PutriDeda's Blog

Aku Kecil dan tak Berdaya, Save me!

Posted: December 2nd 2016

Hellooo teman temam semua, kali ini saya akan membahas tentang aksi konservasi yang akan saya lakukan di beberapa tahun yang akan akan datang..

Spesies yang akan saya pilih yaitu Celepuk Flores (Otus alfredi). Di blog sebelumnya saya sudah membahas tentang celepuk flores ini, tapi kali saya akan membahas tentang aksi konservasi yang akan saya lakukan terhadap burung celepuk yang satu ini..

So keep watching 🙂

Celepuk Flores (Otus alfredi) atau dalam bahasa inggrisnya dikenal sebagai Flores Scop-owl merupakan burung hantu yang bertubuh kecil dan hewan endemik yang berasal dari Flores dengan persebaran yang terbatas. Celepuk Flores ditemukan di dua wilayah yaitu di pegunungan Todo dan Ruteng (gunung Poco Mandasawu dan danau Ranamese yang terletak di sisi barat pulau Flores. Pada tahun 1896 yang pertama kali diidentifikasikan oleh Hartert

250px-Otus_alfrediGambar 1. Celepuk Flores (Otus alfredi)

Klasifikasi dari Celepuk Flores sebagai berikut:

Kingdom: animalia

Filum: Chordata

Kelas: Aves

Ordo: Strigiformes

Famili: Strigidae

Genus: Otus

Ciri – cirinya yaitu badannya berukuran kecil dengan panjang 19-21 cm, bulu tubuhnya didominasi oleh warna merah karat, bagian muka berwarna coklat kemerahan gelap dengan alis putih, telinga, berwarna merah karat, disekitar dahi berwarna bulunya berwarna putih, mahkota berwatna merah karat tanpa garis. Tubuh bagian atas memiliki bulu berwarna merah-karat gelap tanpa garis, sedangkan pada leher bagian belakang terdapat pita putih kecil berbentuk segitiga. Bulu skapular terluar putih berbintik coklat besar. Bulu terbang berwarna merah-karat dan putih dan ekor tidak berwarna. Tubuh bagian bawah putih, dada kadang merah karat. Paruh, iris, kaki, dan cakar berwarna kuning. Celepuk Flores tinggal di hutan pegunungan di Pulau Flores dengan ketinggian lebih dari 1000-1400 meter di atas permukaan laut. Daerah distribusinya sangat terbatas dan sempit, dengan kisaran luas hanya 450 km2 saja. Populasinya diperkirakan hanya berkisar antara 250-2499 ekor burung dewasa atau setara dengan 370-3,800 individu secara total. Banyak habitat dibawah ketinggian 1.300 m telah hancur, sehingga banyak spesies lain yang ikut punah.

floresscopsowl2_j_k_kjaergaardGambar 2. Celepuk Flores

Celepuk flores dikenal hanya dari dua lokasi yang rentangnya sangat kecil dan habitatnya yang telah hilang atau digunakan oleh manusia, maka status konservasi dari celepuk flores yang ditetapkan oleh IUCN Redlist adalah Endangered atau langka. Pada tahun 1988 celepuk flores dalam keadaan terancam, dan pada tahun 2000 sampai tahun 2012 masuk dalam status Endangerd atau langka.

snapshot_2016-12-2_19-0-11

Gambar 3. Status IUCN Celepuk Flores (Otus alfredi)

Habitatnya hancur yang diakibatkan oleh hutan tempat tinggalnya telah digunakan untuk pembangunan jalan, rumah, fragmantasi lahan, pembakaran hutan untuk dijadikan sebagai lahan pertanian, dan pohon-pohonya ditebang untuk kebutuhan manusia. Selain itu, penyebab celepuk flores ini terancam punah karena sering diburu oleh masyarakat sekitar dan dijual dengan harga Rp 150.000 sampai Rp 200.000 per ekornya.

Kenapa saya memilih burung Celepuk Flores sebagai rencana aksi saya untuk dikonservasi? Karena, yang pertama Celepuk Flores ini terdapat di Pulau Flores, jadi dekat dengan tempat tinggal saya, yang kedua karena burung ini jumlahnya di alam semakin menurun karena aktivitas manusia yang menggangu habitatnya.

Rencana aksi yang akan saya lakukan untuk menjaga agar populasi burung celepuk meningkat dan menjaga habitat asli tetap terjaga yaitu:

  1. Meminta izin kepada pemerintah untuk melakukan konservasi terhadap burung Celepuk Flores
  2. Hutan yang menjadi habitatnya diberi batasan dan peraturan. Dimana peraturan tersebut dilarang menebang pohon dan dilarang berburu.
  3. Membuat komunitas pencinta burung untuk melindungi burung Celepuk Flores. Karena di dalam hutan ini juga terdapat spesies burung lainnya.
  4. Memberi penyuluhan atau sosialisasi kepada masyarakat sekitar tentang burung Celepuk Flores bahwa burung ini merupakan burung yang dilindungi dan hampir punah.
  5. Mengajak masyarakat sekitar melakukan reboisasi di sekitar hutan agar habitatnya semakin banyak dan burung ini dapat melakukan reproduksi dengan baik sehingga jumlah populasinya meningkat.
  6. Mengajak keluarga dan teman – teman untuk melakukan aksi konservasi bersama – sama setahun sekali.

Ini rencana aksi saya. Apa rencana aksi kamu untuk menyelamatkan spesies yang hampir punah? Semoga rencana aksi yang sudah direncanakan berjalan baik..

Oke guysss.. itu saja dulu..

Ditunggu komentar dan saran kalian .. Thankyou 🙂

 

Referensi:

BirdLife International. 2001. Threatened birds of Asia: the BirdLife International Red Data Book. BirdLife International, Cambridge, U.K.

www.iucnredlist.org/details/22724396/0


3 responses to “Aku Kecil dan tak Berdaya, Save me!”

  1. desikeon95 says:

    wah burung yang indah,,,sayang kalau burung ini tidak dilindungi,,,
    semangat ya buat konservasinya jangan lupa ajak teman” seangktan FTB untuk konservasinya ya
    apakah dengan pentuluhan saja masyarakat dapat menegrti tentang upaya konservasi itu sendiri bagaimana jika melibatkan masyarakat sekitar secara langsung,,,

  2. Irajumira says:

    Ternyata banyak ya, jenis burung haantu di Indonesia ini. jangan sampek celepuk Flores ini punah ya..
    rencana aksinya bagus, tapi butuh waktu yang lama dan kesabaran serta metode khusus untuk penyuluhan pada masyarakatnya, tetapi tidak apa-apa, seperti pepatah jika ada niat yang kuat maka disitu akan ada jalan. oh iya, kalau boleh tahu aksi konservasi burungnya seperti apa ya ? pembuatan habitat baru atau bagaimana ? terimakasih 🙂 *go save celepuk Flores.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2021 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php