Oswaldia Roga

Kearifan Lokal: KEBEKOLO

Posted: June 16th 2013

Kebekolo, teknik konservasi lahan di NTT

Kebekolo merupakan barisan-barisan tumpukan kayu atau ranting yang disusun atau direntang memotong lereng perbukitan pada lahan kering. Kebekolo ini merupakan suatu teknik pertanian yang dilakukan oleh warga Ende Flores Nusa Tenggara Timur (NTT), dalam menghadapi masalah yang berkaitan dengan rentannya kejadian longsor mengingat topografi dari tanah NTT yang memiliki kecuraman tinggi dan merupakan daerah perbukitan. Selain itu top soil dari tanah wilayah NTT tergolong dalam top soil tipis, sehinggaa rentan terhadap kejadian longsor.

Jarak antara tumpukan satu dengan tumpukan lain dibuat semakin rapat jika tingkat kemiringan lahan kering tersebut semakin tinggi. Teknik kebekolo ini sangat efektif menahan erosi tanah permukaan. Namun kelemahan dari kebekolo adalah teknik ini tergantung pada ’umur’ tumpukan kayu dan ranting tersebut. Bila kayu atau ranting yang digunakan sudah menjadi lapuk atau membusuk lalu rapuh dan hancur, tentunya teknik ini menjadi tidak efektif untuk menahan erosi. Resikonya para petani harus secara periodik mengganti tumpukan kayu atau ranting yang telah membusuk tersebut.

Balai Penelitian Tanah (Balittanah) dan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) NTT melakukan penyempurnaan terhadap kebekolo dengan menanam tanaman konservasi di sepanjang barisan kebekolo. Tanaman ini berupa legum, rumput pakan ternak, lamtoro, dan vetiver (akar wangi).Tanaman legum termasuk legum pohon umumnya memiliki kemampuan untuk mengikat nitrogen bebas dari udara melalui simbiosa antara Rhisobium dengan bintil akar yang dihasilkan oleh tanaman legum. Hal ini berdampak meningkatnya kandungan N tanah. Penanaman tanaman konservasi tersebut akan menghasilkan pangkasan berupa hijaun yang bisa dimanfaatkan sebagai pakan ternak maupun sebagai pupuk hijau. Sedangkan dahan dan rantingnya dapat dimanfaatkan sebagai pengganti kebekolo yang sudah membusuk atau lapuk. Manfaat lainnya untuk penanaman tanama leguminosa ialah pada kerapatan tertentu tanaman sudah dengan sendirinya menahan erosi sehingga penggantian kebekolo yang sudah busuk atau lapuk tidak diperlukan lagi.

Teras kredit dari penanaman tanaman konservasi

Teknik kebekolo ini diperkirakan akan terus berlanjut karena sangat praktis, efisien, dan cukup murah untuk dilakukan oleh masyarakat pertanian. Apalagi telah ada sentuhan-sentuhan teknologi dengan penanaman tanaman konservasi. Tentunya membantu masyarakat melangsungkan kehidupannya.

 

Sumber: Warta Penelitian dan Pengembangan Pertanian (2008)


One response to “Kearifan Lokal: KEBEKOLO”

  1. stianita says:

    Apakah pernah timbul masalah antar warga mengenai kebekolo ini?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2021 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php