seputar biologi

Smell is not good?(YES), tetapi sangat indah?(IYA) (Rafflesia arnoldi)

Posted: December 6th 2015

Rafflesia Arnoldi
rafflesia-arnoldi
Raflessia merupakan tumbuhan endemik dan langka serta terancam punah, yang hanya terdapat pada beberapa lokasi hutan hujan tropis asia tenggara. Dari 17 spesies yang telah teridentifikasi, 11 spesies hidup di hutan hujan tropika indonesia, yaitu hutan sumatra, jawa(termasuk nusa kambangan dan kalimantan. SK Presiden RI no. 4 tahun 1993 tentang satwa dan bungan nasional, menetapkan raffflesia arnoldi R. Br sebagai puspa langka nasional.

Meskipun rafflesia ini ditemukan pertama kali dibengkulu namun saat ini banyak habitat spesies ini rusak dan berubah menjadi ladabng kopi salah satunya di taba rena bengkulu. Karna itu perlu dilakukan suatu tindakan perlindungan nyata pada kawasan-kawasan yang merupakan habitat refflesia spp dari aksi pembukaan hutan baik di bengkulu maupun tempat lain.
Beberapa ekosistem hutan huja tropika di sumatra, kalimantan dan jawa merupakan tempat hidup berbagai jenis Rafflesia, lestrainya tumbuhan ini otomatis menunjukan keanekaragaman hayati di habitat rafflesia juga lestari, karena tumbuhan ini hanya dapat hidup pada hutan primer alami dan sampai saat sekarang belum ada yang bisa membudidayakan atau mengembang biakanya, sedikit saja terjadia perubahan lingkungan mikro, rafflesia tidak akan mekar.
Namun sangat disayangkan, kehidupan masyarakat sekitas hutan masih tergantung pada eksploitasi sumber daya hutan yang berupa penebangan pohon untuk kayu bakar dan kayu pertukangan, dan peluasan area pertanian, sangat dikhawatirkan jika ini tidak di antisipasi segera mungkin kekayaan hayati yang bernilai tinggi akan hilang dan punah, hingga saat ini hutan alam untuk rafflesia arnoldi hanya tersisa 0,25 Ha dan sekelilingnya sudah menjadi kebu kopi masyarakat.
Sehingga perlu dilakukan berbagai kegiatan yang dapat mendukung tercapainya keoservasi rafflesia arnoldi dan keanekaragaman hayati kawasan
raffl_2 mati
download (3) liana
Manfaat
Sampai sekarang cara hidup dan manfaat jenis-jenis Rafflesia belum diketahui secara pasti dan masih menjadi misteri. Meskipun demikian pemanfaatannya untuk pengobatan tradisional telah diketahui sejak lama terutama oleh orang-orang yang hidup di sekitar lokasi ditemukannya Rafflesia.
Di jawa dan Kalimantan tunas Rafflesia digunakan sebagai bahan dasar untuk pembuatan ramuan dan jamu tradisional. Tunas tersebut dikumpulkan dan dikeringkan , kemudian dibuat ramuan jamu yang umumnya dikonsumsi oleh wanita. Di Jawa ramuan atau jamu tersebut disebutPatmosari karena bahanaya berasal dari tunas R. patma. Sedangkan di Sumatera, khusunya suku Sakai telah memanfaatkan bagian tumbuhan Rafflesia untuk menolong dan mengembalikan kesehatan wanita. Para ahli pengobatan menduga bahwa Rafflesia berkhasiat untuk melancarkan siklus menstruasi serta menghentikan pendarahan dini.
Manfaat lain yang tidak kalah pentingnya adalah Rafflesia sebagai objek penelitian dan pendidikan bagi generasi muda dalam rangka memupuk kesadaran terhadap pentingnya usaha pelestarian lingkungan. Rafflesia juga merupakan aset negara yang berpotensi sebagai objek wisata berupa wisata flora langka yang umumnya sangat menarik minat wisatawan mancanegara untuk mengamatinya. Tentu saja pengelolaanya harus secermat mungkin supaya kegiatan wisata tersebut jangan sampai mengganggu apalagi merusak habitat alminya.
Ancaman
qqq
Tingginya laju deforestasi, kebakaran hutan, serta makin menurunnya luas hutan alam Sumatera menjadi ancaman serius bagi kelestarian Rafflesia arnoldii. Selain itu, ancaman juga datang dari masyarakat yang merusak dan mengambil putik bunga raflesia untuk dimanfaatkan sebagai obat tradisional. cara membudidayakan bunga raflesia yang tergolong langka belum ditemukan. Para ilmuwan mendorong pemerintah terus mengupayakan keselamatan habitatnya di hutan alam sehingga bunga itu tidak punah. Secara terpisah, peneliti bunga raflesia dari Pusat Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Bogor Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, upaya mencari teknik budidaya bunga raflesia masih terus diupayakan yaitu mengembangkan salah satu spesies raflesia dari Pangandaran, Jawa Barat, tetapi belum sepenuhnya bisa dikatakan berhasil menemukan teknikbudidayanya, ada karakter biologis yang belum sepenuhnya bisa diungkap dari berbagai spesies bunga raflesia. Begitu pula untuk mengetahui cara perkembang biakannya. Raflesia merupakan tumbuhan parasit yang menumpang di pohon inang., Rafflesia arnoldii di Bengkulu memiliki inang pohon liana dari genus Tetrastigma. Perambahan hutan menyebabkan pohon liana makin langka. Liana itu pohon merambat yang sering ditebas batangnya, kemudian diambil airnya untuk diminum di tengah hutan jaminan kelangsungan hidup berbagai pohon genus Tetrastigma menjadi prasyarat utama kelangsungan hidup berbagai spesies bunga raflesia. Saat ini LIPI terus menggalakkan konservasi berbagai jenis tumbuhan inang raflesia
karena suatu penelitian membutuhkan waktu yang cukup lama, sebenarnya waktu terus berjalan dan keberadaan bunga rafflesia pun semakin langka kita sebagai generasi muda jangan hanya diam dan menunggu kita juga haru turut ikut membantu kelestarian bunga rafflesia, tidak harus dengan mengikuti penelitian-penelitian yang rumit dan yang membutuh kan waktu yang lama, kita bisa memulai dengan beberapa tingdakan yang nyata dengan terjun langsung ke lapangan dan membantu kelestarian hutan yang menjadi habitat bunga rafflesia, jadi melakukan konservasi langsung di hutan yang menjadi habitat bunga rafflesia.

Progam
Menanam-Banyak-Pohon
Progam konservasi reflesia ini meliputi beberapa kegiatan yang di lakukan bertahap maupun bersamaan , sebelum memulai kegiatan dari progam ini kita seharusnya perlu tau karakteristik kawasan hutan habitat rafflesia, beberapa karakteristik dapat dilihat dari aspek ekonomi, ekologi, sosial maupun budaya.
Bebrapa data yang harus di ketahui dan dianalisis diantaranya dengan :
1. Potensi rafflesia, inventarisasi populasi rafflesia yang berupa knop, maupun bunga yang masih hidup maupun yang mati, dan inangnya (tetrastigma sp), lokasi penyebaran dalam kawasan, pemetaan semua ancaman, dan keanekaragaman hayati di kawasan hutan habitat rafflesia
2. Hidrologi(tata air), pemanfaatan air sungai, penelitian terhadap erosi, kualitas, dan debit air sungai
3. Soisal ekonomi dan budaya masyarakat lokal, pengetahuan tradisional, persepsi dan kepedulian masyarakat terhadap rafflesia dan keenekaragaman hayati yang lain.
4. Progam pemerintah daerah, rencana pemerintah daerah untuk mendukung konservasi dan merencanakan tata ruang wilayah dan pembangnan.
5. Membentuk jaringan kerjasama dalam menyelamatkan dan melestarikan rafflesia serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat kecil
6. Reevaluasi luas, status kepemilikan batas kawasan hutan untuk konservasi
7. Analisis dan sintesis semua data untuk menyusun actin plan, semua data diperlukan untuk mengidentifikasi permasalahan yang ada serta potensi yang dimiliki kawasan dan masyarakat lokal sehingga bisa dicarikan cara pemecahan, pengembangan, dan pelestarian rafflesia secara terpadu.

Untuk mensukseskan bebrapa progam konservasi tersebut kita harus memiliki banyak pendukung dan relawan untuk bekerjasama agar progamm ini behasil, agar masyarakat luas mengetahui progam ini akan dilakukan beberapa wokshop di beberapa tempat untuk menarik minat dan memberi informasi kepada masyarakay luas untuk pentingnya menjaga keanekaragaman hayati terutama spesies yag dilindungi seperti Rafflesia Arnoldi.
download (3)
images (5)


6 responses to “Smell is not good?(YES), tetapi sangat indah?(IYA) (Rafflesia arnoldi)”

  1. garvin says:

    sip sudah bagus,,informasinya,,tetap semangat dalam konservasinya 😀 semoga bisa terwujud

  2. septiapuspit says:

    karena pada masa sekarang lagi merajalela yang namanya media sosial boleh diberikan contoh kongkrit yang terkait dengan penyebaran isu menggunakan media sosial nggak ya?

  3. nicolauslibriesta says:

    tentu bisa,beberapa contoh dengan penyebaran poster yang terkait hal tersebut, atau video animasi untuk menvisualisasikan agar memberi gambaran pada pengguna media sosial bagai mana cara menjag dan melestarikan bunga Rafflesia ini.terimaKasih

  4. hervierarosita says:

    sayang sekali jika tumbuhan endemik ini akan punah. Harus diberikan penyuluhan juga pada masyarakat sekitar habitat spesies ini untuk menambahkan aksi konservasinya. Semoga berhasil aksinya.

  5. marshalino says:

    nah bagus nih informasinya… mungkin lebih ditingkatkan adanya mental konservasi bagi masyarakat sekitar kawasan.. sehingga konservasi yang dilakukan tidak sia-sia

  6. agustinuscandra says:

    Informasi yang sangat edukatif.. Walaupun tanaman ini memiliki bau yang tidak enak, namun ciri khas dari tanaman ini harus tetap dilestarikan. Kita juga harus membantu menyebarkan informasi mengenai bunga ini ke masyarakat luas agar masyarakat juga mengerti keindahan dari bunga ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2021 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php