KSDL Buah

Molecular Combing – Teknik Menyisir DNA??

Posted: May 28th 2013

Pernahkah teman-teman mendengarkan istilah molecular combing? Jika tidak maka nasib Anda sama seperti saya ketika pertama kali membaca kata tersebut. Yah, kalo diterjemahin mentah-mentah, molecular combing itu artinya ‘menyisir molekuler’. Berangkat dari ketidaktahuan dan rasa penasaran, saya pun melanjutkan pencarian terhadap molecular combing.

Teknologi molecular combing ternyata merupakan sebuah teknologi yang memungkinkan adanya visualisasi secara langsung dan analisis molekul DNA. Intinya DNA ditarik dan akan menempel secara ireversibel pada permukaan kaca yang telah diberikan perlakuan sebelumnya. Ibarat rambut yang berantakan dan kusut, kemudian disisir menjadi lebih rapi. Teknologi ini meningkatkan studi tentang modifikasi DNA dan memungkinkan untuk mengeksplorasi lebih jauh tentang genom pada resolusi tinggi dalam satu analisis tunggal.

Teknologi ini ditemukan pada tahun 1994 di Ecole Nationale Supérieure de Paris (ENS) dan dikembangkan oleh A. Bensimon di Pasteur Institute. Paten teknologi ini dimiliki oleh CNRS dan Pasteur Institute, sedangkan aplikasi biomedisnya dilisensi oleh sebuah perusahaan yang bernama Genomic Vision. Teknologi molecular combing menghasilkan visualisasi yang jelas akan anomali genomik dan modifikasi DNA dalam skala besar yang memiliki implikasi pada genomic kanker dan penyakit genetik lainnya.

Rearrangement atau penyusunan ulang DNA dalam skala besar dapat membuktikan adanya polimorfisme pada manusia, kanker, atau penyakit genetik lainnya di mana sangat sedikit meotde yang dapat mendeteksinya secara akurat. Teknologi ini menjembatani gap atau jarak antara kromosom besar yang abnormal dan sekuens kecil yang berubah secara spesifik seperti SNPs.

Teknik molecular combing memanfaatkan tegangan permukaan pada air dan udara yang terjadi melalui surutnya tetesan DNA atau cairan meniskus. Pada metode ini, tetesan cairan DNA pada permukaan gelas kemudian diseret pada permukaan lain sehingga DNA menjadi tertarik (Gambar 1). Untai DNA yang sebelumnya dalam bentuk yang tidak beraturan di dalam cairan dipaksa untuk ditarik secara cepat oleh tegangan permukaan. Interaksi DNA harus sedemikian rupa agar dapat menahan tegangan permukaan tersebut.

Seiring perkembangan zaman, teknik ini juga mengalami modifikasi, yaitu dengan menarik permukaan kaca yang dicelupkan ke larutan DNA itu sendiri. Kecepatan penarikan dan konsentrasi dari larutan dioptimalkan sehingga hampir semua DNA tertarik dan terbariskan pada permukaan yang bersifat paralel satu sama lain (Gambar 2).

Gambar 1. Metode combing pertama

Gambar 2. Metode yang diadaptasi dengan pencelupan dan penarikan

Situs resmi Genomic Vision menggunakan prosedur yang disebut Molecular Combing System (MCS) yang bekerja secara otomatis. Metode ini memiliki resolusi yang tinggi mulai dari beberapa kilobasa hingga megabasa, serta banyak digunakan dalam bidang diagnosa molekuler dan analisis struktur dan fungsi. Proses yang berlangsung dapat dilihat pada Gambar 3.

Gambar 3. Proses molecular combing menurut Genomic Vision

Menarik bukan? 😀 Adanya perkembangan teknologi yang semakin pesat memungkinkan semakin canggihnya alat-alat dalam analisis molekuler. Semua perkembangan itu diharapkan dapat memberikan kemudahan dan analisis yang cepat serta akurat bagi para peneliti. Saya pribadi yakin bahwa teknologi molekuler akan terus berkembang sehingga kita mungkin tidak dapat terus menjangkau semua teknologi yang ada, tetapi diharapkan dapat minimal mengerti teknik-teknik dasar yang tentunya menjadi awal dari perkembangan teknologi tersebut.

Sumber:

http://www.genomicvision.com/technology-molecular-combing.php

http://chem.skku.ac.kr/~skkim/research/Combing-e.htm

http://www.igmm.cnrs.fr/spip.php?rubrique87

By: Tansari Dewi – 100801153


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2021 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php