Never Stop Learning !

Week 10 (eCommerce)

Posted: November 20th 2012

Pada pertemuan ke 10 ini, kita membahas tentang layanan e-Commerce yang ada di internet. Menurut pendapat saya, pengertian e-Commerce adalah lebih kepada sebuah proses jual beli, baik itu sebuah produk atau layanan, bahkan informasi antara pengguna komputer yang satu dengan yang lainnya melalui internet. kita juga telah mempelajari beberapa dimensi dari e-Commerce itu sendiri. yaitu pure e-Commerce yang mana adalah murni berbisnis hanya melalui internet sehingga usaha / bisnis secara fisik, misalnya dalam bentuk toko, tidak ada. sedangkan Partial e-Commerce adalah campuran dari kedua usaha tersebut, baik pada wujud nyata / fisik dan wujud digital.

Setelah mempelajari lebih dalam, ternyata e-Commerce terdiri dari berbagai tipe antara lain relasi antara bisnis dengan bisnis B2B, sebagai contoh antara toko dengan toko, Collaborative Commerce (c-Commerce), yakni berbagai kolaborasi antar golongan yang memiliki kesamaan dalam berbisnis. Ada juga B2c yaitu Bisnis ke Konsumen yang dalam hal ini, adalah tipe yang paling sering kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari, baik secara fisik maupun digital. selain B2C, C2B juga adalah bentuk e-Commerce yang merupakan kebalikan dari B2C, yaitu konsumen ke bisnis. Misal kita tidak tahu harus menjual barang kemana, cukup menjual kepada unit bisnis sehingga memungkinkan unit bisnis tersebut untuk dijual kembali. C2C (Consumer to Consumer) adalah bentuk lain dari e-Commerce, dimana C2C menekankan jual beli antar sesama Consumer itu sendiri, biasanya dapat kita jumpai di situs kaskus.us pada page jual-beli atau yang lebih dikenal dengan istilah FJB (Forum Jual Beli).  Ada juga Intraorganizational business yang merupakan e-Commerce hanya dalam lingkup sebuah organisasi, yang hanya melibatkan internal organisasi tersebut. G2C, government to Consumer adalah bentuk e-Commerce yang kebanyakan merupakan layanan yang diberikan oleh pemerintah kepada konsumen, biasanya terdapat pada situs-situs resmi pemerintahan dan dapat diakses oleh siapa saja. Dan yang terakhir adalah mobile commerce, yang lebih menekankan kepada mobilitas pengguna dengan melakukan transaksi e-Commercel hanya melalui telepon seluler maupun smartphone.

Dalam menjalankan sebuah bisnis e-Commerce, perlu melihat dasar infrastruktur dan 5 area pendukung yaitu, Masyarakat sebagai pengguna langsung layanan e-Commerce, dan kemudian ada public Policy sebagai kebijakan umum dari suatu e-Commerce, dan berbagai standar dan protokol , selain itu perlu adanya rekan bisnis, dan yang terakhir adalah support service yang mendukung e-Commerce itu sendiri jika terjadi suatu masalah yang memerlukan bantuan layanan.

Selain itu kita juga mempelajari bagaimana cara melakukan transaksi pembayaran digital, seperti yang kita kenal ada kredit card, menggunakan jasa PayPal, e-Cash, Smart Card, dan lain-lain.

Jadi kesimpulan yang saya dapat setelah belajar e-Commerce adalah suatu layanan e-Commerce dapat meningkatkan efektifitas dalam menjalankan usaha dan dapat menjangkau relasi secara luas dan tidak terbatas, dan dengan proses yang benar dapat menghasilkan keamanan dalam melakukan transaksi dengan ketentuan yang berlaku. Sekian.

The E-Bankrupt

 


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2021 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php