Category Archives: Nature Watch

Ketak-normalan Warna Bulu

Awal bulan Mei 2020, kampus ‘lock down’, kuliah diselenggarakan secara daring. Punya lebih banyak waktu untuk  jalan-jalan pagi.  Sekawanan kutilang berisik berkicau sambil bertebangan antara pohon di kebun samping rumah.  Seperti biasanya, awalnya saya tida begitu memperhatikan burung yang sangat umum ini.  Namun, ada … Continue reading

Posted in Nature Watch | Tagged , , | Leave a comment

Doa Solidaritas Tran-Spesies

Bapa Paus Fransiskus telah menetapkan 1 September (mulai tahun ini) sebagai World Day of Prayer for the Care of Creation. Setelah membaca berita ini di situs berita Vatikan, saya jadi teringat dengan Gereja Katedral di kota Cairns, kota kecil di … Continue reading

Posted in Nature Watch | Leave a comment

Mengamati Satwa di Candi Prambanan

  Hari masih pagi, matahari pun belum menampakan dirinya. Sekelompok mahasiswa sudah nampak di gerbang Candi Prambanan. Tentunya rombongan yang kepagian untuk berwisata ke Prambanan ini menarik perhatian petugas satpam. “Mengamati burung? Kalau mencari burung itu mas di pasar sebelah” … Continue reading

Posted in Nature Watch | 1 Comment

De-extinction

Lewat novel dan filmnya Juracic Park, Michael Chricton telah menghidupkan kembali dinosaurus yang telah punah 65 juta tahun yang lalu.  Kisah fiksi ilmiah ini telah membangkitkan romantisme  akan reptil raksasa yang pernah mengusai bumi pada jamannya. Saat ini imaji Chricton … Continue reading

Posted in Nature Watch | Leave a comment

Berburu Burung Satek di Tebing Pantai Selatan Jogja

Suara dentuman ombak yang menghempas tebing pantai terdengar keras.  Saya masih asyik mencari posisi yang enak untuk menbidikkan kamera ke lubang tebing karang dimana anakan burung berada.   Angin yang kuat membuat tali karmentel statik – satu-satunya tali pengaman – selalu … Continue reading

Posted in Nature Watch, Uncategorized | Leave a comment

Kepunahan masal keenam

Dalam proses evolusi kehidupan di bumi ini,  telah banyak terbentuk jenis/spesies baru dan juga sebaliknya ada  yang sudah hilang atau punah .  Sehingga kepunahan adalah bagian dari siklus alamiah.  Seperti juga kita lahir, hidup di dunia dan meninggal. “ Untuk … Continue reading

Posted in Nature Watch | Comments Off on Kepunahan masal keenam

Candi Prambanan: pengungsian terakhir bagi Gelatik Jawa

Gelatik Jawa adalah burung tercantik di antara keluarga emprit.  Bulu kepalanya berwarna hitam, dengan bercak putih di pipinya, serta warna abu-abu di dadanya.  Dulu mereka  mudah sekali kita temukan di persawahan.  Sama mudahnya kita menemukan emprit sekarang ini.  Burung gelatik … Continue reading

Posted in Nature Watch | Leave a comment

Earth Hour

Hari ini, mulai pukul 20.30 selama satu jam, janganlah kaget jika kota akan (sebagian) gelap gulita.  Bukan karena PLN sedang menjadwalkan pemadaman listrik, tetapi karena pemerintah kota  atau lembaga lain ikut berpartisipasi gerakan Earth Hour. Kita semua pun diajak untuk … Continue reading

Posted in Nature Watch | Leave a comment

Dari manakah Layang-layang Api berasal?

Para pengamat burung di Jogja melaporkan sekitar enam belas ribu burung Layang-layang Api terhitung dalam pengamatan bulan ini.  Jumlah yang lebih besar dibandingkan yang pernah dilaporkan sebelumnya. Pada bulan yang sama lebih dari sepuluh tahun yang lalu pengamat burung  dari … Continue reading

Posted in Nature Watch | Leave a comment

Bambu gila Banda Neira

Dukun bambu sudah membakar kemenyan di batok kelapa di tangannya.  Asap kemenyan tercium wangi, ditiup sang dukunguntuk memanggil roh leluhur.  Semestinya mambu yang sudah berisi roh leluhur itu bergerak, membawa dan memontang-mating siapapun yang mendekapnya.  Namun, tidak untuk kelompok kami.  … Continue reading

Posted in Nature Watch | Leave a comment