renestiana's

10th week: E-Commerce

Posted: November 27th 2012

E-commerce merupakan sebuah proses  jual beli, pertukaran produk, layanan, dan informasi melalui jaringan computer, terutama melalui internet. Awalnya bisnis hanya dijalankan secara offline (semua dimensi terkait fisik / Traditional Commerce) Seiring berjalannya waktu, kemudian memasuki era dimana semua dimensi adalah digital (Pure EC), dan kemudian berkembang lagi ke era dimana terjadi perpaduan antara dimensi digital dan fisik (Partial EC). E-commerce berbeda dengan E-business, dimana E-business merupakan perluasan dari E-commerce dan memiliki kelebihan dalam bidang layanan konsumen , kolaborasi dengan rekan bisnis, dan melakukan transaksi elektronik dalam sebuah perusahaan. Infrastruktur dari EC yaitu antara lain common bussines service infrastructure, messaging informations distribution infrastructure, multimedia Content and network publishing infrastructure, network infrastructure, dan interfacing infrastructure.

E-commerce memiliki beberapa tipe, diantaranya:

Business-to-business EC (B2B): dalam transaksi B2B, baik penjual maupun pembeli adalah organisasi bisnis.

Collaborative commerce (c-commerce): EC dimana para mitra bisnis berkolaborasi secara elektronik.

Business-to-consumer EC (B2C): EC yang penjualnya adalah perusahaan dan pembelinya adalah perorangan,

Consumer-to-businesses (C2B): EC dimana pelanggan memberitahukan kebutuhan atas produk atau jasa tertentu, dan para pemasok bersaing untuk menyediakan suatu produk atau jasa ke pelanggan,

Consumer-to-consumer (C2C): EC dimana seorang menjual produk ayau jasa ke orang lain, Intrabusiness (intraorganizational) commerce: dalam situsi ini EC secara internal untuk memperbaiki operasinya,

Government-to-citizens (G2C) and others: pemerintah menyediakan layanan ke para warganya melalui teknologi EC,

Mobile commerce (m-commerce): EC yang dilakukan dalam bentuk nirkabel.

Dalama melakukan tansaksi melalui E-commerce, ada beberapa sistem pembayaran yang bisa dilakukan, diantaranya Electronic checks, Electronic credit cards, Electronic cash in PC, Pembayaran Electronic dengan e-cash, Smart cards, Person-to-person payment systems, Electronic Funds Transfer (EFT), Electronic wallets, Purchasing cards. Setiap system pembayaran dituntut meiliki enkripsi untuk kemanan, dimana enkripsi sendiri adalah suatu proses pembuatan pesan terbaca kecuali oleh mereka yang memiliki kunci deskripsi tersebut atau pemiliknya saja. Namun pembayaran yang lebih sering digunkan adalah pembayaran secara offline, dimana pedagang tidak diharuskan membayar apapun ke pihak kredit / bank.


Leave a Reply

You have to agree to the comment policy.

Artikel lainnya

9th week: Functional, Enterprise, and Interorganizational Systems

Go to post

11th week: Wireless, Mobile Computing and Mobile Commerce

Go to post
© 2021 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php