Rangga Deputra

Ethics, Impacts, and Security 6/11/12

Posted: November 6th 2012

Etika IT

Suatu Teknologi Informasi selalu memiliki sebuah etika dimana sebuah informasi tersebut boleh diakses oleh banyak orang atau tidak boleh diakses adalah kewenangan dari pencipta informasi tersebut.

Pengurangan tenaga manusia yang terjadi di beberapa perusahaan adalah salah satu akibat dari teknologi informasi tersebut, beberapa tenaga manufaktur dapat mengeliminasi banyak segala tenaga manusia, karena kerja mesin akan lebih cepat dan lebih akurat dari manusia.

Bicara soal etika, etika dapat diartikan secara umum sebagai hal hal yang disepakati tentang suatu yang benar dan suatu yang salah atau suatu yang layak dilakukan dan suatu yang tidak layak untuk dilakukan. Sebuah etika juga bisa terbentuk dari sebuah kultur dan kebiasaan dari suatu aturan.

Ada beberapa poin yang berkaitan dengan etika,yaitu:

1.       Privacy

Bagaimana suatu informasi tersebut bisa didapatkan,disimpan dan kemudian dibagikan. Tetapi jika ada data data yang ketika dikumpulkan dan disimpan itu boleh dilakukan? Kembali lagi ke pengertian etika tadi ada beberpa file/data yang memang boleh disimpan dan ada beberapa file/data yang tidak boleh disimpan,mungkin hanya boleh dilihat saja.

2.       Accuracy

Berkaitan dengan keakuratan/keaslian suatu data. Berhubungan dengan etika mengatakan bahwa data/file yang tadi disimpan/dibagikan berasal dari sumber yang benar dan terpercaya.

3.       Property

Berkaitan dengan intelektual properti atau HAKI (Hak Atas Kekayaan Intelektual) dan bagaimana mereka memberikan kompensasi terhadapnya. Contohnya pada copyright yang diharuskan kita membeli lisensinya atau pada penulisan suatu karangan kita harus mencantumkan sumber yang kita ambil.

4.       Accessibility

Hak untuk mengakses suatu informasi tersebut. Tidak semua informasi dapat diakses oleh sembarang orang.

Dalam sebuah privacy informasi itu ada yang disebut dengan Electronic surveillance, berkaitan dengan suatu aksi tentang informasi dapat diawasi dan dapat menjamin informasi tersebut akan terjaga. Didalam sebuah organisasi juga memiliki cara dimana informasi didalamnya hanya dapat teraccess oleh orang yang berhak mengaccess informasi tersebut. Salah satunya dengan menggunakan sebuah password yang hanya dishare ke orang orang yang berhak mengaccess filenya.

Dalam intelektual properti ternyata memiliki beberapa istilah baik itu trade secret (Informasi yang dimiliki oleh seseorng yang tidak akan disharekan kebanyak pihak), patent(Berkaitan dengan penemuan tentang suatu informasi yang biasanya diakui hingga 20 tahun), dan copyright (Berkaitan dengan kepemilikan bukan hanya dari penemuan tetapi juga dari pengembangan).

Berkaitan dengan teknologi informasi bisa jadi suatu organisasi struktur organisasi bisa berubah yang awalnya oragnisasi tersebut memiliki banyak struktur dibawahnya akan dirapihkan menjadi beberapa strukur saja yang fungsinya sama. Menjadikan pengiriman informasi dapat menjadi lebih cepat. Dengan perkembangan teknologi informasi pekerjaan tidak usah dilakukan dikantor,cukup dengan sambungan internet pekerjaan tersebut dapat dilakukan dirumah.

Dengan adanya teknologi informasi suatu pekerjaan juga terkena dampaknya yang dapat mengeliminasikan beberapa pekerjaan tersebut,contohnya adalah travel agent karena sekarang untuk pembelian tiket bisa dilakukan secara online tanpa harus datang dan membeli di agent. Perkembangan informasi dapat memudahkan pekerjaan kita.

Teknologi Informasi juga ada kaitannya dengan sosial, tidak dipungkiri lagi dengan adanya teknologi informasi bisa mengurangi seseorang berinteraksi dengan lingkungannya. Beranggapan bahwa seseorang tersebut bisa melakukan segala pekerjaan tanpa berhubungan dengan keadaan sekitarnya.

Ada 2 hal yang berhubungan dengan ancaman keamanan,yaitu intentional(berkaitan dengan serangan hacker ataupun cracker) dan untentional(berasal dari pihak lain bisa dari kesalahan manusia itu sendiri,bencana alam dan juga bisa dari kesalahan dari komputer itu sendiri).

Nah untuk melindungi teknologi informasi tersebut ada beberapa cara,yaitu:

  • Strategi perlindungan secara umum

Mengontrol dan melindungi data sah yang diakses kedalam sistem dengan fasilitas keamanan serta sumber daya yang memadai

  • Strategi kontrol aplikasi

Kualitas dari input,pengolah dan akses output berjalan dengan baik

  • Strategi kontrol jaringan

Perlindungan data yang biasanya menggunakan firewall juga dapat memantau apakah ada penyusup dalam jaringan tersebut

  • Memverifikasi kualitas melalui audit

Pengecekan sistem menggunakan auditor internal dan eksternal

  • Disaster Prevention and Recovery Plans

Sebuah sistem yang dapat membackup data saat terjadi kejadian mendadak(contohnya bencana alam)


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2021 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php