Oswaldia Roga

Kau Bukan Anakku.. (tes DNA di balik layar)

Posted: May 28th 2013

Sandra terkejut melihat hasil tes DNA tersebut. Ternyata bayi yang dikandung Marina bukannya anak Gilang, melainkan anak Dana…”

Begitulah salah satu sinopsis sinetron Aliya yang tampil di layar kaca Indonesia. Istilah tes DNA  kini sudah sangat familiar di tengah masyarakat Indonesia, bahkan dunia hiburan pun seperti sinetron pun sering menggunakan istilah ini untuk menarik perhatian penonton. Bemacam-macam kasus nyata mengenai dilakukannya tes DNA  juga telah terjadi di Indonesia  Beberepa contohnya yaitu kasus pembuktian anak Mayang Sari, pembunuhan berantai Ryan, kasus bom J.W. Marriot dan Ritz Carlton,  kasus identifikasi korban pesawat Sukhoi serta kasus perburuan teroris Noordin M. Top. Berkat tes DNA, proses penyelidikan pun terbantu dan kebenaran lebih mudah terungkap. Tes DNA dapat dilakukan untuk tujuan pribadi seperti mengenai paternitas atau tujuan umum seperti kasus-kasus untuk kepentingan  forensik.

Nah sebenarnya apa sih DNA itu? Bagaimana tes DNA itu dilakukan? Apakah akurat? Biayanya? Dimana bisa melakukan tes DNA? Sejumlah pertanyaan mungkin muncul di benak Anda ketika mendengar mengenai istilah tes DNA ini dan Anda tidak perlu khawatir karena dalam tulisan ini akan dibahas mengenai hal tersebut

Pada suatu saat, dalam suatu perkuliahan, yaitu dalam mata kuliah Teknologi Molekuler di Fakultas Teknobiologi Universitas Atma Jaya Yogyakarta, Bapak Ign. Pramana Yuda, PhD menjelaskan secara jelas mengenai tes DNA ini. Dalam kuliah ini dijelaskan mengenai asal usul DNA, cara memperolehnya, dan metode pengujiannya. Uraian berikut merupakan ringkasan dari materi yang diberikan.

DNA atau Deoxyribo Nucleic Acid merupakan asam nukleat yang menyimpan semua informasi tentang genetika. DNA inilah yang menentukan jenis rambut, warna kulit, dan sifat-sifat khusus manusia. Di dalam sel manusia, DNA bisa ditemukan di dalam inti sel dan di dalam mitokondria. DNA bisa diturunkan dan setiap orang memiliki DNA yang unik. DNA berbentuk double helix (rantai ganda). Setiap anak akan menerima setengah pasang kromosom dari ayah dan setengah pasang kromosom lainnya dari ibu sehingga setiap individu membawa sifat yang diturunkan baik dari ibu maupun ayah. Jadi untuk masalah paternitas, misal mau mengecek anak kandung atau bukan, bisa dilihat dari susunan DNA anak, lalu dibandingkan dengan kedua orang tuanya. Jika susunan DNA ibu dan ayah itu ada pada anak, berarti anak tersebut adalah anak kandung mereka. Begitu juga dengan masalah forensik, sampel DNA yang didapat dari tubuh korban atau tersangka, dicocokkan dengan sampel DNA yang didapatkan di tempat kajadian perkara.

DNA Double Helix

DNA Double Helix

Hampir semua bagian tubuh dapat digunakan untuk sampel tes DNA, tetapi yang sering digunakan adalah darah, rambut, usapan mulut pada pipi bagian dalam, dan kuku. Sampel ini selanjutnya diekstraksi DNAnya sehingga didapatkan DNA murni. Bererapa macam metode sudah dikembangkan diantaranya adalah metode PCE (Phenol Chloroform Extraction), Non-organic Extraction, Chelex, dan FTA paper. Untuk mempelajari lebih lanjut mengenai metode ekstraksi ini, silakan membuka link berikut :

http://science.marshall.edu/murraye/links%20for%20students/samantha%20qiagin%20method.pdf

Setelah didapatkan DNA murni, DNA diperbanyak dengan menggunakan teknik amplifikasi menggunakan PCR.  Perbanyakan ini perlu dilakukan karena dalam beberapa kasus, misalnya kasus kejahatan, sampel yang didapat dari lapangan sangat sedikit. Untuk mempelajari lebih lanjut mengenai amplifikasi DNA silakan membuka link berikut :

http://learn.genetics.utah.edu/content/labs/pcr/

DNA dikarakterisasi dengan menggunakan metode elektroforesis gel.  Elektroforesis gel memisahkan makromolekul, dalam hal ini DNA berdasaran laju perpindahannya melewati suatu gel di bawah pengaruh medan listrik.  Elektroforesis gel memisahkan suatu campuran molekul DNA menjadi pita-pita yang masing-masing terdiri atas molekul DNA dengan panjang yang sama.  Hasil elektroforesis inilah yang akan divisualisasi dan dapat interpretasikan untuk mendapatkan hasil pengujian.

Mau tau tentang elektroforesis? buka http://www.wou.edu/las/physci/ch462/Gel%20Electrophoresis.pdf

Tes DNA ini dapat dilakukan dengan cepat, satu hari pun bisa selesai. Akurasi kebenaran tes DNA hampir mencapai 100% akurat. Kesalahan pola DNA bisa saja terjadi, tapi sangat kecil kemungkinannya, mungkin satu diantara satu juta. Biasanya karena human error atau interpretasi yang salah. Untuk biayanyaDi Lembaga Biologi Molekul Eijkman Indonesia, biaya untuk tes DNA tergolong cukup murah dibanding tempat-tempat swasta. Biaya per sampelnya mencapai 2,5 juta rupiah.

 

mau tau tentang Fakultas Teknobiologi UAJY–> http://ftb.uajy.ac.id/

Astri Asih


2 responses to “Kau Bukan Anakku.. (tes DNA di balik layar)”

  1. sefti says:

    waah..as,,kalo mo ngetes DNA di lab kampus,, hasilnya bisa akurat ga yaa…
    (garuk2 kepala..pesimis)

  2. zamzam says:

    saya menemukan antara anak berbeda dgn ibunya, terlihat dari karakter nya yg sgt berbeda, apakah karakter juga bisa dpt dijadikan perbedaan dan dgn diimbangi wajah dan jenis kulit yg berbeda\

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2021 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php