Norman Lewis Siboro

E Commerce

Posted: November 22nd 2012

EC (Electronic Commerce) adalah proses pembelian, penjualan atau bertukar produk, jasa dan informasi melalui jaringan computer, terutama internet. EC juga dapat didefenisikan sebagai komunikasi, proses bisnis, layanan, online, dan kolaborasi. EC sudah ada pada awal 1970-an (saat internet hanya digunakan untuk penggunaan komersial dan terbatas untuk perusahaan besar awalnya. Biasanya EC meliputi bagian pengiklanan, perbankan, jual beli saham, mencari pekerjaan, melakukan lelang, menyediakan layanan pelanggan, dan dapat mengadakan kolaborasi dengan mitra bisnis diseluruh dunia. EC dalam konsep tradisional biasanya identik dengan dimensi fisik sebagai contoh melakukan bisnis secara off-line dan menjuan produk fisik dengan agen fisik. Dalam Konsep EC murni menggunakan dimensi digital atau dengan kata lain murni secara online, membuat sebuah ekonomi baru, dan menjual produk atau jasa hanya secara online. Dan dalam Konsep Partial EC yaitu campuran dimensi digital dan dimensi fisik dimana bisnik dapat dilakukan secara online maupun offline sebagai contoh penjualan produk atau jasa secara online maupun online dan biasanya system ini banyak dilakukan berbagai perusahaan untuk meningkatkan mutu perusahaan.

EC memiliki beberapa infrastruktur yaitu common bussines service infrastructure, messaging informations distribution infrastructure, multimedia Content and network publishing infrastructure, network infrastructure, dan interfacing infrastructure. Dan juga terdapat lima dukungan yaitu manusia, kabijakan public, standar teknis protocol, mitra bisnis dan dukungan layanan. Dengan menggunakan E commerce kita dapat melakukan pembayaran secara online, kita juga dapat mebuat kartu kredit elektronik, pelanggan dapat membei uang elektronik dan uang tersebut dapat disimpan pada PC dan dapat dihabiskan di setiap toko elektronik yang menyediakan e-cash. Keamanan dari proses tersebut seperti sertifikat elektronik, secure socket layer, protocol transaksi elektronik, dan enkripsi yaitu proses pembuatan pesan pembaca terbaca kecuali oleh mereka yang memiliki kunci deskripsi berwenang.

Sebagai contoh penggunaan EC dalam Hotel Raffles ialah ketika kesuksesan perusahaan tergantung pada kemampuannya untuk memikat pelanggan, menyediakan fasilitas yang lengkap dan kemampuan mengendalikan biaya maka Hotel tersebut menggunakan system B2C atau business to consumer dengan cara menyediakan infoemasi tentang hotel, menyediakan sisem reservasi, link ke sumber daya wisatawan, manajemen hubungan pelanggan, toko online untuk produk raffles ataupun pengadaan travel tiket pesawat terbang. Selain itu ada juga perusahaan lain yaitu Qantas Airways yang menghadapi masalah kebutuhan bahan bakar meningkat, menghadapi 2 pesaing utama, perlunya penggantian pesawat agar tetap kompetitif dan perekonomian Australia yang melambat. Maka perusahaan tersebut menjalankan solusi dengan menggunakan EC yang melibatkan membeli, menjual, bertukar barang, layanan, infoemasi dan pembayaran elektronik, selain itu mereka juga menerapkan sistim business to bussines dengan membuat E-marketplace member, bergabung dengan Airnew Co-Link maskapai besar dengan pemasok, layanan bahan bakar atau dengan kata lain langganan tetap dan melakukan pemeliharaan, dan juga bergabung dengan 13 perusahaan besar Australia. Selain itu mereka juga melakukan sistem business to customer dengan mengadakan pemesanan online, e-mail untuk selebaran anggota, membuat kesempatan hadah kepada pelanggan yang sudah menggunakan layanan sebesar €10.000 AU dan komunikasi nirkabel. Dan juga mereka melakukan sistem bussines to employee seperti melakukan pelatihan online dan online banking.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2021 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php