radewips

BREAST CANCER

Posted: May 12th 2014

Mutasi Gen Pada Kanker Payudara

Kanker adalah salah satu penyakit yang paling banyak menyebabkan kematian. Kanker payudara adalah salah satu dari berbagai jenis kanker yang paling sering menyerang wanita. Di Jawa Tengah, jumlah penderita kanker payudara menduduki peringkat pertama mencapai 12.281 kasus (50,74%), dengan populasi penderita tertinggi di Surakarta. Berikut adalah anatomi payudara manusia

Capture

Gambar 1. Anatomi Payudara Manusia (Kresno, 2012)

                                    Beberapa faktor yang menyebabkan kanker payudara adalah riwayat keluarga, umur, riwayat menstruasi dan status menopause, riwayat reproduksi dan menyusui, hormon eksogen, gaya hidup (konsumsi alkohol, obesitas, kebiasaan diet, kurangnya aktivitas fisik, penggunaan dan paparan tembakau), dan paparan radiasi pengion.

  1. Alkohol dapat bertindak secara tidak langsung melalui metabolitnya yaitu asetaldehida utama, suatu karsinogen yang dapat bertindak sebagai bahan mutagen, dan atau sendiri merupakan promotor tumor, menyebabkan peningkatan aktivasi prokarsinogen (Pöschl dan Seitz, 2004).
  2. Peningkatan resiko terkena kanker payudara pada wanita dengan obesitas diakibatkan oleh jumlah estrogen endogen yang lebih tinggi, sebab jaringan adiposa merupakan sumber yang penting dari estrogen (McTiernan et al., 2003).
    1. Konsumsi tinggi lemak terutama lemak jenuh dikaitkan dengan peningkatan resiko kanker payudara. Sementara jenis tertentu dari asam lemak tak jenuh ganda (PUFA), omega-3 PUFA, tampaknya menjadi pelindung (Elahi et al., 2004)

Tanda-tanda awal yang terlihat pada penderita kanker payudara antara lain:

  1. Massa payudara:

Terdeteksi adanya massa payudara adalah keluhan yang paling umum yang membuat wanita mencari nasihat medis. Kuadran luar atas payudara adalah tempat lesi kanker yang paling sering. Kekenyalan massa, ketidakteraturan, perlekatannya pada kulit, dan edema atau retraksi dari kulit di atasnya mengarah pada keganasan (Raina et al., 2005).

  1. Discharge pada puting

Discharge puting spontan, baik dari satu payudara saja, dan terbatas pada satu saluran meningkatkan kemungkinan kanker. Discharge akibat kanker biasanya mengandung darah. Perubahan puting terkait dengan kanker berupa retraksi, infiltrasi langsung, atau penyakit Paget (Margolese et al., 2003).

  1. Perubahan kulit

Retraksi kulit diakibatkan pemendekan ligamen Cooper karena diinfiltrasi oleh kanker. Lesi kulit lainnya termasuk ulserasi kulit dan edema yang mungkin disertai dengan kemerahan. Juga nodul satelit dermal menandakan penyebaran ke kulit (Margolese et al., 2003).

 grstn

Gambar 2. Payudara yang terkena kanker (Margolese et al., 2003).

Pada tulisan ini, akan dibahas pemahaman mengenai aspek gangguan siklus sel dan mutasi gen pada patofisiologi molekuler kanker payudara. Proliferasi sel normal berlangsung melalui suatu siklus sel yang terdiri dari 4 fase yang ditentukan oleh waktu sintesis DNA, yaitu fase G1, fase S, fase G2 dan fase M. Tahun 2001 bahwa diperlukan kelainan cyclin D1 untuk terjadinya kanker payudara. Cyclin D1 memudahkan proliferasi sel kanker payudara. Kerja cyclin D1 secara spesifik adalah menonaktifkan protein retinoblastoma (Rb protein) yang fungsinya mencegah pembelahan sel.

Penelitian klinis agregasi kanker payudara familial mengidentifikasikan setidaknya ada lima sindroma genetik dengan pola dominan autosomal yang berkaitan dengan kanker payudara. Sindrom ini masing-masing memiliki kaitan mutasi genetik yang muncul secara konsisten . Gen-gen yang terlibat termasuk gen BRCA1 dan BRCA2 (sindroma kanker payudara – ovarium 1 dan 2), p53 (Sindroma Li-Fraumeni) , gen ATM (mutasi ataksia telangiectasia), dan PTEN (penyakit Cowden’s) (Ergul and Sazci., 2000 dan Axilbund et al., 2011).

  1. BRCA1 dan BRCA2: Sebuah analisis yang diterbitkan pada tahun 1990 memperlihatkan bahwa ada gen pada kromosom 17 yang mengakibatkan kanker payudara dalam sebuah keluarga dengan beberapa yang melibatkan payudara dan ovarium. Pemetaan genetik selanjutnya dan studi kloning molekuler mengidentifikasikan adanya gen (Kanker Payudara) BRCA1 pada tahun 1994. Identifikasi gen BRCA2 yaitu gen kanker payudara lainnya ada pada kromosom 13, dilaporkan sekitar 1 tahun kemudian. (Brekelmans et al., 2001 dan Egul and Sazci., 2000).
  2. Gen P53 (protein 53kDa): terletak di kromosom 17 pada regio p13.1, mengkodekan faktor transkripsi p53, yang merupakan regulator kunci dari pos pemeriksaan Gl dari siklus sel (De Jong et al., 2002) .
  3. Gen telangiectasia Ataksia (ATM) bermutasi: Ataksia telangiectasia (AT) adalah gangguan resesif autosomal yang ditandai dengan ataksia cerebellar, telangiektasis, cacat imunitas, dan adanya kecenderungan untuk keganasan. Gen ATM mengkode protein yang terlibat dalam kontrol siklus sel dan perbaikan DNA namun gen tunggal pada 11q dapat menyebabkan penyakit (Ergul and Sazci., 2000 dan Axilbund et al., 2011).
  4. Gen PTEN: Mutasi pada gen PTEN(fosfatase dan homologi TENsin) bertanggung jawab menyebabkan penyakit Cowden, yang di samping kanker payudara tampak adanya beberapa hamartomas di kulit dan saluran pencernaan. Gen PTEN, terletak pada kromosom 10Q, mengkode protein tirosin fosfatase dengan homologi tensin. Mutasi somatik pada gen PTEN jarang terjadi pada kanker payudara (Ergul and Sazci, 2000; Axilbund et al., 2011).

Menurut Sotiriou (2009), perkembangan mutakhir pengelolaan kanker payudara dengan pendekatan biologi molekuler dapat dilihat salah satunya pada aspek diagnosis berbasis molekuler. Ada empat klasifikasi molekuler sesuai ekspresi reseptor estrogen (ER), reseptor progesteron (PR), dan reseptor human epidermal growth factor receptor 2 (HER2). Sebagian jenis mutasi penting tersebut adalah:

  1. Mutasi delesi baik pada gen BRCA1 maupun BRCA2 membuat penderita berisiko 4 kali untuk menderita kanker payudara kontralateral.
  2. Mutasi delesi missense pada gen BRCA1 meningkatkan risiko 6 kali untuk menderita kanker payudara kontralateral.
  3. Mutasi splice, frameshift, nonsense pada BRCA1 meningkatkan risiko 4,2 kali menderita kanker payudara kontralateral.
  4. Mutasi splice, frameshift, nonsense pada BRCA2 meningkatkan risiko 3,6 kali menderita kanker payudara kontralateral.

Antisipasi perlu dilakukan agar dapat mengantisipasi kanker payudara. Pemeriksaan fisik payudara meliputi inspeksi dan palpasi payudara dan dinding dada serta kelenjar getah bening aksila supraklavikula. Ini harus dilakukan secara sistemik dan profesional dengan lingkungan yang nyaman dan santai serta menjamin privasi pasien. Pada wanita premenopause yang terbaik diperiksa adalah satu minggu setelah onset haid terakhir mereka, yaitu ketika kekenyalan dan pembengkakan payudara paling minimal (Winchester., 1992).

Humphrey LL, Helfand M, Chan BKS, Woolf SH. Breast cancer screening: A summary of the evidence for the U.S. Preventive Services Task Force. Ann Intern Med. 2002;137:347-60.

Kresno, S.B. 2012. Ilmu dasar onkologi. Badan Penerbit Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Jakarta

Malumbres, M., Barbacid, M. 2009. Cell cycle, CDKs and cancer: A changing paradigm. Nat Rev Cancer (9):153-66

Sotiriou C. 2009. Gene-expression signatures in breast cancer. N Engl J Med. (360):790-800.

Surtees PG, Wainwright NWJ, Luben RN, Khaw KT, Bingham SA. No evidence that social stress is associated with breast cancer incidence. Breast Cancer Res Treat. 2010;120:169-74.


9 responses to “BREAST CANCER”

  1. alfonslie says:

    info yang menarik dan sangat padat mbak sari.. cheers 🙂

  2. debbyrakhmawati says:

    infonnya serem bangettt tp penting terutama untuk perempuan, makasiii

  3. lidiarosariona says:

    waaaaaaah! ngeri. tapi penting banget nih! 😀

  4. gittadiana says:

    Wow..
    Especially, ladies…Pay attention pleaseee..
    Breast cancer is one of the deadliest cancer.

  5. Yudhistira says:

    Sangat informatif dan membangun, semoga masyarakat sadar pentingnya menjaga kesehatan sejak dini

  6. irnams says:

    Menarik , info yg saya sndr baru tau, ngmg2 itu gambarnya ngeri bgt mmg, semakin meningkatkan kesadaran perempuan :(. ttp mmberi info2 menarik lainnya yaaa

  7. radewi says:

    terimakasih teman-teman :d

  8. Vincentius Yafet Winata says:

    Menarik, masyarakat semakin sadar aset berharga harus dijaga sejak dini.

  9. maria says:

    terimakasih infonya mbk..
    waspada sejak dini perlu diterapkan..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2020 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php