Norman Lewis Siboro

Wireless, Mobile Computing dan Mobile Commerce

Posted: December 1st 2012

Wireless Device adalah perangkat nirkabel yang berukuran kecil, mudah dibawa atau dipakai, memiliki daya komputasi yang baik dalam melakukkan tugas-tugas produktif dan dapat berkomunikasi secara nirkabel ke internet maupun perangkat lain. WAP (Wireless Application Protokol (WAP) merupakan standar ang memungkinkan perangkat nirkabel dengan layar tampilan kecil, bandwith rendah dan memori minimal untuk mengakses web-based informasi dan layanan. Selin itu ada juga Wireless Transmisi Media yaitu Sistem transmidi microwave yangbanyak digunakan untuk volume tinggi, komunikasi jarak jauh atau point to pint. Point to point memiliki dua karakteristik pertama, pemancar dan penerima harus dalam pandangan satu sama lai, dan kedua yaitu transmisi itu sendiri harus diarahkan langsung dari pemancar ke penerima. Dalam Standar IEEE untuk jaringan nirkabel meliputi: pertama bluetooth yaitu jaringan nirkabel yang dapat menghubungkan hingga 8 perangkat dalam area 10 meter, menggunakan komunikasi daya rendah, dapat mengirimkan data hingga 1Mbps. Kedua ialah Zigbee yaitu jaringan nirkabel yang dapat memindahkan data hanya seperempat dari kecepatan Bluetooth tetapi dapat menangani ratusan perangkat sekaligus dan yang ketiga adalah WiMax yaitu jaringan nirkabel yang dapat bekerja hingga jarak 31 mil, memiliki kecepatan transfer data 75Mbps dan memiliki sistem yang aman.

Mobile Computing ialah koneksi nirkabel antara perangakt mobile dan lingkungan komputasi lain seperti internet atau intranet, da memiliki 2 karakteristik utama yaitu mobilitan dan jangkauan yang luas. Mobile Commerce mengacu pada e-commerce transaksi yang dilakukan secara nirkabel terutama melaui internet. Perkembangan m-commerce didukung beberapa factor yaitu: meluasnya ketersedia perangkat mobile, Tidak perlu untuk PC, penurunan harga dan peningkatan Bandwith. Pervasif Computing ialaih kmputasi Ubiquitous yang dapat teetanam dalam benda-benda disekitar kita seperti lantai, lampu, mobil, mesin cuci, oven, atau rumah pintar dan peralatan pintar. Dalam Jaringan nirkabel terdapat WSNs (Wireless Sensor Network yaitu jaringan yang saling berhubungan, bertenaga baterai, sensor nirkabel yang disebut motes yang ditempatkan kedalam lingkungan fisik. Motes digunakan mengumpulkan data dari banyak titik. Masing-masing motes berisi pengolahan, penyimpanan, dan sensor frekuensi radio dan antenna. Mesh terdiri dari motes, dimana masing-masing mote bangun untuk sepersekian detik ketika memiliki data untuk mengirim dan kemudia relay data tersebut ketetangga  mote terdekat. Keuntungannya adalah jika salah satu mote gagal. Mesh sangat efisien dan dapat diandalkan. Dalam jaringan nirkabel juga terdapat pengamanan yang menangani ancaman, 4 ancaman utama ialah jalur akses nakal adalah titik akses tidak sah ke jaringan nirkabel, perang mengemudi yaitu mencari WLAN terdekat saat mengemudi, mengakses data bepergian melalui jaringan nirkabel dan RF (Radio Frequency) Jamming yaitu ketika seseorang atau perangkat sengaja atau tidah sengaja mengganggu transmisi jaringan nirkabel. Dan dalam penanggulangannya dapat dilakukan dengan mendeteksi akses yang tidak sah dengan perangkat dari NetStumbler, Blokir SSID anda, Mengenkripsi transmisi nirkabel dengan Wi-Fi Protected Access (WPA), Secara otomatis beralih ke saluran nirkabel yang berbeda ketika ada gangguan.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2021 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php