RicJo_Biotech

Macaca fascicularis Pura Pulaki “Seragam/Beragam?”

Posted: August 21st 2017

Monyet ekor panjang (Macaca fascicularis) adalah salah satu jenis primata yang menyebar secara luas meliputi Vietnam, Myanmar, Muangthai, Malaysia, Filipina, dan Indonesia. Monyet ekor panjang di Indonesia sendiri diperkirakan berasal dari daratan Asia Tenggara yang bermigrasi ketika daratan Asia dan lempeng Sunda menyatu sekitar satu juta tahun yang lalu.

Gambar 1. Macaca fascicularis Pura Pulaki

 

Pura Pulaki sendiri berada di kawasan Pulaki desa Banyu Poh, kabupaten Buleleng Bali dengan luas 5 ha dan banyak ditempati oleh fauna monyet. Ancaman terhadap kelangsungan hidup monyet ekor panjang tidak hanya berasal dari faktor eksternal, namun keragaman genetik monyet juga dapat memengaruhi kelangsungan hidupnya. Keragaman yang rendah dapat membahayakan kelestarian suatu populasi dan pengungkapan keragaman genetik sendiri dapat digunakan untuk menyusun langkah penyelamatan populasi ataupun untuk menetapkan strategi konservasi.

Salah satu cara untuk mengungkap keragaman genetik pada tingkat DNA adalah dengan menggunakan marka molekuler misalnya mikrosatelit yang banyak digunakan dalam studi genetika populasi. Dalam menganalisis heterozigositas dapat digunakan lokus dari mikrosatelit tertentu misalnya D13S765 dengan cara seperti Gambar 2.

Gambar 2. Metode Penelitian

 

Dari metode diatas didapatkan hasil pada Gambar 3.

Gambar 3. Alel Mikrosatelit Lokus D13S765

 

Lokus dinyatakan polimorfik apabila alel bersama dalam populasi yang berada dalam lokus tersebut lebih dari satu dengan frekuensi alel kurang atau sama dengan 0,95. Hasil elektroforesis diatas menyatakan bahwa dari 12 ekor monyet terdapat 1 monyet homozigot (7) dan sisanya merupakan heterozigot.  Sehingga dapat dinyatakan bahwa lokus D13S765 bersifat polimorfik pada populasi monyet ekor panjang di Pura Pulaki. Monitoring serta evaluasi variabilitas genetik populasi perlu dilakukan secara berkala sebagai salah satu upaya mengetahui adanya erosi genetik populasi sehingga usaha-usaha pencegahannya dapat dilakukan sedini mungkin.

 

Sumber : Monica, W. S., Widyastuti, S. K. dan Wandia, I. N. 2012. Keragaman genetik populasi monyet ekor panjang di Pura Pulaki menggunakan marka molekul mikrosatelit D13s765. Indonesia Medicus Veterinus 1(1) : 37-54.


One response to “Macaca fascicularis Pura Pulaki “Seragam/Beragam?””

  1. Valentina Elsa says:

    artikel menarik. dengan adanya kajian molekler ini diharapkan dapat menjadi pendukung untuk dilakukannya konservasi pada monyet ekor panjang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2017 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php