ラへル

Si Raptor Endemik dari Flores

Posted: November 30th 2018

Elang Flores (Nisaetus floris) atau dalam bahasa inggris dikenal sebagai Flores Hawk-eagle merupakan salah satu jenis burung pemangsa (raptor) endemik dari Indonesia. Elang Flores memiliki ukuran tubuh sedang, dengan tubuh dewasa berukuran sekitar 55 cm. Bagian kepala Elang Flores memiliki corak bulu berwarna putih dan terkadang mempunyai garis-garis berwarna coklat. Tubuh Elang Flores berwarna coklat kehitam-hitaman, sedangkan dada dan perut ditumbuhi bulu berwarna putih dengan corak tipis berwarna coklat kemerahan. Ekor elang flores berwarna coklat yang memiliki garis gelap berjumlah enam, sedangkan kaki burung endemik ini berwarna putih. Sayangnya Elang Flores yang merupakan raptor endemik Flores ini kini menjadi raptor yang paling terancam punah lantaran populasinya diperkirakan tidak melebihi 250 ekor (IUCN Redlist, 2006) sehingga masuk dalam daftar IUCN Redlist sebagai Critically Endangered (Kritis). Status konservasi dan jumlah populasi ini jauh di bawah Elang Jawa (Spizaetus bartelsi) yang status konservasinya Endangered (Terancam). Berdasarkan Peraturan Pemerintah No.7 Tahun 1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan … Read more


Warna Warni Sungai Kota Solo

Posted: August 22nd 2016

Kota Solo dikenal dengan slogannya yaitu “The Spirit of Java”. Tidak hanya itu Kota Solo juga disebut sebagai Kota Budaya dan Kota Batik. Mengapa disebut Kota Budaya dan Kota Batik? Karena di Solo ada banyak pengerajin/pembuat batik khususnya di daerah Laweyan.Ada 2 jenis batik di Solo yaitu batik cap dan batik tulis. Tak hanya itu, dikota Solo juga sering diadakan acara-acara untuk melestarikan budaya tradisional, misalnya Solo Batik Carnival atau sering dikenal dengan SBC. Dalam acara tersebut diadakan pawai dengan menggunakan kain batik yang digunakan sebagai busananya dengan pernak-pernik yang menarik. Pawai tersebut dilaksanakan di sepanjang jalan Slamet Riyadi. Namun dibalik keindahannya, kota Solo juga menyimpan masalah yang serius. Masalah yang mendominasi di kota yang dikenal sebagai kota Batik dan Budaya ini adalah limbah batik  dari pabrik tekstil yang mengakibatkan pencemaran air sungai. Sumber pencemaran terbesar juga pada limbah rumah tangga dan industri kecil yang masih dibuang ke aliran sungai … Read more



© 2019 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php