Your future very wonderfull

Si Mungil Terancam Punah , Anak Cucu Terancam Tak Melihat

Posted: December 4th 2015

              Tarsius sp. merupakan salah satu primate endemik yang hidup di sekitar kawasan Sulawesi. Tarsius sp. sering dikatakan sebagai hewan primata mungil karena  karena hanya memiliki panjang sekitar 10-15 cm dengan berat sekitar 80 gram (Sandego dkk., 2014). Menurut Krisnatalia dkk (2013), Tarsius sp. mempunyai mata bulat besar dengan gerakan menyamping, dan dapat melompat secara membalik 180º. Tarsius sp. hidup secara berkelompok, hal ini terlihat ketika menjelang wajar,Tarsius sp. ini mengeluarkan vokalisasi yang unik. Lucu  kan si mungil satu ini, udah mungil, suaranya unik pula.. 😀

Tarsius sp. memiliki banyak subspesies, nah salah satu sub spesies endemik Sulawesi adalah Tarsius tumpara. Tarsius tumpara sering dikenal dengan Tarsius Siau, yaa.. karena si mungil ini berasal dari Pulau Siau, Sulawesi Utara. Tarsius siau ini memiliki ekor panjang yang tidak berbulu, kecuali pada bagian ujungnya. Setiap tangan dan kaki hewan ini memiliki lima jari yang panjang, mirip manusia yaa.. hihihi 😀 😀 Jari-jarinya juga memiliki kuku loh, kecuali jari kedua dan ketiga yang memiliki cakar. Mata Tarsius siau seperti mata burung hantu sangat besar dan memiliki kepala yang unik karena mampu berputar hingga 180 derajat ke kanan dan ke kiri (Endah, 2011).

Tarsius

Namun, sayang jenis Tarsius tumpara termasuk hewan Critically Endangered di berdasarkan data IUCN Red List. Menurut Widianto (2014), faktor utama penyebab penurunan Tarsius tumpara hingga dikategorikan sebagai Critically Endangered adalah kehilanggan habitat. Yaa.. hanya satu makhluk yang bisa merusak lingkungan, siapa lagi?? Manusia penyebab utamanya!! Hal ini dikarenakan banyak penduduk yang mulai tinggal di sekitar habitat Tarsius tumpara ini, lahan-lahan dijadikan sebagai permukiman dan perkebunan. Penurunan Tarsius tumpara ini dalam 3 generasi mencapai hampir 80%. 🙁 🙁

Faktor lain yang menyebabkan si mungil ini dikategorikan sebagai Critically Endangered adalah perburuan liar dan perdangangan oleh manusia. Ya, alasan manusia melakukan ini hanya 1 karena si munggil ini UNIK, mulai dari bentuk fisiknya bahkan suaranya. Padahal sudah jelas peraturan Undang Undang nomor 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber daya Alam Hayati dan Ekosistemnya, dengan ancaman hukuman penjara lima tahun dan denda Rp 100 juta. Namun, peraturan ini hanya klise semata yang tidak didengar, dilihat atau bahkan dilakukan oleh PEMBURU LIAR (Widianto, 2014).

Nah, berdasarkan masalah tersebut saya memiliki sebuah rencana untuk mengadakan penyuluhan berupa Seminar nasional mengenai “Si Mungil Terancam Punah , Anak Cucu Terancam Tak Melihat”. Pada Seminar nasional  ini saya berencana untuk bekerja sama dengan beberapa pihak seperti beberapa peneliti di Indonesia, dan lembaga konservasi Indonesia. Sasaran utama saya adalah generasi muda, karena merekalah yang akan menjadi penerus dan penanggung jawab bangsa Indonesia ini beserta isinya 🙂 Rencana seminar nasional ini saya lakukan setelah saya lulus dengan beberapa pengalaman dalam dunia Konservasi.

Memang saya sadari, rencana yang saya lakukan ini tidaklah mudah untuk mengubah status Tarsius tumpara. Namun, harapan saya adalah muncul rasa kepedulian dari masyarakat khususnya generasi muda dalam menjaga keberadaan Tarsius tumpara ini. Terimakasih sudah sempatkan waktu anda untuk membaca artikel sederhana ini. Apabila anda ingin berkerja sama untuk tercapainya rencana saya, bisa menghubungi saya melalui email: aviani.novia@gmail.com. Kritik dan saran yang anda berikan dalam artikel saya sangat berarti untuk perbaikan rencana saya dalam konservasi “Si mungil Tarsius tumpara“. 🙂

 

DAFTAR PUSTAKA

Endah. 2011. Tarsius Siau (Tarsius tumpara) Si Imut Terancam Punah. http://alamendah.org. 4 Desember 2015.

Krisnatalia, E., Wardah, dan Ihsan, M. 2013. Karakteristik Fisik Habitat Tarsius (Tarsius Dentatus) di Kawasan Taman Nasional Lore Lindu. WARTA RIMBA 1 (1): 1-10.

Sandego, Y, J., Ningsih, S., dan Ihsan, M. 2014. Karakteristik Biofisik Habitat Tarsius (Tarsius Pumilus) di Gunung Rorekatimbu Kawasan Taman Nasional Lore Lindu Sulawesi Tengah. WARTA RIMBA 2 (1): 9-16.

Widianto, E. 2014. Empat Primata di Indonesia Terancam Punah. http://nasional.tempo.co. 4 Desember 2015.

 


6 responses to “Si Mungil Terancam Punah , Anak Cucu Terancam Tak Melihat”

  1. Cindy Natalia says:

    Terima kasih novia atas informasi yang diberikan. Saya mengusulkan untuk menyebarluaskan informasi ini juga melalui media sosial mengingat sebagian besar kaum muda lebih sering aktif di media sosial.

  2. Trifonia Javalin says:

    Wahh, saya sebagai mahasiswi berdarah Sulawesi merasa malu setelah membaca informasi ini, karena sebelumnya saya tidak terpikir untuk memberi perhatian ke spesies Tarsius yang merupakan hewan endemik Sulawesi ini yang ternyata keberadaannya sedang dalam status terancam punah 🙁
    Terima kasih atas informasi yang telah kamu berikan ini 🙂
    Semoga Action plan kamu dapat terealisasi. Mungkin akan lebih baik lagi jika informasi ini disebarluaskan lagi ke masyarakat, khususnya masyarakat sekitar, karena kemungkinan kegiatan perburuan dan perdagangan yang dilakukan oleh masyarakat dapat disebabkan oleh kekurangtahuan mereka akan status keberadaan dari spesies ini. Diharapkan jika informasi ini dapat tersebar meluas, maka masyarakat akan sadar untuk melakukan konservasi terhadap Tarsius dan berhenti untuk mengambil alih habitat tarsius, berhenti melakukan perburuan dan perdagangan spesies ini.. 🙂

  3. vivilarasati says:

    terimakasi novia untuk informasi yang diberikan. saya yang dulunya tidak tau tarsius sekarang saya lebih tau tentang tarsius. menurut saya memang penting untuk memberikan seminar pada generasi muda agar generasi yang akan meneruskan bangsa ini menjadi tau dan sadar akan penting konservasi tarsius ini, semoga bisa terwujudkan untuk seminar nasionalnya 😀

  4. Novia says:

    Terimakasih atas segala kritik dan saran yang diberikan.. saya akan mempertimbangkannya kembali demi kelangsungan pelestarian tarsius ini 🙂

  5. arumsari says:

    membuat seminar untuk pelestarian tarsius penting apalagi hewan tersebut sudah hampir terancam punah

  6. Novia says:

    Terimakasih arumsari atas pendapat anda 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published.

© 2021 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php