Marethan

Mengembalikan Jejak Kantong Semar !

Posted: December 8th 2020

Saya Novi, besar dan lahir di daerah lereng Gunung Merapi radius 7 km dari puncak gunung. Saat ini kawasan desa saya sudah termasuk dalam Kawasan Konservasi Taman Nasional Gunung Merapi. Saya menyadari betul mengapa daerah saya sudah termasuk dalam kawasan konservasi. Kekayaan alam yang begitu luar biasa yang saya rasakan dan lihat, dimana sekarang beberapa sudah mulai dirasakan memudar. Ingat sekali ketika saya kecil, banyak sekali perburuan kera, babi hutan, burung-burung bahkan hingga tanamanpun diburu oleh masyarakat di daerah saya, seperti gelombang cinta yang waktu itu sedang menjadi trend, pemetikan edelweis hanya untuk pajangan, dan tentunya perburuan tanaman kantong semar yang waktu itu juga ramai diperbicangkan hingga saya turut mengikuti Bapak saya ke hutan hanya untuk mengetahui bentuk kantong semar yang ramai diperbincangkan teman-temanku. Kantong semar waktu itu ditemukan di daerah bernama Bokong Semar, daerah bagian timur dari hutan, hampir mendekati puncak Merapi.

Saat ini keberadaan Kantong Semar di hutan sangatlah sulit untuk dijumpai, tidak seperti dulu. Kantong semar (Nepenthes ) saat ini, berdasarkan status IUCN, 27 spesies berstatus  Least Concern, 4 spesies berstatus Critically Endengered dan 4 spesies lain berstatus Endengered. Menurut Direktorat Budidaya Tanaman Hias Peraturan Menteri Kehutanan (2008), Nepenthes merupakan jenis tumbuhan yang termasuk dalam CITES Appendix 1 tahun 2003 dan 2. Tanaman yang terdaftar di dalamnya merupakan jenis-jenis yang telah terancam punah, sehingga perdagangan internasional spesimen yang berasal dari habitat alam harus dikontrol dengan ketat dan hanya diperkenankan untuk kepentingan non komersial tertentu dengan izin khusus. Pemerintah juga telah menetapkan Nepenthes sebagai tanaman yang dilindungi karena terancam punah yang tertuang dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa.

Kantong semar tersebar di seluruh pulau di Indonesia. Bunga kantong semar (Nepenthes) mempunyai potensi manfaat sebagai pengendali hayati serangga, tanaman serbaguna secara konvensional, sebagai tanaman obat seerti digunakan sebagai obat sakit perut, luka bakar dan menyembuhkan sakit mata. Cairan dari kantong yang tetap tertutup Kantong semar merupakan sumber air yang layak diminum karena PH-nya netral (6-7) dengan situasi kantong yang tetap tertutup. Beberapa alasan yang dapat menyebabkan terancamnya keberadaan kantong semar adalah perburuan untuk perdagangan dan koleksi, hilangnya habitat kantong semar, serta adanya bencana alam.

Keunikan dan perannya sebagai pengendali hayati serangga perlu kita jaga agar keseimbangan alam dan keberadaan uniknya tanaman ini dapat dinikmati oleh generasi selajutnya. Beberapa langkah yang bisa dilakukan n untuk menjaga dan mengembalikan kembali keberadaan Kantong semar di masa sekarang adalah sebagai berikut:

  1. Penyebaran informasi dari mulut ke mulut mengenai pentingnya konservasi Kantong Semar  karena statusnya yang sudah mulai terancam.
  2. Penelitian dan pembiakan Kantong semar
  3. Penangkaran Induk Kantong Semar di Balai Konservasi Sumber Daya Alam di masing-masing daerah yang masing ditemukan Kantong Semar.

Langkah pribadi yang ingin saya lakukan untuk tetap menjaga kelestarian Kantong Semar adalah dengan saat ini memberi tahu orang-orang disekitarku  serta mempelajari cara-cara konservasi yang sudah dilsayakan oleh peneliti atau lembaga-lembaga lain. Karena, ditempatku belum terdapat penangkaran Kantong Semar dan belum terdapat studi lanjut lagi mengenai penelitian Kantong Semar di hutan.  Apabila memungkinkan, ketika besok mungkin saya menemukan kantong semar kembali di hutan daerah saya, saya paham langkah dan prosedur yang harus saya lakukan untuk memberi tahu BKSDA dan pihak TNGM.

Pustaka Acuan

http://ksdae.menlhk.go.id/info/7502/kantong-semar,-tumbuhan-unik-pemakan-serangga.html#:~:text=Sayangnya%2C%20kekayaan%20jenis%20kantong%20semar,lainnya%20berstatus%20Endengered%20(Terancam). Diakses tanggal 8 Desember 2020.

https://www.iucnredlist.org/. Diakses tanggal 8 Desember 2020.

Mudaris. 2015. Strategi dan pengembangan tanaman bunga kantong semar (Nepenthes) di Desa Koto Tinggi Kecamatan Rambah.  Naskah Skripsi S-1 Universitas Pasir Pengaraian.


4 responses to “Mengembalikan Jejak Kantong Semar !”

  1. Paulina says:

    Semangat konservasinya kak. Sangat menarik๐Ÿ˜Š

  2. alvinhermanto1801 says:

    Saya baru tahu kalau kantong semar ada manfaatnya….semoga tanaman ini bisa dilestarikan

  3. Elysia Ernestine says:

    Jujur aku belum pernah lihat kantong semar yang asli, penting banget dilestarikan supaya generasi selanjutnya dapat melihat langsung seperti apa kantong semar itu ๐Ÿ˜€
    Penulisan blog nya suka banget,terkesan santai tapi bermanfaat ๐Ÿ˜€

  4. Irma Kristiany Br Ginting says:

    mantap kak, sungguh bermanfaat. semangat kak

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2021 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php