Rangga Deputra

E-Commerce 30/10/2012

Posted: October 30th 2012

Electronic Commerce

Electronic Commerce atau yang sering disebut sebagai E-Commerce secara kasarnya dapat disebut sebagai transaksi jarak jauh yang menggunakan perangkat elektronik seperti internet. Transaksi tersebut bisa berupa pembelian, penjualan, atau bertukar produk, informasi. Sebenarnya prinsip transaksi ini telah dipikirkan manusia pada tahun 70’an,jauh sebelum internet dibuka komersial. Tetapi sejalan perkembangan jaman, pada tahun 94’an e-commerce mulai diperkenalkan kepublic pada banner-elektronik yang dipakai untuk tujuan promosi dan periklanan di suatu halaman-web (website). Sebuah transaksi juga mencangkup dalam urusan polling dan untuk melamar suatu pekerjaan. Misalnya EFT(Electronic Fund Transfer) dan EDI(Electronic Data Interchange).

Banyak sekali cakupan yang ditangani oleh e-commerce,antara lain:

  1. Advertising : sebuah periklanan disuatu halaman web
  2. Home banking : transaksi pengambilan uang melalui ATM
  3. Shopping : transaksi jual beli online
  4. Providing customer service : mengaktifkan jaringan internet dari suatu penyedia layanan
  5. Conducting an auction : melelang suatu barang antik melalui online

Electronic Commerce dibedakan menjadi 3,yaitu :

a.       Traditional Commerce

Sebuah konsep transaksi yang dimana dalam transaksi ini semuanya berhubungan dengan fisik, ciri cirinya yaitu :

–          Sebuah konsep ekonomi yang terdahulu

–          Semua transaksi dilakukan secara offline

–          Memiliki sebuah toko nyata/tempat dimana ada barang barang yang dijual

–          Bertemu secara langsung untuk melakukan transaksi

Misalnya membeli suatu barang ditoko,penjual dan pembeli bertemu secara langsung dan melakukan transaksi barang dengan uang.

b.      Pure Electronic Commerce

Sebuah konsep transaksi yang dimana dalam transaksi tersebut semuanya berhubungan dengan digital,ciri cirinya yaitu:

–          Sebuah konsep ekonomi yang modern

–          Semua transaksi dilakukan secara online

–          Tidak memiliki toko nyata,hanya memiliki suatu toko virtual

–          Tidak diharuskan untuk bertemu dalam melakukan transaksi

Misalnya membeli suatu barang diinternet,pembayaran bisa dilakukan dengan cara kirim lewat rekening (contohnya paypal) dan barangnya nanti akan segera dikirim.

c.       Partial Electronic Commerce

Sebuah konsep transaksi yang menggabungkan kedua konsep Traditional Commerce dan Pure Electronic Commerce,ciri cirinya yaitu:

–          Melakukan kegiatan transaksi didunia nyata dan dunia virtual

–          Bertemu atau tidak bertemu tetap bisa melakukan transaksi

–          Memiliki toko nyata dan toko virtual

Contohnya adalah bhinneka.com, yaitu sebuah situs jual beli di Indonesia yang memiliki toko virtual dan memiliki toko nyata.

Lanjut untuk yang namanya Electronic Business atau sering disebut dengan E-Business adalah cangkupan yang lebih besar dibandingkan dengan E-Commerce yang meliputi berbagai pelayanan pelanggan online, bekerja sama dengan mitra kerja, melakukan sebuah transaksi elektronik dengan sebuah organisasi besar dll.

Sebuah E-Commerce memiliki beberapa type type yang sering digunakan,salah banyaknya yaitu:

–          Business-to-business EC (B2B)

Sebuah konsep bisnis dapat membantu upaya efisiensi biaya dan bisa mempererat tali silahturahim antar mitra bisnis.

–          Collaborative commerce (c-commerce)

Sebuah konsep yang  mengolaborasikan antar pemasok, pesaing dan pelanggan bisnis.

–          Business-to-consumer EC (B2C)

Sebuah Konsep transaksi yang berhubungan langsung dengan para pembelinya dan antara penjual dan pembeli belum tentu kenal satu sama lain.

–          Consumer-to-businesses (C2B)

Sebuah konsep dimana seorang individu menjual atau melakukan transaksi dengan sebuah oraganisasi.

–          Consumer-to-consumer (C2C)

Sebuah konsep dimana ada sebuah transaksi yang dilakukan antar individu.

–          Intrabusiness (intraorganizational) commerce

Sebuah konsep dimana semua aktivitas transaksi melalui intanet suatu organisasi.

–          Government-to-citizens (G2C) and others

Sebuah konsep dimana pemerintah memberikan pelayanan jasa kepada warga negara.

–          Mobile commerce (m-commerce)

Sebuah konsep yang dilakukan antar user dengan jaringan wireless(telekomunikasi tanpa kabel).

Selain type dari sebuah E-Commerce ternyata ada juga beberapa hal yang dapat mendukung terjadinya sebuah E-Commerce,yaitu:

–          People                                                        : Orang orang yang melakukan transaksi

–          Public Policy                                              : Kebijakan suatu daerah atas E-Commerce

–          Technical standards and protocols  : Teknologi yang ada dan yang dimiliki

–          Business partners                                   : Salah satu faktor yang membuat bisnis market itu ada

–          Support services                                     : Layanan yang digunakan untuk melakukan E-Commerce

Beberapa mekanisme pembayaran yang dilakukan saat melakukan E-Commerce adalah:

–          Electronic checks

E-Checks yaitu Electronic Checks adalah cara pembayaran pembeli dengan cara mengerimkan chek digital dari chek yang asli melalui e-mail yang dapat ditandatangani secara digital

–          Electronic credit cards

Electronic Credit Card atau bisa disebut ECC adalah pembayaran via kartu kredit yang sebenarnya sangatlah efisien tetapi karena banyak terjadi fraud yang besar maka cara ini jarang digunakan

–          Electronic cash in PC

E-Cash yaitu Electronic Cash atau dapat disebut Digital Cash/ Digital Money adalah cara pembayaran dengan cara transfer kesuatu rekening antar komputer dari suatu bank

–          Electronic payment cards with e-cash

Pembayaran dengan cara menggunakan kartu kredit strip magnetik yang dapat menyimpan informasi tentang uang prabayar untuk melakukan transaksi

–          Smart cards

Pembayaran dengan kartu bermikroprosessor yang dapat menyimpan informasi pembayaran lebih banyak

–          Person-to-person payment systems

Pembayaran dengan cara mentransfer uang digital antar individu,contohnya pembayaran dengan paypal

–          Electronic Funds Transfer (EFT)

Pembayaran dengan menstransfer uang elektronik dari dan ke jaringan Telecomm

–          Electronic wallets

E-Wallet yaitu Electronic Wallet adalah pembayaran yang dilakukan dengan cara menyimpan nomor kartu kredit ke hardisk dalam kondisi terenkripsi dengan aman. Pembelian dilakukan pada situs web yang mendukung e-wallet tersebut

–          Purchasing cards

Pembayarn dengan menunjukkan kartu pembeliaanya

Suatu E-Commerce memiliki beberapa kemanan yang berbeda-beda,contohnya ada yang menggunakan enkripsi atau ada juga yang menggunakan primary key dan foreign key, bahkan ada yang menggunakan single key/public key/private key,semuanya itu tergantung dari perusahaan akan menggunakan yang mana. Suatu situs jual beli online itu biasanya menggunakan SSL(Secure Socket Layer) karena setiap data yang pembeli input akan diubah ke kode kode inkripsi dan akan  lebih aman bagi penerbit/pencipta situs tersebut,tetapi SSL ini juga dapat di ‘bajak’ oleh orang yang mengerti tentang kode kode inkripsi tersebut. Selain SSL juga ada yang disebut dengan SET(Secure Electronic Transaction Protocol) yang biasa digunakan pada transfer kartu kredit.

Sekarang saya akan menjelaskan cara pembelian barang secara online

Langkah:

  1. Pembeli membuka situs jual beli online yang telah terkenal dan terjamin
  2. Pembeli memilih produk yang ditawarkan
  3. Pembeli meminta contact dari penanggung jawab situs tersebut
  4. Pembeli melakukan kesepakatan dengan penjual
  5. Setelah deal pembeli menstransfer sejumlah uang ke penjual
  6. Pembeli akan mendapatkan konfirmasi/nota digital tentang pembelian tersebut
  7. Barang akan dikirim kepada pembeli
  8. Barang diterima pembeli

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2021 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php