Elisabeth Novita

Si Monyet Hidung Panjang

Si moyet hidung panjang atau bekantan merupakan spesies endemik yang mendiami hutan mangrove Kalimantan di pulau Borneo (Indonesia, Malaysia dan Brunei). Hidup selalu berkelompok, dengan minimal jumlah 10 sampai 32 ekor, monyet ini menghabiskan sebagian hidupnya bergelantungan di atas pohon. Kemampuan mereka untuk “hinggap” dari satu pohon mangrove ke pohon mangrove lainnya juga sangat baik, sehingga Bekantan mampu “kabur” ke atas pohon, jika dirinya merasa terancam. Jantan yang menginjak remaja akan keluar dari kelompok one-male dan bergabung dengan kelompok all-male. Hal ini dimungkinkan sebagai strategi Bekantan untuk menghindari terjadinya inbreeding (perkawinan sekerabat).

Bekantan dapat berenang dengan baik dari satu pulau ke pulau lainnya. Bekantan memiliki selaput pada sela-sela jari kakinya untuk menunjang berenang. Bekantan juga dapat menyelam dalam beberapa detik, sehingga pada hidungnya juga dilengkapi semacam katup. Bekantan merupakan satwa endemik yang hanya hidup di Pulau Borneo, terutama di pinggiran hutan dekat sungai, hutan rawa gambut, hutan rawa air tawar, hutan mangrove dan kadang-kadang sampai jauh masuk ke daerah pedalaman.

Bekantan aktif pada siang hari dan umumnya dimulai pagi hari untuk mencari makanan berupa daun-daunan dari pohon rambai/pedada (Sonneratia alba), ketiau (Genus motleyana), beringin (Ficus sp), lenggadai (Braguiera parviflora), piai (Acrostiolum aureum), dan lain-lain. Pada siang hari, Bekantan menyenangi tempat yang agak gelap/teduh untuk beristirahat. Menjelang sore hari, dia akan kembali ke pinggiran sungai untuk makan dan memilih tempat tidur.

Penyebab kepunahan Bekantan yaitu terus berkurangnya habitat hutan mangrove, pengembangan perkebunan kelapa sawit, pengembangan industri pesisir, pengembangan kompleks perumahan besar di sepanjang pantai dan pinggiran sungai. Adapun upaya konservasi salah satunya sungai berperan penting bagi bekantan karena bekantan selalu menggunakan pohon yang berada di tepi sungai sebagai pohon tidurnya, selain itu pohon tepi sungai berfungsi untuk melindungi tepi sungai dari ancaman erosi. Penanaman disepanjang sungai akan memberikan sumber pakan bekantan. Penanaman hutan mangrove agar bekantan dapat hidup disitu dan kawasan tersebut harus dilindungi agar bekantan aman tidak diburu untuk dijadikan obat. Mari kita selamatkan si Monyet Hidung Panjang ini agar generasi berikutnya dapat tetap melihat satwa yang lucu dan unik ini.

Blog Terbaru

© 2018 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php