Oswaldia Roga

my risett :(

Posted: May 27th 2013

haloo blogerss, tulisan pertama saya ini, akan bercerita mengenai rencana penelitian saya yang proposalnya sudah saya buat dalam tugas metodologi penelitian ๐Ÿ˜€ proposal ini, akan melakukan identifikasi Begonia kelimutuensis dan hubungan kekerabatan dengan begonia lain menggunakan teknik PCR-RAPD. Tanaman Begonia kelimutuensis merupakan tanaman endemik TN. kelimutu di Ende Flores yang baru ditemukan dalam hasil studi LIPI-komunitas Flora dan Fauna Taman Nasional Kelimutu. Tujuan dari penelitian ini ialah mengetahui hubungan kekerabatan B. kelimutuensis dengan tanaman begonia lainnya sehingga dapat diketahui apakah tanaman ini merupakan yang tetua dari begonia lain atau begonia jenis baru.

Metode RAPDย  merupakan metode baru untuk mengidentifikasi sejumlah besar polimorfisme DNA pada genom. metode ini menggunakan oligonukleotida pendek sebagai primer yang akan berikatan dengan bagian komplemennya. Primer tunggal memilih secara random daerah-daerah genom urutan DNA tertentu untuk amlifikasi dan biasanya ditemukan dalam kisaran DNA 0,2 dan 3 kb.

RAPD digunakan sebagai penanda genetik untuk memdedakan populasi dan menentukan hubungan kekerabatan pada bermacam-macam organisme. Teknik RAPD ini melibatkan teknik Polymerase Chain Reaction (PCR) yang merupakan proses pembentukan cetakan DNA secara berulang kali menggunakan prosedur dan waktu tertentu.

Secara garis besar metode penelitian akan dilakukan pengambilan sampel di TN. Kelimutu Ende dan untuk identifikasi secara molekuler dilakukan di laboratorium biologi moleuler UAJY. Metode yang digunakan ada 3 tahap, yang lazim digunakan dalam teknik PCR yaitu isolasi DNA, amplifikasi, dan elektroforesis. Isolasi DNA merupakan proses pengambilan atau mengekstrak DNA murni. amplifikasi ialah proses perbanyakan atau pemanjangan DNA. elektroforesis ialah teknik untuk memisahkan sampel DNA berdasarkan atas ukuran (berat molekul) dan struktur fisik molekulnya.

Analisis data yang digunakan menggunakan UPGMA (unweighted pair group with arithmeatic average) program NTSYS-pc (numerical taxonomy system) versi 2.0 dan untuk membuat Dendrogram populasi digunakan analisisย  program TREEVIEW software.

secara teknis penelitian ini mudah untuk dilakukan, tetapi saya masih sangat sangsi untuk melanjutkan penelitian ini (malaahh curhaatt), karena belum ditemukan primer yang tepat dalam identifikasi tanaman ini, padahal primer merupakan faktor penting dalam penelitian ini. selain itu penelitian mengguankan teknologi molekuler membutuhkan biaya yang cukuppp yaaaa (you know what i mean)… hihihi

ok, sekian curhat harii ini, this is my storyy ๐Ÿ˜€

monggo di baca dan di komeenn…


9 responses to “my risett :(”

  1. Redita says:

    Penelitian yang bagus dan keren.
    Sebaiknya bisa ditambahkan dengan menyebutkan spesies tanaman begonia lainnya yang akan dibandingkan dengan Begonia kelimutuensis.
    ๐Ÿ™‚

  2. ABDULLOH KHUDRY says:

    Coba cari primer dari tanaman sejenis, hahahaha…
    atau tanya sama pembimbing, pasti ada jalan keluarnya…

  3. stianita says:

    Mungkin dapat dijelaskan sedikit analisis program TREEVIEW software itu apa?

  4. yosefina says:

    Nice post, nice research. hehehe
    Untuk membawa sampel dr TN. kelimutu ke lab biomol ada kendala misalnya terjadi kelayuan tanaman gak?

  5. Osa, daunnya pas dibawa ke Jogja disimpan dengan larutan apa gitu ga? atau dibawa dalam kresek gitu sampe layu?

  6. Winny Lawren says:

    Penelitian molekuler adalah penelitian yang paling dihindari oleh sebagian besar mahasiswa tingkat atas karena kesulitannya yang tinggi dan biayanya yang mahal. Tapi jangan menyerah, lanjutkan ide penelitian yang cemerlang ini. Masalah kendala biaya, bukankah bisa dicari lewat jalur PKM? Tenang mbak, kali ini ga akan disuruh nyuci sebaskom besar penuh indomie lagi kok.. ๐Ÿ˜‰

  7. Alvi says:

    saya ingin menanyakan pertanyaan yang sama dengan komentar-komentar sebelumnya
    Alat/bahan apa yang digunakan untuk membuat daun tetap segar atau tidak layu ketika dibawa perjalanan jauh? Thanks

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2021 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php