Radian Satria Panigas

Bab 11 Wireless, Mobile Computing dan Mobile Commerce

Posted: December 9th 2013

Tujuan Pembelajaran :

-Mendiskusikan berbagai jenis perangkat wireless dan media transmisi wireless
-Menjelaskan Bluetooth, Zigbee, Wi-Fi & WiMax.
-Mendiskusikan aplikasi M-commerce
-Mendefinisikan pervasive computing.
-Menjabarkan dua teknologi yang mendasari pervasive computing.
Teknologi Wireless
>Perangkat Wireless  cukup kecil sehingga mudah di bawa atau digunakan, memiliki kemampuan untuk mengerjakan tugas produktif dan bisa berkomunikasi secara nirkabel dengan internet ataupun perangkat lainnya
-Contoh: PDA, cellular phones, smart phones.
-Wireless Application Protocol (WAP) Sebuah standart yg mengijinkan perangkat wireless dengan layar yg kecil, koneksi  bandwidth rendah dan memory terbatas bisa mengakses informasi dan layanan berbasis Web
Internet over Satellite (IOS)
>IOS mengijinkan user Internet melalui GEO satellites dari antena yg terpasang di rumah/lokasi user.
-Hanya tersedia di beberapa area.
-Bisa memiliki propagation delay atau terganggung oleh kondisi sekitar
Wireless Computer Networks dan Internet Access
>IEEE standards untuk wireless computer networks include:
  1. IEEE 802.15 (Bluetooth) for wireless personal area networks  (PANs) and 802.15.4 (Zigbee).
  2. IEEE 802.11 (Wi-Fi) for wireless local area networks (WLANs)
  3. IEEE 802.16 (Wi-Max) for wireless metropolitan area networks (WMANs)
  4. IEEE 802.20 (proposed) for wireless wide area networks (WWANs).

Wireless Local Area Networks (WLANs)

-WLAN membutuhkan transmitter dengan antena, disebut wireless access point,  yg menghubungkan wired LAN atau antena satellite yg menyediakan koneksi Internet.
-Wireless network interface card (NIC) dibutuhkan untuk berkomunikasi secara nirkabel dan built-in radio dan antenna di dalamnya.
-Hotspot  wireless access point yg menyediakan layanan ke beberapa pengguna dalam jangkauan area yg terbatas (up to a couple hundred feet).
Mobile Computing and Mobile Commerce
Mobile computing  mengacu pada real-time, koneksi wireless antara perangkat mobile dan computing environments lainnya, seperti Internet atau intranet dan memiliki 2 karakteristik utamayg membedakan dari jenis komputasi lainnya.
  1. Mobility – user membawa perangkat mobile dan bisa berkomunikasi secara real time dgn sistem lain di mana pun mereka berada.
  2. broad reach– user bisa di hubungi secara mudah saat mereka membawa perangkat mobile ‘terbuka.
 *karakterisitik, mobility dan broad reach, memberikan 5 nilai lebih terkait batasan geografi dan waktu:
-Ubiquity : being present everywhere.
-Convenience : kemudahan
-Instant connectivity : kemudahaan konektivitas
-Personalization: enables the dynamic insertion, customization or suggestion of content

Pervasive Computing

Pervasive Computing (Ubiquitous computing) adalah invisible “everywhere computing” yg ditanam pada objek disekitar kita – lantai, atap, mobil, mesin cuci, microwave oven, cell phones, baju, dsbnya. (e.g., smart home, peralatan cerdas)

Radio Frequency Identification

  • RFID Technology mengijinkan produsen untuk melampirkan tag dengan antena dan chip komputer pada barang dan melacak pergerakannya melalu sinyal radio.
  • Auto-ID menciptakan jaringan yang menghubungkan komputer dengan objek,  sebuah Internet of “things”.
  • “Internet of things” akan menyediakan kemampuan untuk melacak setiap item setiap mereka dipindahkan dari pabrik àrak toko à fasilitas daur ulang
  •  The problem with RFID has been the expense (was).

Wireless Security

Empat ancaman utama
  • Rogue access point adalah unauthorized access point pada jaringan wireless .
  • War driving adalah tindakan mencari akses WLANs sambil mengendari kendaraan.
  • Eavesdropping mengacu pada usaha oleh unauthorized users untuk mengakases data yg sedang “berjalan” melalui jaringan wireless.
  • RF (Radio frequency) jamming adalah ketika seseorang atau sebuah perangkat secara sengaja atau tidak sengaja mengganggu transmisi jaringan nirkabel Anda.
    Solusi terkait ancaman tsb:
  • Mendeteksi access points tidak sah melalui perangkat dari NetStumbler;
  • Memblok SSIDs  (service set identifier) anda;
  • mengenkripsi  transmisi wireless  menggunakan Wi-Fi Protected Access (WPA);
  • Mengetahui siapa yg mengunakan jaringan kita dan apa yg mereka lakukan;
  • Otomatis beralih ke saluran nirkabel yg berbeda saat terjadi gangguan

 

 


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2021 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php