PutriDeda's Blog

Si Kecil Celepuk Flores Terancam Punah

Posted: August 27th 2016

Celepuk Flores (Otus alfredi)

floresscopsowl2_j_k_kjaergaard

              Burung celepuk merupakan burung hantu yang berukuran kecil atau mungil. Di Indonesia, ada beberapa jenis burung Celepuk antara lain Celepuk Wallacea (Otus silvicola), Celepuk Mentawai (Otus mentawi), Celepuk Biak (Otus beccarii), Celepuk Enggano (Otus enganesis), Celepuk Siau (Otus siaoensis), Celepuk Flores (Otus alfredi), Celepuk Sangihe (Otus collari), Celepuk Sulawesi (Otus manadensis), Celepuk Jawa (Otus angelinae), dan Celepuk Simalur (Otus umbra). Nah, yang akan dibahas adalah Celepuk Flores (Otus alfredi), so selamat membaca! 😀

             Celepuk Flores (Otus alfredi) atau dalam bahasa inggrisnya dikenal sebagai Flores Scop-owl merupakan burung hantu yang bertubuh kecil dan hewan endemik yang berasal dari Flores dengan persebaran yang terbatas. Celepuk Flores ditemukan di dua wilayah yaitu di pegunungan Todo dan Ruteng (gunung Poco Mandasawu dan danau Ranamese yang terletak di sisi barat pulau Flores. Pada tahun 1896 yang pertama kali diidentifikasikan oleh Hartert.
250px-Otus_alfredi

Klasifikasi dari Celepuk Flores sebagai berikut:
Kingdom: animalia
Filum: Chordata
Kelas: Aves
Ordo: Strigiformes
Famili: Strigidae
Genus: Otus
Spesies: Otus alfredi

              Burung Celepuk Flores berukuran kecil, dengan panjang antara 19-21 cm. Bulu tubuhnya didominasi warna merah karat, daerah muka berwarna coklat-kemerahan gelap dengan alis putih dan telinga berwarna merah-karat. Bulu di sekitar dahi berwarna putih dan mahkota berwarna merah-karat tanpa garis. Tubuh bagian atas memiliki bulu berwarna merah-karat gelap tanpa garis, sedangkan pada leher bagian belakang terdapat pita putih kecil berbentuk segitiga. Bulu skapular terluar putih berbintik coklat besar. Bulu terbang berwarna merah-karat dan putih dan ekor tidak berwarna. Tubuh bagian bawah putih, dada kadang merah karat. Paruh, iris, kaki, dan cakar berwarna kuning.

              Celepuk Flores tinggal di hutan pegunungan di Pulau Flores dengan ketinggian lebih dari 1000-1400 meter di atas permukaan laut. Daerah distribusinya sangat terbatas dan sempit, dengan kisaran luas hanya 450 km2 saja. Populasinya diperkirakan hanya berkisar antara 250-2499 ekor burung dewasa atau setara dengan 370-3,800 individu secara total. Banyak habitat dibawah dibawah ketinggian 1.300 m telah hancur, sehingga banyak spesies lain yang ikut punah.
celepuk-flores-otus-alfredi-02
Celepuk flores dikenal hanya dari dua lokasi yang rentangnya sangat kecil dan habitatnya yang telah hilang atau digunakan oleh manusia, maka status konservasi dari celepuk flores yang ditetapkan oleh IUCN Redlist adalah Endangered atau langka. Pada tahun 1988 celepuk flores dalam keadaan terancam, dan pada tahun 2000 sampai tahun 2012 masuk dalam status endanger atau langka. Faktor – faktor yang menyebabkan kepunahan adalah akibat hilangnya hutan yang digunakan untuk pembangunan jalan, rumah, dan lain – lain untuk kepentingan hidup manusia. Selain habitatnya hilang, faktor lainnya yaitu, celepuk flores diburu, ditangkap, dan dijual Rp 150.000 sampai Rp 200.000 per ekornya.

             Upaya konservasi yang telah di lakukan adalah membangun Taman Wisata Alam di Ruteng dengan status taman sebagai Cagar Alam. Taman tersebut dibangun sebagai tempat pelestarian hewan langka salah satunya celepuk flores. CITES Apendix II, menunjukan survei nokturnal yang dilakukan untuk tempat pelestarian menggunakan kabut jaring dan vokalisasi di pegunungan Ruteng dan juga hutan Mata Wae Ndeo untuk membangun jangkuan, status, dan syarat ekologi pada area yang dijadikan sebagai tempat pelestarian hewan langka. Area yang dibangun untuk melesatarikan taksa endemik adalah area “mid-altitude” atau area pertengan ke tinggi dihutan semi-evergreen. Area tersebut akan diidentifikasikan dan diberi perlindungan yang ketat agar dapat melestariakan hewan langka khususnya celepuk flores.

Terima Kasih sudah membaca blog saya, :*

Referensi:
BirdLife International. 2001. Threatened birds of Asia: the BirdLife International Red Data Book. BirdLife International, Cambridge, U.K.
www.iucnredlist.org/details/22724396/0


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2021 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php