Riel Umboh

Cari Tahu Musang Sulawesi Yuk.. (Macrogalidia musschenbroekii)

Posted: August 27th 2016

Halo semua. Sebagai intro blog saya, apakah kalian pernah lihat hewan ini??


Pasti beberapa cowok dan cewek pada tau itu apa hehe. Itu gambar musang ekor sembllan dari film animasi naruto yang sempat terkenal di dunia beberapa dekade ini, keren ya. Pada blog ini, yang mau saya bahas adalah versi ASLI nya yaitu Musang Sulawesi (Macrogalidia musschenbroekii). Persamaannya ya sama-sama musang sih, perbedaannya musang sulawesi hanya punya satu ekor bukan sembilan haha, serta musang ini habitat asalnya di hutan sedangkan musang ekor sembilan habitatnya di perut naruto hahaha. Untuk lebih jelasnya musang sulawesi dapat dilihat pada gambar berikut:

Alasan saya memilih musang sulawesi ini karena musang ini endemik dari Sulawesi dan termasuk hampir punah nih teman-teman. Di data IUCN redlist telah masuk dalam terancam punah (threatened) di tingkat Vulnerable sejak tahun 2008. Hal ini dikarenakan musang sulawesi sudah jarang lagi kelihatan atau ditemukan di wilayah habitat aslinya. Jumlah menurut IUCN redlist adalah 13.300 musang sulawesi. Lanjut ke deskripsi dan taksonomi dari musang sulawesi adalah sebagai berikut:

Kingdom           : Animalia

Filum                : Chordata

Kelas                : Mammalia

Ordo                 : Karnivora

Famili               : Viverridae

Marga               : Macrogalidia

Jenis                : Macrogalidia musschenbroekii

Seperti gambar diatas, musang sulawesi memiliki bulu-bulu halus di bagian tubuhnya beserta lapisan tipis yang lembut dan pendek berwarna coklat pada bagian belakangnya. Pada bagian depan tubuhnya berwarna kuning hingga putih sedangkan dadanya berwarna agak kemerahan. Adanya bintik-bintik hitam pada bagian punggung yang tersembunyi dan pada ekornya terdapat cincin hitam yang berselang-seling dengan cincin kuning dengan ujung ekornya berwarna hitam. Panjang badan jantan umumnya lebih besar daripada badan yang betina yaitu 715 mm pada jantan sedangkan pada betina sepanjang 650 mm.

Habitat musang sulawesi berada di hutan sulawesi baik di dataran rendah maupun di dataran tinggi, kadang juga berada di perkebunan warga untuk mencari makan. Musang ini termasuk omnivora dengan memakan binatang vertebrata kecil seperti kuskus, anak babi, burung, tikus beserta mamalia kecil lain, bahkan telur burung. Untuk memenuhi kebutuhan serat, musang sulawesi sering memakan buah seperti pepaya dan pisang, bahkan seringkali memakan rumput. Musang sulawesi biasanya berburu pada malam hari (nokturnal) dan soliter, kemampuan untuk memanjat yang baik memungkinkan dia untuk memakan burung dan telur burung.

Untuk data predator dari musang sulawesi ini masih belum diketahui pasti, tapi kebanyakan diburu oleh MANUSIA sebagai predator utama. Musang sulawesi sering diburu sebagai makanan manusia atau sering kali dibunuh hanya karena mengganggu ternak dari warga sekitar perhutanan, serta akibat dari penangkapan ilegal yang nantinya akan dijual di daerah lain seperti di Jawa dan Bali. Berkurangnya populasi musang sulawesi ini diakibatkan karena kehilangan hutan di Sulawesi tahun 2000-2010. Musang sulawesi ini susah untuk diestimasi karena data terbatas tentang alamnya.. Di hutan dataran rendah telah dilakukan pembabatan pohon secara luas sedangkan untuk hutan dataran tinggi susah diakses oleh musang sulawesi karena telah ditempati oleh manusia.

Kasihan juga ya musang sulawesi ini, padahal habitatnya dirusak karena ulah manusia sehingga mau tidak mau harus berpindah ke tempat perkebunan untuk habitatnya dan tempat perburuannya tapi masih dianggap sebagai pengganggu. Untuk itu sekarang telah ada upaya konservasi dari daerah Sulawesi sendiri. Upaya konservasi yang telah dilakukan adalah perlindungan di Taman Nasional Bogani Nani Wartabone, Cagar Alam Gunung Ambang, Cagar Alam Tangkoko-Batuan, Taman Nasional Lore Lindu, dan Cagar Alam Morowali.

Semoga upaya dari daerah Sulawesi untuk melestarikan musang sulawesi ini dapat berjalan dengan lancar. Kalau dilihat-lihat dari gambar diatas mukanya lucu juga ya hehehe, tertarik buat pelihara??. Eits jangan dipelihara, soalnya binatang ini langka dan ada undang-undangnya loh di Indonesia, yaitu di UU No. 5 Tahun 1990 pasal 21 ayat 2 yang intinya dilarang menangkap, melukai, membunuh, menyimpan, memelihara, mengangkut, mengeluarkan, merusak satwa yang dilindungi di Indonesia. Jika masih melanggar nanti akan didapatkan denda 100.000.000 (seratus juta rupiah) atau penjara paling lama 5 tahun penjara loh. Hayoo loh, ga usah takut, kita cukup mengerti hewan ini dan terus menjaga agar tidak diadakan lebih lanjut penjual-belian hewan ini.

Sekian blog dari saya, semoga para pembaca lebih mengerti lagi tentang musang sulawesi dan berupaya untuk membantu konservasi binatang yang sudah mulai langka ini. Jika ada salah kata dan lain-lain cukup diberi komentar dan saran ya. See you :):)

DAFTAR PUSTAKA

Brooks, T., Pimm, V., dan Ravilious, K. C. 1999. Threats from Deforestation to Montane and Lowland Birds and Mammals in Insular South-East Asia. Journal of Animal Ecology 68(6): 1061-1078.

http://www.profauna.net/id/regulasi/uu-5-1990-tentang-konservasi-sumber-daya-alam-hayati-dan-ekosistemnya

Lydekker, R. 1986. A Handbook to the Carnivora, Part I, Cats, Civets, and Mungoose. Edward-Llyod Limited, London.

Meierotto, S. 2013. Macrogalidia musschenbroekii. http://animaldiversity.org/accounts/Macrogalidia_musschenbroekii/ [Diakses 27 Agustus 2016].
Tasirin, J., Dinets, V., Meijaard, E., Brodie, J., Nijman, V., Loffeld, T. A. C., Hilser, H., Shepherd, C., Seymour, A. S., dan Duckworth, J. W. 2015. Macrogalidia musschenbroekii. The IUCN Red List of Threatened Species 2015: e.T12592A45198901.http://dx.doi.org/10.2305/IUCN.UK.2015-4.RLTS.T12592A45198901.en [Diakses 27 Agustus 2016].


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2020 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php