Praditacahyaa

Ayo Budidayakan Bruguiera hainesii

Posted: November 30th 2016

Hallo semua, apakah kalian tau tanaman Berus Mata Buaya atau Bruguiera hainesii ?

Berus Mata Buaya atau Bruguiera hainesii adalah jenis mangrove cantik yang terancam punah loh, yuk ketahui tanaman apakah ini dan mengetahui langkah-langkah untuk membudidayakan tanaman ini agar tidak punah J

jdnkja

Gambar 1. Bakau Mata Buaya

Bruguiera hainesii merupakan anggota family Rhizophoraceae. Masyarakat Melayu umumnya mengenalnya sebagai Berus Mata Buaya atau Bakau Mata Buaya. Sedangkan dalam bahasa Inggris di samping penyebutannya menggunakan nama latin, tumbuhan ini acapkali disebut sebagai Eye of the Crocodile atau Orange Mangroves. Umumnya bakau mata buaya tumbuh di tepi hutan mangrove. Pada daerah yang relatif kering dan hanya tergenang air laut beberapa jam sehari saja pada saat terjadi pasang tertinggi. Tumbuhan dengan nama latin Bruguiera hainesii ini tumbuh tersebar mulai dari Indonesia, Singapura, Malaysia, hingga ke Papua Nugini.

Bakau Mata Buaya merupakan jenis pohon bakau. Pohon bakau jenis ini tumbuh cukup tinggi mencapai 30 meter. Batang berdiameter hingga 70 cm. Kulit batang berwarna coklat hingga abu-abu, dengan lentisel besar berwarna coklat-kekuningan dari pangkal hingga puncak. Daun berwarna hijau dengan bentuk elips hingga bulat memanjang dengan ujung daun meruncing. Panjang daun berkisar antara 9 – 16 cm dengan lebar antara 4 – 7 cm.

Bunga tumbuh pada ujung atau ketiak tangkai dengan mahkota berwarna putih dan berukuran panjang antara 7 – 9 mm. Bunga Bruguiera hainesii berambut pada tepi bawah dan agak berambut pada bagian atas cuping. Kelopak Bunga berwarna hijau pucat. Buah hipokotil dengan bentuk cerutu atau agak melengkung dan menebal menuju bagian ujung. Ukuran panjang hipokotil sekitar 9 cm dengan diameter 1 cm.

Berus Mata Buaya tumbuh pada tepi hutan Mangrove, tepatnya di tanah kering yang hanya terkena air laut beberapa kali saja. Wilayah persebarannya tidak diketahui pasti, namun diperkirakan mencapai hingga Papua. Berus Mata Buaya atau Bruguiera hainesii menjadi salah satu jenis tanaman bakau (mangrove) yang sangat langka dan terancam kepunahan di dunia. Jenis pohon bakau yang mempunyai bunga yang cantik dan indah ini oleh IUCN Redlist diberi status konservasi Critically Endangered (Kritis).

Status kritis ini dikarenakan tanaman ini mulai menghilang karena rusaknya pesisir pantai karena aktivitas manusia, lahan yang digunakan sebagai tempat mangrove Berus Mata Buaya ini sudah beralih fungsi menjadi tempat pertambakan udang, dan pembangunan di pesisir pantai lainnya

kjd

Keberadaan tanaman Berus Mata Buaya sudah Critically Endangered (kritis) saya sebagai mahasiswa biology mempunyai action plan untuk membudidayakan Berus mata Buaya secara in vitro. Plan saya yaitu membudidayakan tanaman Berus Mata Buaya dengan melakukan kultur jaringan tanaman menggunakan eksplan daun. Daun yang saya ambil adlah daun Barus Mata Buaya yang ada pada daerah Papua.

Kultur jaringan tanaman merupakan teknik menumbuh kembangkan bagian tanaman, baik berupa sel, jaringan atau organ dalam kondisi aseptik secara in vitro. Teknik kultur jaringan dicirikan dengan kondisi yangaseptik atau steril dari segala macam bentuk kontaminan, menggunakan media kultur yangmemiliki kandungan nutrisi yang lengkap dan menggunakan ZPT (zat pengatur tumbuh), sertakondisi ruang tempat pelaksanaan kultur jaringan diatur suhu dan pencahayaannya (Yusnita,2003).

kjdenhiq

Gambar 2. Budidaya tanaman secara in vitro

Cara kerja untuk melakukan kultur jaringan tanaman menggunakan eksplan kalus daun Berus Mata Buaya, yaitu pertama melakukan sterilisasi ruang penabur. Setelah itu dilakukan sterilisasi eksplan dengan cara gelas beker dengan ukuran 250 ml disiapkan. Setelah itu, ditambahkan dengan larutan detergen. Eksplan daun muda Barus Mata Buaya direndam dalam gelas beker berisi larutan detergen selama 3 hingga 5 menit dengan digojong. Eksplan kemudian dibilas dengan air filtrasi hingga bersih. Bahan untuk kultur dimasukkan ke dalam ruang penabur. Daun direndam dengan alkohol 45% selama 5 menit kemudian direndam dengan akuades steril selama 5 menit, dilanjutkan dengan direndam larutan clorox 45% selama 3 menit. Daun Barus Mata Buaya kemudian dibilas dengan akuades steril sebanyak 3 kali, dan dilanjutkan dengan penanaman eksplan.

Eksplan daun dibuang bagian pinggirnya dengan menggunakan skapel dan blade kemudian diambil bagian yang terdapat tulang daun. Potongan eksplan diambil ±30 potong (3 eksplan/botol) dengan ukuran  1x1cm. Sebanyak 3 potong eksplan ditanam ke dalam medium dengan posisi terbalik dan diatur membentuk segitiga. Mulut botol kultur dibungkus menggunakan alumunium foil, lalu dibungkus kembali dengan plastik wrap dan diletakkan di dalam rak kultur. Setelah itu, dilakukan pengamatan secara berkala untuk mengetahui kondisi pertumbuhan dan perkembangan eksplan.

Saya juga ingin mengajak lembaga konservasi ex-situ, yaitu Kebun Raya Bogor untuk bekerjasama melakukan perbanyakan tanaman Berus Mata Buaya dengan cara melakukan kultur jaringan kemudian ditempatkan pada kawasan Kebun Raya Bogor yang bertujuan agar masyarakat mengetahui adanya tanaman Berus Mata Buaya ini dan pentingnya untuk menjaga dan melestarikan tanaman ini.

Seperti itulah action plan yang akan saya lakukan. Saya mengetahui cara perbanyakan tanaman secara in vitro sangatlah sulit, tetapi dengan semangat yang ada kita bisa melakukannya asal ada niat yang baik untuk kebaikan kedepannya demi kelestarian tanaman Indonesia.

klwjl

Referensi :

https://alamendah.org/2013/11/15/berus-mata-buaya-bruguiera-hainesii-bakau-cantik-langka/

Yusnita2003. Kultur Jaringan Cara Memperbanyak Tanaman Secara Efisien. Agromedia Pustaka, Jakarta.

 


11 responses to “Ayo Budidayakan Bruguiera hainesii”

  1. barbietav says:

    I love the blog! it gave me so many information about Brugiera hainessii! Secara keseluruhan blog bagus namun lebih baik jika gambar diperbanyak, keep it going tho!

    • praditacahyaa says:

      @barbietav terimakasih ita atas kunjungan dan komennya. Terimakasih juga atas sarannya untuk lebih baik kedepannya

  2. Agathaivana says:

    Wah menarik nih artikelnya, hmm semoga ilmu kultur jaringan yang didapat di bangku kuliah bisa benar-benar diterapkan untuk membantu konservasi tanaman ini ya

  3. yashintas says:

    sangat jelas menenai apa yang akan dilakukan, tetapi setelah dihasilkan planlet apa aksi selanjutnya?

    • praditacahyaa says:

      @yashintas terimakasih ya shinta telah berkunjung untuk membaca blog saya. Apabila telah jadi planlet maka tanaman ini akan ditanam didaerah pesisr pantai untuk mencegah erosi sesuai dengan fungsinya

  4. ngatini19 says:

    Haloo juga cabee, secara keseluruhan menarik good!! LANJUTKAN!
    Tapi aku mau nanya, keunggulan ato keistimewaan dari si pohon Berus Mata Buaya ini sendiri apa ya sampai kau ingin melestarikannya? tq

    • praditacahyaa says:

      @ngatini19 terimakasih ngatini telah berkunjung untuk membaca artikel saya. Keunggulan tanaman ini sama seperti mangrove lainnya, terutama dapat mencegah erosi sehingga saya ingin melestarikannya karena sekarang jarang sekali ditemukannya mangrove yang sudah diahli fungsikan sebagai tempat pertambakan udang maupun tempat yang bersifat ekonomi.

  5. AprilianiTheodora97 says:

    aksi konservasi yang sangat sesuai dengan bidang biologi.. semoga aksi yang anda rencanakan ini dapat dilaksanakan dengan baik sehingga tanaman Bruiguiera hainesii yang cantik ini dapat terselamatkan dari ancaman kepunahan…

  6. lidya kristanti says:

    Halo Pradita! Topik yg km angkat menarik nih, action plan km jg menarik. Kira-kira untuk jangka panjang setelah pengkulturan, apakah sudah terpikirkan utk lahan di daerah mana yg akan km tanami bibit mangrove hasil kultur jaringannya selain di kebun raya bogor? Mengingat penyebab berkurangnya populasi mangrove ini karena rusaknya habitat aslinya.. Mungkin seperti di pesisir pantai selatan jawa atau utara jawa.. Terima kasih!

  7. mariadyahayu says:

    Wah menarik sekali aksinya dan sesuai sekali dengan bidang biologi. Semoga aksinya dapat berjalan dengan lancar ya dan dapat berhasil, supaya si Bruguiera hainesii dapat terhindar dari ancaman kepunahan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2019 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php