulian tentang satwa liar di hutan Indonesia dimiliki oleh semua orang, ngga akan susah mempertahankan ekosistem alam yg sangat berpengaruh terhadap kehidupan manusia. Tinggal bagaimana action plan itu diterapkan, sehingga semua pihak yang terlibat memiliki satu tujuan melawan para pemburu gajah dan juga perusak hutan.

  13. hana says:

    Action plan yang bagus. Dengan lahan hutan yang semakin berkurang dan sudah rusak keasriannya maka perkembangbiakan hewan harus segera dilakukan. Termasuk hewan yang dilindungi seperti gajah sumatera.

  14. Muhamad Anshori says:

    Plan no 1 yang harus benar-benar dilakukan dan diupayakan

  15. Yulida Anggi MS says:

    Actionnya harus lebih digalakan

  16. Fairuzi Khalda says:

    Tulisan yang bagus. semoga kegiatan ataupun tindakan konservasi dalam jangka panjang secara in situ seperti yang tersebut di atas benar-benar mampu mempertahankan dan mengembangkan populasi pada suatu tingkat yang aman dari ancaman kepunahan.

  17. mariadiana says:

    Wah menarik yah, rinda. Tapi dari banyak action plan yang kamu sebutkan, apakah kamu yakin akan direalisasikan oleh dirimu sendiri diwaktu mendatang?

  18. rindaanggita says:

    Semoga bbrpa aksi yg saya rencanakan ini benar2 dapat saya lakukan untuk upaya pelestarian keberadaan gajah sumatera, namun tdk lupa perlu adanya bantuan dr berbagai pihak agar dapat terncana dan direalisasikan dengan baik. Terima kasih untuk input dan pendapat kalian temanteman 🙂

  19. Theresia Kasih says:

    Sangat inspiratif dan mendidik, apalagi jika dterapkan dg melibatkan kaum muda karena untuk kita gnerasi bangsa yg kesadaran untuk melindungi bbrpa satwa masih sangat minim, oleh karena itu aksi yg kreatif bsa bermnfaat, dan jg habitat alami yg kini rusak oleh manusia..jadi perlu lah kita melestarikan

  20. Renita Nurhayati says:

    tulisan menarik. semoga masyarakat lain juga memiliki action plan yang sama dengan anda. semangat 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2021 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php