Strategi Menghadapi Ujian

Selesai libur Paskah masa ujian tengah semester sudah menghadang.  Mau nggak mau pulang kampung, yang punya tentunya :), membawa logistik lebih. Setidaknya buku catatan kuliah atau bahan ajar yang akan diujikan.

Ujian sudah menjadi semacam ritual dan hukumnya wajib. Setidaknya dua kali dalam semester: ujian tengah dan akhir. Beberapa dosen suka juga memberikan tambahan tugas, kuis atau tes-tes kecil lainnya.  Semuanya itu adalah bagian dari proses evaluasi belajar, untuk mengetahui tingkat keberhasilan dan penguasaan terhadap mata kuliah tertentu.  Jadi bukan sesuatu yang luar biasa, bukan?

Namun pasti ada saja yang grogi atau ketakutan saat ujian tiba.  Jika kamu termasuk dalam golongan ini, atau ingin meningkatkan hasil belajar tulisan ini semoga bisa membantu.

SKS ≠ Sistem Kebut Semalam

Kamu mungkin pernah mendengar plesetan SKS menjadi Sistem Kebut Semalam.  Artinya belajar pada malam menjelang hari ujian, sering tidak sempat tidur; karna bahannya banyak, terkadang tidak lengkap dan karena itu mesti cari-cari dulu atau pinjam teman.   Jika ini kebiasaan kamu, nampaknya perlu buka-buka lagi ‘Buku Pedoman Kuliah’.  Simaklah lagi apa pengertian dari SKS yang benar: Satuan Kredit Semester.  Satu SKS tidak hanya mengikuti kuliah selama satu jam. Kamu semestinya melakukan kegiatan mandiri (membaca buku rujukan, memperdalam materi, menyiapkan tugas) 1 – 2 jam; dan juga 1- 2 jam menyelesaikan tugas terstruktur yang diberi dosen. Seandainya semuanya ini kamu jalankan, bisa dijamin waktu kamu tidak akan hilang untuk berburu bahan kuliah pada saat-saat akhir; dan pastilah kamu bisa tidur nyenyak menjelang hari ujian.

 

Jadwal dan tempat ujian

Jadwal dan tempat ujian pastilah sudah diumumkan sebelum masa ujian. Bahkan ada yang sudah diketahui sejak awal semester.  Walau begitu ada saja kejadian, mahasiswa tidak mengikuti ujian karna salah jadwal!  Solusinya: cek dan recek jadwal ujian. Tidak ada salahnya saling mengingatkan diantara teman kuliah. Datanglah 10-15 menit sebelumnya, untuk persiapan fisik dan mental sebelum masuk ruang ujian.

Logistik ujian

Selain alat tulis yang diperlukan (ballpoint, pensil, penghapus), apakah diperlukan peralatan tambahan? Jangan sampai nilai kamu tidak maksimal karena lupa membawa kalkulator atau perlengkapan lain yang diperlukan untuk melakukan hitungan, misalnya.  Ada juga dosen yang memberikan ujian secara open book. Kalau demikain, tentunya kamu perlu menyiapkan ringkasan terkait materi yang diujikan. Buku ajar atau buku teks bisa saja dibawa.  Namun resikonya kamu akan kehababisan waktu untuk membolak-balik halaman buku, mencari jawaban soal ujian.  Lebih-lebih jika kamu belum membaca dengan seksama buku yang kamu bawa.   Selain itu, di UAJY, kamu diwajibkan juga membawa Kartu Mahasiswa.

Saat ujian

Tenang, jangan tegang dan  percaya diri. Itulah kunci untuk menjaga konsentrasi saat ujian.  Untuk mendapatkannya mulailah dengan berdoa, sebelum mengerjakan soal ujian.  Setelah itu cek dulu kelengkapan soal (jumlah halaman, kesalahan cetak). Jika tidak lengkap, segera minta ganti soal yang lengkap kepada pengawas ujian.  Jangan sampai kamu kehilangan nilai, hanya karna soalnya tidak lengkap.

Saatnya kamu mulai mengerjakan ujian. Namun sekali lagi, tenang dan jangan buru-buru. Perhatikan betul petunjuk mengerjakan soal, kesalahan mengikuti petunjuk bisa jadi mengurangi atau bahkan bisa kehilangan nilai.  Langkah selanjutnya: baca dengan cepat seluruh soal. Pilihlah mana yang lebih mudah untuk dikerjakan dulu, baru yang sulit.  Soal yang sulit tentu memerlukan waktu lebih lama, dan membutuhkan lebih banyak energi dan konsentrasi.

Selain itu perlu diperhatikan tipe soalnya, pilihan berganda atau essai, yang tentunya memerlukan strategi menjawab yang berbeda.

Pada pilihan ganda, pada umumnya hanya satu jawaban yang benar dan jawaban lainnya adalah distractor. Jika sudah jelas salah, langsung abaikan distractor itu. Jika kamu tidak tahu jawabannya, tebak saja pilihan yang terbaik. Tentunya kalau tidak ada nilai hukuman pada jawaban yang salah; jika ada nilai hukuman lebih baik tidak usah dijawab.

Untuk soal essai, diperlukan proses lebih panjang.  Sekali lagi cermati soalnya, Pikirkan jawaban sebelum menulisnya.  Buatlah kerangka atau pokok-pokok jawaban, bisa menggunakan mind mapping .  Tuliskan pokok-pokok jawaban tersebut secara runtut, dengan kalimat yang singkat dan jelas.  Tambahkan detil jika diperlukan, namun jangan menambah apa yang tidak diminta dalam soal.

Tahap terakhir adalah memeriksa dan membaca kembali jawabann kamu. Koreksi jika memang kamu benar-benar yakin perlu dikoreksi. Ingat, biasanya jawaban pertama kamu cenderung benar.

Tutuplah dengan doa: beryukur dan berterimakasih padaNya.

Selamat ber-ujian.  

This entry was posted in Study Skills. Bookmark the permalink.

Leave a Reply