NovalindaDwiChrisyanti

Potensi dan Persebaran Perak di Indonesia

Posted: February 27th 2019

Perak adalah logam yang terbentuk dan selalu bersama-sama dengan logam emas, yang mempunyai warna putih. Mineral-mineral yang terpenting yang mengandung perak adalah Perak alam (Ag), Argentite (Ag2S), Cerrargyrite (AgCl), Polybasite (Ag16 Sb2 S11), Proustite (Ag2 As S3) dan Pyrargyrite (Ag3 Sb S3). Kebanyakan perak di dunia berasal dari cebakan hydrothermal yang mengisi rongga-rongga. Undang-Undang pertambangan no 37 tahun 1960 dan Undang-Undang pokok no 11 tahun 1967 pasal 3,Perak termasuk kedalam golongan B dimana Bahan galian golongan B (bahan galian Vital) adalah bahan galian yang mempunyai peranan penting untuk kelangsungan kegiatan perekonomian Negara dan dikuasai oleh Negara dengan meyertakan rakyat, misalnya emas, perak, intan, timah hitam, belerang, air raksa dan lain-lain. Bahan galian ini dapat dikuasai oleh badan usaha milik Negara ataupun bersama-sama dengan rakyat. Perak antara lain ditambang di Jawa Barat (Cikotok dan Pongkor), Papua (Freeport, Timika), Kalimantan Barat (Sambas), Nanggroe Aceh Darussalam (Meulaboh), Sulawesi Utara (Bolaang Mongondow, Minahasa), Riau … Read more


Aku Berhak Untuk Hidup Primata Endemik Borneo

Posted: December 1st 2018

Bekantan (Nasalis larvatus Wurmb.) adalah jenis satwa yang termasuk ke dalam Ordo (bangsa) Primata, Famili (suku) Cercophitecidae, dan Subfamili (anak suku) Colobinae. Status konservasi berdasarkan IUCN bekantan termasuk hewan endemik yang endangered (terancam kepunahannya) dan mendapat perhatian sangat tinggi dalam upaya konservasinya. Jenis ini tergolong sangat langka dan endemik dengan habitat terbatas pada hutan bakau, hutan di sekitar sungai, dan habitat rawa gambut di mana sebagian telah terancam oleh berbagai aktivitas manusia. Menurut McNeely dkk, (1990), Habitat bekantan yang awalnya memiliki luas 29.500 km persegi saat ini telah berkurang sebanyak 40% dengan yang berstatus kawasan konservasi hanyalah sebesar 4,1%. Akibat dari penurunan luas habitat tersebut maka populasi bekantan cenderung menurun karena primata ini kurang toleran terhadap kerusakan habitat. Morfologi dari bekantan itu sendiri adalah warna rambut yang bervariasi. Pada bagian bahu dan punggung atas berwarna coklat kemerahan. Ujung-ujung rambutnya berwarna merah kecoklatan, sedangkan dua pertiga nya berwarna abu-abu. Punggung berwarna … Read more


Hello world!

Posted: November 28th 2018

Welcome to Komunitas Blogger Universitas Atma Jaya Yogyakarta. This is your first post. Edit or delete it, then start blogging!



© 2019 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php