Praditacahyaa

Anggrek Kantung (Paphiopedilum Kolopakingii Fowlie) Si Cantik yang Terancam Punah

Posted: August 27th 2016

Anggrek Kantung (Paphiopedilum Kolopakingii Fowlie) Si Cantik yang Terancam Punah

Bunga anggrek kantung memiliki nama latin Paphiopedilum Kolopakingii Fowlie dan hanya tumbuh di daerah lembab. Meski termasuk dalam jenis anggrek, dan memiliki kesamaan dengan Paphiopedilum Topperi Braem dan Mohr, namun bentuknya yang unik menjadikannya sangat berbeda dari tumbuhan satu Familinya. Anggrek kantung (Paphiopedilum Kolopakingii Fowlie) yang merupakan carniflora dengan tabung besar, berwarna coklat, dan ujung daun menjuntai ditemukan di hutan Sanggu (Firmansyah, dkk., 2003).

anggrek-paphiopedilum-kolopakingii-3

Gambar 1. Anggrek Kantung (Paphiopedilum Kolopakingii Fowlie).

Berdasarkan klasifikasi ilmiah, Anggrek Kantung termasuk dalam :

Kerajaan : Plantae

Divisi : Magnoliophyta

Kelas : Liliopsida

Ordo : Asparagales

Famili : Orchidaceae

Genus : Paphiopedilum

Spesies : Paphiopedilum Kolopakingii Fowlie

anggrek-kasut-hijau-paphiopedilum-javanicum-3

Gambar 2. Anggrek Kantung (Paphiopedilum Kolopakingii Fowlie).

Anggrek Kantung Kolopaking mempunyai daun hijau tua dengan bentuk seperti pita membulat pada ujungnya. Panjangnya dapat mencapai sekitar 20 sampai 80 sentimeter dengan lebar lima sampai 12 sentimeter. Dalam satu tandan, terdapat lima sampai 19 kuntum dengan paduan warna kuning dan hijau. Bunganya memiliki kelopak berwarna putih berpadu garis-garis coklat merah dan coklat tua pada bagian urat. Ukuran bunga mencapai delapan hingga 16 sentimeter.

Bunga jenis ini hanya tumbuh di Kalimantan Tengah. Paphiopedilum Kolopakingii Fowlie tumbuh di bebatuan berlumut, tepatnya di tepi tempat lembap dengan ketinggian 600 sampai 1100 meter dari permukaan laut. Wilayah persebarannya sangat sempit, hanya sebatas Kalimantan Tengah saja. Tanaman anggrek ini dapat ditemukan di hutan Sagu, Kalimantan Tengah saja.

download

Gambar 3. Hutan Sagu, Kalimantan tengah.

Kalimantan merupakan pulau terbesar ketiga di dunia. Pulau ini dipertimbangkan sebagai pulau buah-buahan tetapi bisa juga disebut sebagai pulau anggrek. Menurut Chan dkk,  (1994) telah memperkirakan bahwa 2.500-3.000 jenis anggrek terdapat di Kalimantan atau 75% dari tumbuhan anggrek Malesian. Dari angka ini, 30-40% di antaranya diperkirakan merupakan endemik di pulau ini. Menurut Chan et al. (1994),  mencatat lebih dari 1.400 jenis anggrek terdapat di Kalimantan.

NewMapKalteng

Gambar 4. Daerah Penyebaran Anggrek Kantung (Paphiopedilum Kolopakingii Fowlie) di Kalimantan Tengah 

Kelangkaannya disebabkan oleh perusakan habitat dari perluasan lahan, kebakaran hutan, dan perburuan liar. Akibatnya Anggrek Kantung Kolopaking terdaftar pada IUCN Redlist dalam status konservasi tingkat keterancaman tinggi (Critically Endangered). Spesies anggrek spesifik Kalimantan Tengah dikhawatirkan akan punah sehubungan dengan pembukaan hutan untuk area perkebunan dan pemukiman transmigrasi. Punahnya anggrek di Kalimantan Tengah juga dapat disebabkan oleh perluasan industri kayu. Sebagai upaya pelestarian plasma nutfah tanaman anggrek di Kalimantan Tengah dilakukan eksplorasi dan karakterisasi (Firmansyah., dkk, 2003).

Tanaman anggrek kantung ini terancam punah juga disebabkan karena adanya laju deforetasi hutan, kebakaran hutan, dan perburuan dan perdagangan ilegal. Sungguh amat disayangkan jika anggrek secantik ini akhirnya punah. Tak hanya itu saja, dihabitat aslinya pun tanaman ini memang terancam kepunahan akibat laju deforestasi hutan yang berkembang, kebakaran hutan yang kerap melanda hingga perburuan dan perdagangan illegal.

Tumbuhan anggrek hasil eksplorasi merupakan jenis anggrek yang umum terdapat di hutan Sanggu, Kalimantan Tengah. Pengelolaan yang baik sangat penting dilakukan untuk perlindungan jangka panjang terhadap anggrek-anggrek yang saat ini tidak terancam, tetapi kelangkaannya meningkat di masa yang akan datang. Untuk itu, hutan dipertocarp di Kalimantan Tengah harus tetap terpelihara dari penebangan, kebakaran, dan pengrusakan (Firmansyah, dkk., 2003).

Konservasi yang dilakukan pada tanaman anggrek kantung bersifat aktif (konservasi ex situ), yaitu memindahkan tanaman anggrek dari tempat asalnya ke lingkungan yang baru atau tempat pemeliharaan baru, sehingga keanakaragaman plasma nutfah dapat dipertahankan dalam kebun koleksi dan pot-pot pemeliharaan (Firmansyah, dkk., 2003). Tanaman anggrek kantung ini merupakan tanaman yang dilindungi dan dilakukan konservasi di  Kebun raya Bogor yang merupakan tempat konservasi bagi tanaman langka dan terancam punah. Convention on International Trade in Endangered (CITES) yang tertuang dalam Apendiks I, juga turut menyatakan bahwa tumbuhan ini langka dan patut dilestarikan. Oleh karena itu, Anggrek Kantung Kolopaking dilarang untuk diperjualbelikan dalam bentuk apapun.

bkioC7Bbzm

Gambar 5. Konservasi Tanaman Anggrek Kantung (Paphiopedilum Kolopakingii Fowlie) di Kebun Raya Bogor, Indonesia.

Tanaman Anggrek Kantung (Paphiopedilum Kolopakingii Fowlie) sudah masuk ke dalam daftar tanaman dengan keterancaman tinggi menurut IUCN. Hal ini disebabkan karena tanaman anggrek ini memiliki harga jual tinggi sehingga dapat diperjualbelikan secara bebas dan dapat  di ekspor ke luar negeri secara illegal. Maka dari itu, marilah kita lestarikan tanaman endemik Kalimantan Tengah ini demi keanekaragaman tanaman di Indonesia.

unnamed

Semoga artikel ini bermanfaat bagi kita semua. Don’t forget to thumbs up dan comment ya, Thank you.

Sumber :

Chan, C. L., A. Lamb, P. S. Shim, and J. J. Wood. 1994. Orchid of Borneo Vol I: Introduction and Selection of Taxa. The sabah Society and The Royal Botanic Gardens, Kew.

Firmansyah, M. A., Galingging, Y.R., Krismawati, A., dan Sabran, M. 2003. Eksplorasi dan Karakterisasi Tanaman Anggrek di Kalimantan Tengah. Buletin Plasma Nutfah 9 (1): 1-6.

 


One response to “Anggrek Kantung (Paphiopedilum Kolopakingii Fowlie) Si Cantik yang Terancam Punah”

  1. Maria Meita Purnasari says:

    Artikel yang menarik khususnya tentang keanekaragaman anggrek. Saya tidak menyangkan ada anggrek yang memiliki kantung seperti itu. Terimakasih atas infonya 🙂 (85/10)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2019 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php