Riel Umboh

Si Burung ber”helm” di Sulawesi yang perlu Dikonservasi

Posted: November 30th 2016
Gambar 1. Burung Maleo (Macrocephalon maleo)

Gambar 1. Burung Maleo (Macrocephalon maleo)

Burung Maleo merupakan spesies yang termasuk endemik Sulawesi baik Sulawesi Tengah, Gorontalo, dan di Sulawesi Utara. Burung Maleo biasanya hidup di hutan tropis dataran rendah dan berpindah-pindah sarang untuk menghindari predator. Biasanya burung Maleo memakan makanannya berupa buah-buahan, kacang-kacangan, biji-bijian, serangga, ulat, dan invertebrata yang lain yang terdapat di hutan. Burung maleo sangat aktif mencari makan pada malam hari atau nocturnal. Burung Maleo ini memiliki morfologi dengan panjang tubuh sebesar 55- 60 cm, berbulu hitam pekat, panjang ekor menengah, kulit wajah berwarna kuning, warna paruh pucat, serta memiliki keunikan berupa mahkota dari tulang kepala yang berwarna hitam berbentuk seperti “helm”. Keunikan dari burung maleo ini adalah telur burung maleo yang 5 kali lipat lebih besar dari telur ayam.

Gambar 2. Besar telur burung maleo (kanan) dibandingkan telur ayam (kiri) (Sumber : http://www.arkive.org/maleo/macrocephalon-maleo/)

Gambar 2. Besar telur burung maleo (kanan) dibandingkan telur ayam (kiri) (Sumber : http://www.arkive.org/maleo/macrocephalon-maleo/)

Masalah dari burung Maleo ini adalah populasi burung maleo saat ini telah terancam punah menurut IUCN redlist dengan kategori Endangered. Populasi dari 2012 memiliki trend yang semakin menurun.  Hal ini disebabkan karena kehilangan habitat berupa pengerusakan hutan dan sarang oleh manusia, pemanfaatan daging oleh manusia sebagai makanan, serta telur yang sering dikonsumsi karena menguntungkan ukurannya dibandingkan telur ayam. Hal ini bakal menurunkan populasi burung karena burung Maleo hanya bertelur 8-12 telur per hari serta burung Maleo termasuk monogami seumur hidup sehingga tidak dapat menghasilkan telur yang banya

Gambar 3. Kategori burung Maleo berdasarkan IUCN redlist (Sumber : http://www.iucnredlist.org/details/22678576/0).

Gambar 3. Kategori burung Maleo berdasarkan IUCN redlist (Sumber : http://www.iucnredlist.org/details/22678576/0).

Untuk itu perlu dilakukan konservasi untuk mempertahankan populasi burung Maleo ini. Hal yang saya lakukan untuk upaya konservasi disekitar saya adalah mengetahui dan memahami betapa penting burung Maleo ini sebagai spesies endemik dan memberitahukan ke saudara, teman, dan keluarga bahwa tidak memburu, memelihara, ataupun memakan spesies burung ini karena populasinya yang semakin menurun. Kedua, adalah memberikan donasi agar membantu pihak konservasi burung Maleo seperti di daerah saya yaitu Cagar Alam Tangkoko Batuan di Sulawesi Utara. Terakhir, adalah ikut serta menjaga dan melestarikan burung Maleo bersama dengan para aktivis komunitas pecinta burung Maleo di bagian Sulawesi.

DAFTAR PUSTAKA

Birdlife International, 2013. Macrocephalon maleo. The IUCN Red List of Threatened Species. http://www.iucnredlist.org/details/22678576/0 [Diakses 30 November 2016]

Butchart, S. H. M., dan Baker, G. C. 2000. Priority Sites for Conservation of Maleos Marcocephalon maleo in Central Sulawesi. Joiurnal of Biological Conservation 94(1) : 79-91.

Clements, T. 2009. Case Study: Conservation of Sulawesi’s Endangered Mascot –The Maleo- Through Conservation in Incentive Agreements. Wildlife Conservation Society, New York

Gorog, A. J., Pamungkas, B., dan Lee, R. J. 2005. Nesting Ground Abandonment by the Maleo (Macrocephalon maleo) in North Sulawesi : Identifying Convservation Priorities for Indonesia’s Endemic Megapode. Journal of Biological Conservation 126(1) : 548-555.


14 responses to “Si Burung ber”helm” di Sulawesi yang perlu Dikonservasi”

  1. barbietav says:

    I love the blog! It gave me so many info about maleo and how to reduce the extinction thou you never mention why maleo decreasing, but overall, it was good keep it going!

  2. vetrahw says:

    Blog yang sangat bermanfaat terlebih maleo ini adalah hewan endemik semoga dengan ide anda untuk melakukan upaya konservasi populasi maleo tetap terjaga sebagai hewan asli Sulawesi 😉

  3. carinae says:

    sayang sekali, hewan lucu ini harus terancam punya karna ulah manusia.. sedihhh

  4. yashintas says:

    #savemaleo rencana aksi yang sangat baik, lebih baik lagi jika ikut terjun langsung dalam mengkonservasi

  5. Artikel tentang burung Maleo sangat menarik. Aksi yang dilakukan berupa mensosialiasikan ke teman2 atau warga sekitar itu dalam bentuk apa ya? Seminar atau hanya dr ngobrol-ngobrol saja? dan sebaiknya terdapat volunteer yang ada di sekitar Sulawesi Tengah agar memudahkan dalam pengumpulan dana. Terima kasih 😉

    • rielumboh says:

      Yg bisa saya lakukan baru ngobrol2 aja sih mas irenius. Nanti kedepannya saya usahakan buat seminar tentang pelestarian burung Maleo. Makasih mas Irenius

  6. primaningrum says:

    aksi yang mudah dilakukan dan bermanfaat ya… ternyata langkah kecilpun bisa dilakukan dan dapat berdampak baik… penjelasan yang cukup menarik dan membuat pembaca menjadi peduli dengan maleo burung yang unik ini ya

  7. lidyaseptilia says:

    semangattt dalam pemberian donasi unyuk upaya konservasi satwa ini kak, semoga benar-benar dapat efektif dalam meingkatkan populasinya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2020 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php