IndoNaturalis

Bahwa Indonesia termasuk megadiversity country, karena  keanekaragaman hayati yang sangat tinggi, sudah banyak yang mengetahuinya.  Namun apakah Anda mengetahui siapa saja yang berperan dalam mengeplorasi dan menelaah keanekaragaman hayati di Indonesia?

Sejarah ekplorasi alam Indonesia, secara ilmiah, tidak terlepas dari kedatangan orang Eropa di wilayah Nusantara.  Ekspedisi kerajaan Portugis lah  yang berhasil pertama kali sampai Maluku pada tahun 1509.  Tujuan mereka adalah untuk mendapatkan akses secara langsung pada rempah-rempah, komoditas yang sangat penting saat itu.  Setelah berhasil dalam ekpedisi rempahnya di Hitu, mereka membuka pos dagang di Solor.  Hampir selama satu abad Portugis berada di kepulauan Maluku.  Pada awal tahun 1600an hegemoninya dikalahkah oleh Belanda.  Pada masa ini pula Spanyol telah menguasai Ternate dan Tidore, dan Inggris mulai juga memulai pengaruhnya di Asia.  Secara ringkasnya, kita semua mengetahui: Belanda hampir tiga setengah abad menguasai wilayah nusantara, dengan masa jeda singkat, ketika Inggris sempat lima tahun mengambil alih.

Cerita di balik ekspansi dagang dan juga militer tersebut, salah satunya adalah peran dari naturalis dalam mengeksplorasi alam nusantara.  Pada pertengahan abad tujuh belas, naturalis pionir yang menonjol adalah Georg Eberhard Rumphius, botanis kelahiran Jerman yang menghabiskan sebagian besar hidupnya di pulau Ambon.  Hasil ekplorasinya tertuang dalam bukunya yang terkenal Herbarium Amboinense.  Tentunya tidak boleh  dilupakan naturalis Inggris, yang sekarang dianggap sebagai co founder teori evolusi, Alfred Russell Wallace.  Pada pertengahan abad 19 Wallace menjelajahi kepulauan Indonesia. Bukunya Malay Archipelago merupakan jurnal perjalannanya di Asia Tenggara, khususnya di nusantara. Namanya diabadikan dalam Wallace Line, garis pembatas daerah biogeografi Asia dan Australia.

Selain kedua tokoh tersebut masih banyak naturalis yang berkarya di Indonesia.  Bukan saja naturalis Belanda, tetapi juga dari naturalis dari negara Eropa lainnya. Diantaranya, yang dari  Belanda: Jacob Cornelis Matthieu (J. C. M.) Radermacher,  Andries Hoogerwerf, Cornelis Gijsbert Gerrit Jan van Steenis

; naturalis Inggris:  Joseph Arnold, John Murray,  Phillip Sclater, Cecil Boden Kloss; naturalis Amerika: Thomas Horsfield M. D; naturalis Jerman: Christian Erich Hermann von Meyer, Salomon Müller; dan naturalis Italia: Tommaso Salvadori.  Siapa mereka dan apa karyanya? Tunggu pada post-post selanjutnya ….:)

This entry was posted in Naturalis. Bookmark the permalink.

Leave a Reply