Riel Umboh

Ekologi Molekuler Itu Apa ? : Hubungannya dalam Penentuan Jenis Kelamin

Posted: August 21st 2017

Halo teman-teman kembali dengan saya di blog ini. Sekarang kita akan membahas tentang “Ekologi Molekuler”. Apa sih itu “Ekologi Molekuler” atau lebih dikenal dengan EkoMol?? Teman-teman mungkin sudah mengenal apa itu ekologi kan?

Ekologi secara singkat adalah ilmu yang mempelajari tentang persebaran dan kemelimpahan suatu organisme beserta interaksinya dengan sesame dan lingkungan abiotiknya. Nah biasanya untuk melihat interaksinya seperti kekerabatan organisme satu dengan organisme lainnya yang belum diketahui mungkin dapat kita lihat dari morfologi, perilaku, dan kemiripannya lewat bentuk luarnya kan? Akan tetapi, hal tersebut hanya dapat berlaku bagi beberapa organisme saja, kalau misalkan seperti ini:

Gambar 1. Burung Meadowlark Timur (kiri) dan Burung Meadolark Barat (kanan) (Sumber : http://evolution.berkeley.edu/evolibrary/article/side_0_0/biospecies_01)

 

 

 

 

 

Nah, gambar diatas adalah burung berkicau “Meadowlark”. Burung tersebut dilihat dari morfologi pun mirip, namun mereka berbeda spesies dimana burung yang ada di gambar kiri merupakan burung Meadowlark dari Timur (Eastern Meadowlark) dengan nama ilmiah Sturnella magna dan disebelah kanan adalah burung Meadowlark dari Barat (Western Meadowlark) dengan nama ilmiah Sturnella neglecta. Hal ini menyebabkan mereka tidak dapat saling kawin (inbreeding) karena berbeda spesies. Untuk itu, dengan bantuan ilmu molekuler dapat membedakan mereka menjadi spesies berbeda dengan beberapa metodenya.

Molekuler merupakan metode yang mempelajari molekul biologi penting seperti DNA, RNA, dan Protein. Hmm secara singkat Ekologi Molekuler merupakan Penerapan dari metode genetika molekuler untuk menjawab pertanyaan ekologi. EkoMol sudah dikenal pada pertengahan 1980 dan masih terus berkembang sampai sekarang.

Penerapan EkoMol dapat digunakan dalam penentuan jenis kelamin pada suatu organisme, contohnya burung. Jenis kelamin burung susah dilihat secara morfologi eksternal.sehingga penerapan molekuler dapat menentukan kelamin suatu organisme. Karena jenis kelamin yang berbeda menentukan kebiasaan dan ekologinya yang berbeda pula sehingga perlu dibedakan.

Kelebihannya juga untuk mendapatkan sampel kita tidak perlu menangkap burung tersebut, melihat perilakunya, bahkan membedahnya untuk melihat perbedaannya. Gimana kalau hal tersebut dilakukan pada burung yang terancam punah seperti burung Maleo (Macrocephalon maleo) di Sulawesi Utara. Dengan menggunakan metode molekuler kita hanya mengambil sampel seperti bulunya, darah, kotoran dan lain-lain yang mengandung DNA dari sampel burung tersebut hehe. Nah setelah itu dapat ditentukan dengan metode molekuler di Lab.

Gambar 2. Burung Maleo (Sumber :http://www.arkive.org/maleo/macrocephalon-maleo/image-G123209.html).

DNA perlu diekstraksi terlebih dahulu dari sampel dengan menggunakan metode ekstraksi seperti metode fenol-kloroform-etanol (PCE). Setelah itu diperbanyak menggunakan alat PCR (Polymerase Chain Reaction) dengan primer P8/P2 dan 2550F/2718R seperti penelitian yang penulis acu. Nah setelah diperbanyak maka baru divisualisasi dengan menggunakan elektroforesis dan UV transluminator agar terlihat pita-pita DNA. Nah hasilnya bakal seperti Gambar di bawah ini:

Gambar 3. Hasil identifikasi jenis kelamin burung (Sumber : Sulandart dan Zein, 2012).

Nah disitu dapat dilihat kalau burung dengan jenis kelamin betina memiliki dua pita sedangkan untuk burung jenis kelamin jantan hanya memiliki satu pita saja. Nah keliatannya asik kan teman-teman, apalagi ilmu ini semakin terus berkembang. Bukan cuman penentuan kelamin saja ya aplikasi dari EkoMol, kalau dijelasin mah bakal jadi makalah haha. Terus ikutin perkembangan EkoMol ya teman-teman.

Makasih udah membaca blog saya. Semoga bermanfaat bagi teman-teman yang mau membaca dan mengenal EkoMol itu sendiri :D. Silahkan beri kritik dan saran di komentar di bawah. Tuhan memberkati O:)

Sumber :

http://evolution.berkeley.edu/evolibrary/article/side_0_0/biospecies_01

http://www.arkive.org/maleo/macrocephalon-maleo/image-G123209.html

Rowe, G., Sweet, M., dan Beebee, T. J. C. 2017. An Introduction to Molecular Ecology. Oxford University Press, UK.

Sulandart, S., dan Zein, M. S. A. 2012. Application of Two Molecular Sexing Methods for Indonesian Bird Species : Implication for Captive Breeding Programs in Indonesia. HAYATI Journal of Biosciences 19(4) : 183-190.


One response to “Ekologi Molekuler Itu Apa ? : Hubungannya dalam Penentuan Jenis Kelamin”

  1. carinae says:

    waahh mas kalau boleh tahu, sampel yang digunakan untuk analisis apa ya? darah kah? atau apa ya? mohon dijelaskan ^^ terimakasih

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2017 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php