The Voice of Nature

Doa Solidaritas Tran-Spesies

Posted: September 2nd 2015

Bapa Paus Fransiskus telah menetapkan 1 September (mulai tahun ini) sebagai World Day of Prayer for the Care of Creation. Setelah membaca berita ini di situs berita Vatikan, saya jadi teringat dengan Gereja Katedral di kota Cairns, kota kecil di Far-North Queenlands, Australia. Di seluruh jendela di dinding atas Katedral ilustrasi penciptaan dalam mosaik kaca sangat unik dan indah. Mosaik itu menggambarkan awal pembentukan jagad raya, bumi, dan kehidupan di bumi. Seluruh kehidupan ciptaan Tuhan diilustrasikan dalam gambar mosaik kehidupan lautan – di Great Barier Reef dan daratan – savana sampai sisa hutan tropis Gonwana-benua awal. Mosaik itu sepertinya sengaja dibuat demikian, agar setiap kita mengunjungi dan berdoa di gereja itu, kita akan selalu diingatkan atas kekayaan dan keindahan ciptaan Tuhan di bumi ini. Bahkan, jika Anda mau, setiap misa kedua Minggu pagi ada ‘tour program’ secara virtual dengan narator Romo Uskup sendiri. Maklum Cairns merupakan salah satu distinasi wisata … Read more


Mengamati Satwa di Candi Prambanan

Posted: February 5th 2015

  Hari masih pagi, matahari pun belum menampakan dirinya. Sekelompok mahasiswa sudah nampak di gerbang Candi Prambanan. Tentunya rombongan yang kepagian untuk berwisata ke Prambanan ini menarik perhatian petugas satpam. “Mengamati burung? Kalau mencari burung itu mas di pasar sebelah” kata petugas tersebut sambil menunjuk pasar burung di selatan kompleks candi ini. Mengamati burung di Candi Prambanan? Mungkin Anda sama herannya dengan Pak Satpam tadi. Bukankan ke Candi itu untuk mengagumi atau mempelajari peninggalan arkeologi, relief di dinding yang bertutur sejarah atau kisah tertentu atau patung-patungnya? Ya, itulah yang dilakukan sekelompok mahasiswa yang suka mengamati burung (bird watching) di kompleks Candi Prambanan. Berbekalkan teropong atau binokuler mereka mencermati setiap tanda-tanda kehadiran burung di pepohonan sekitar candi atau di bangunan candi. Sesekali mereka berdebat tentang jenis apa yang mereka temukan, sambil mencocokan burung temuannya dengan buku pintar pengenalan jenis burung. Diantaranya bahkan memanfaatkannya untuk memenuhi tugas akhirnya, melakukan penelitian untuk skripsi. … Read more


IndoNaturalis

Posted: May 2nd 2013

Bahwa Indonesia termasuk megadiversity country, karena  keanekaragaman hayati yang sangat tinggi, sudah banyak yang mengetahuinya.  Namun apakah Anda mengetahui siapa saja yang berperan dalam mengeplorasi dan menelaah keanekaragaman hayati di Indonesia? Sejarah ekplorasi alam Indonesia, secara ilmiah, tidak terlepas dari kedatangan orang Eropa di wilayah Nusantara.  Ekspedisi kerajaan Portugis lah  yang berhasil pertama kali sampai Maluku pada tahun 1509.  Tujuan mereka adalah untuk mendapatkan akses secara langsung pada rempah-rempah, komoditas yang sangat penting saat itu.  Setelah berhasil dalam ekpedisi rempahnya di Hitu, mereka membuka pos dagang di Solor.  Hampir selama satu abad Portugis berada di kepulauan Maluku.  Pada awal tahun 1600an hegemoninya dikalahkah oleh Belanda.  Pada masa ini pula Spanyol telah menguasai Ternate dan Tidore, dan Inggris mulai juga memulai pengaruhnya di Asia.  Secara ringkasnya, kita semua mengetahui: Belanda hampir tiga setengah abad menguasai wilayah nusantara, dengan masa jeda singkat, ketika Inggris sempat lima tahun mengambil alih. Cerita di balik … Read more


Hibah Penyelenggaraan Seminar Internasional

Posted: April 10th 2013

Jika akan menyelenggarakan konferensi internasional antara bulan Juli – September 2013. Ini ada beriti bagus: Diklitabmas membuka kembali peluang Hibah Dana Penyelenggaraan Konferensi Internasional untuk tahun 2013.  Cukup besar dana yang disediakan: sampai Rp.200.000.000,- (duaratus juta rupiah). Ayo buruan, proposal teknis dan rencana anggaran biaya (RAB) diterima oleh Ditlitabmas selambat-lambatnya pada hari Jumat tanggal 3 Mei 2013.  Penetapan dan pengumuman pemenang dilakukan selambat-lambatnya pada hari Jumat tanggal 31 Mei 2013.  Informasi detil tentang hibah ini bisa dilihat pada Panduan-Pelaksanaan-Hibah-International-Conference-2013. Selamat  ‘berburu’ :).


De-extinction

Posted: April 4th 2013

Lewat novel dan filmnya Juracic Park, Michael Chricton telah menghidupkan kembali dinosaurus yang telah punah 65 juta tahun yang lalu.  Kisah fiksi ilmiah ini telah membangkitkan romantisme  akan reptil raksasa yang pernah mengusai bumi pada jamannya. Saat ini imaji Chricton tinggal menunggu waktu saja. Teknologi kloning sudah cukup maju untuk mewujudkannya. Para ahli genetik dan bioteknologi dari Spanyol dan Perancis telah berhasil mengklon kambing liar  yang sudah punah.  Dari kambing liar terakhir yang punah pada tahun 1999,  selnya diklon ke sel telur kambing. Salah satu klonnya berhasil lahir,  namun sayang hanya menghirup udara selama 10 menit. Di Amerika juga sudah ada upaya untuk awapunah- (padanan dari de-extiction , yang digunakan National Geographic Indonesia ) burung merpati penumpang.  Ahli-ahli di Australia sangat bersemangat untuk menghidupkan lagi Tasmania tiger.  Sebelum mencapai target tersebut mereka telah mengembangan teknologi dan berhasil mendapatkan kembali embrio katak eram mulut  yang telah punah.  Ahli-ahli di Asia juga … Read more


Strategi Menghadapi Ujian

Posted: March 29th 2013

Selesai libur Paskah masa ujian tengah semester sudah menghadang.  Mau nggak mau pulang kampung, yang punya tentunya :), membawa logistik lebih. Setidaknya buku catatan kuliah atau bahan ajar yang akan diujikan. Ujian sudah menjadi semacam ritual dan hukumnya wajib. Setidaknya dua kali dalam semester: ujian tengah dan akhir. Beberapa dosen suka juga memberikan tambahan tugas, kuis atau tes-tes kecil lainnya.  Semuanya itu adalah bagian dari proses evaluasi belajar, untuk mengetahui tingkat keberhasilan dan penguasaan terhadap mata kuliah tertentu.  Jadi bukan sesuatu yang luar biasa, bukan? Namun pasti ada saja yang grogi atau ketakutan saat ujian tiba.  Jika kamu termasuk dalam golongan ini, atau ingin meningkatkan hasil belajar tulisan ini semoga bisa membantu. SKS ≠ Sistem Kebut Semalam Kamu mungkin pernah mendengar plesetan SKS menjadi Sistem Kebut Semalam.  Artinya belajar pada malam menjelang hari ujian, sering tidak sempat tidur; karna bahannya banyak, terkadang tidak lengkap dan karena itu mesti cari-cari dulu … Read more


be a smart student

Posted: March 28th 2013

Untuk menjadi sarjana  semestinya cukup waktu empat tahun. Kurikulum dari semua program studi strata 1 di universitas atau sekolah tinggi sudah dirancang demikian.  Namun dalam prakteknya, tidak banyak mahasiswa yang berhasil menyelesaikan studinya tepat waktu. Tentunya banyak faktor yang menyebabkan kondisi tersebut: bangun kurikulum, proses pembelajaran, sarana pendukung, dosen dan mahasiswa.  Pada tulisan ini saya akan membatasi pada faktor terakhir, mahasiswa. Apakah yang perlu disiapkan untuk bisa menyelesaikan studinya tepat waktu dengan hasil yang memuaskan? Ketika kita sekolah dari sekolah dasar sampai sekolah menengah atas, telah diajarkan menjadi pekerja keras.  Jadwal dan disiplin ketat, serta disertai banyak pekerjaan rumah.   Selain itu pengawan dan  bimbingan guru selalu melekat.  Kondisi tersebut berubah total saat studi di perguruan tinggi.  Jadwal kuliah memang ketat juga, namun pengawasan dosen tidaklah seketat saat sekolah, bukan? Demikian juga dengan tugas-tugas.  Perbedaan yang mencolok adalah soal kemandirian.  Studi di pertguruan tinggi adalah pendidikan untuk orang dewasa. Karenanya diasumsikan  … Read more


Konservasi Keanekaragaman Hayati Indonesia

Posted: March 28th 2013

Indonesia – megadiversity country   Di Indonesia kita bisa menemukan keanekaragaman hayati yang sangat tinggi. Tipe ekosistemnya sangat beragam, setidaknya ada 47 tipe ekosistem. Misalnya di Papua saja  bisa kita temukan ekosistem gunung bersalju (Pegunungan Jayawijaya) dan padang rumput alpin,  hutan hujan tropika di dataran rendah, padang lamun dan terumbu karang di daerah pesisir. Pada tingkat spesies atau jenis organisme, Indonesia memiliki 10% spesies tumbuhan berbunga yang ada di dunia, 12% binatang menyusui  (mamalia), 16% reptil dan amfibi, 17% burung, 25% ikan dan 15% serangga (Tabel1). Selain itu tingkat endemisme juga tinggi. Dari 500-600 spesies mamalia, 36% di antaranya endemik. Dari 35 spesies primata, 25% adalah endemik. Dari 78 spesies burung paruh bengkok, 40% endemik. Dari 121 spesies kupu, 44% endemik. Dari 157 jenis bambu, 56%-nya endemik.  Oleh karena itulah Indonesia dikenal sebagai negara Mega Diversity .   Tabel 1. Perkiraan jumlah spesies di dunia dan di Indonesia Takson Indonesia … Read more


Menggugat bias temperate dalam Ekologi Perilaku Burung

Posted: March 27th 2013

Judul Buku    :           Behavioral Ecology of Tropical Birds Pengarang    :           Bridget J. M. Stuchbury Eugene S. Morton Penerbit         :           Academic Press, 2001 Jumlah Hal.  :           165 Daerah tropis memiliki keanekaragaman jenis yang tinggi, misalnya saja lebih kurang 80% jenis burung petengger (passerine bird) hidup dan berbiak di daerah tropis.  Namun barangkali belum banyak yang mengetahui bahwa beberapa teori dalam biologi dan ekologi burung lebih banyak didasarkan pada pengamatan empirik dan pemodelan yang menggunakan jenis burung dari daerah temperate.  Hal ini tidak terlepas dari persebaran ahli yang sebagian besar terkonsentrasi dan melakukan penelitian di daerah temperate di Eropa dan Amerika Utara.  Celakanya, pola perilaku burung, misalnya, yang ditemukan di daerah tersebut selama ini telah dianggap sebagai norma perilaku  umum untuk semua jenis burung.  Apakah jenis-jenis burung di daerah tropis mengikuti norma perilaku umum tersebut? Stuchbury dan Morton dalam bukunya ini tidak sepakat dengan pendapat tersebut.  Di dukung dengan bukti-bukti empirik dari beberapa … Read more


Pendekatan Molekuler dalam Penelitian Burung

Posted: March 27th 2013

many young, often 20-50%, in monogamous species, particularly passerines, are the results of extra-pair fertilizatons     Pendahuluan Temuan tentang besarnya kasus ‘perselingkuhan’ (extra-pair fertilizatons-EPF) pada burung sangatlah menarik, bukan hanya dari sisi hasil kajian ekologi perilaku burung namun juga dari aspek metodologi.  Bagaiamanakah kita bisa memastikan bahwa anak yang diasuh oleh pasangan burung tersebut adalah anak biologis mereka? Pengamatan secara langsung dengan mengikuti setiap perilakunya selama 24 jam sangat sulit untuk dikerjakan. Temuan di atas merupakan hasil penelitian dengan menggunakan pendekatan molekuler. Hasil pengamatan langsung jangka panjang  perilaku  Bald Eagle (Haliaeetus leucocephalus) mengindikasikan bahwa burung ini adalah monogami jangka panjang dan setia dengan pasangannya (Jenkins, 1993). Namun analisis molekuler menemukan bahwa pada Bald Eagle juga terjadi EPF. Penggunaan pendekatan molekuler dalam kajian perilaku kawin burung merupakan salah satu pemanfatan teknik biologi molekuler untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan biologi atau ekologi yang sulit terjawab dengan menggunakan pendekatan yang sudah ada. Pendekatan molekuler juga … Read more



© 2019 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php