maukah menjadi lebih baik?

Primata Mentawai Yang Diambang Kepunahan

Posted: November 27th 2018

Halo sobat!

Disini saya akan mencoba menjelaskan sedikit informasi tentang primata endemik Mentawai ini.



Apa kalian mengetahui spesies ini? spesies ini memiliki nama latin Simias concolor yang sering disebut dengan sebutan Simakobu atau Monyet Ekor babi yang dalam istilah bahasa inggrisnya yaitu pig tailed langur.

Sebelumnya spesies endemik ini dikelompokkan dalam genus Nasalis atau satu genus dengan bekantan. Kini simakubo atau monyet ekor babi ditempatkan dalam genus Simias. Terdapat dua subspesies dari Pig-tailed Langur ini yakni Simias concolor concolor dan Simias concolor siberu.

dpz.eu

Secara morfologi, simakobu memiliki ciri-ciri berupa tubuh yang ditumbuhi rambut berwarna coklat kehitaman dengan wajah ditumbuhi rambut berwarna kehitaman. Warna rambut pada jambul kepala dan bahu lebih gelap, kaki dan tangannya berwarna kehitam-hitaman, wajah hitam layaknya beruk (Macaca nemestrina).

Bentuk badan simakobu pendek dan gemuk, serta anggota-anggota badannya sama panjang. Panjang tubuh primata ini berkisar antara 45-52,5 cm dengan berat badan kurang lebih 6-9 kg. Simakobu memiliki ekor yang memang menyerupai ekor babi. Ekornya lumayan pendek sekitar 15 cm dan ditumbuhi sediki rambut. Hidungnya pesek dan terkesan menghadap ke atas.

Agak sulit untuk membedakan antara simakobu jantan dan betina karena mereka tidak mempunyai perbedaan warna. Baik jantan maupun betinanya memiliki warna kelabu tua ataupun keemasan. Sedikit membedakan antara jenis jantan dan betina adalah dari ukuran tubuhnya, dimana jenis jantan dewasa memiliki ukuran tubuh lebih besar dibandingkan betina dewasa. Kemudian pada gigi taringnya, jantan memiliki taring yang lebih panjang daripada gigi taring betina.

 

Habitat Simakobu

Karena simakobu merupakan endemik dari Mentawai pastinya hewan ini dijumpai pada kepulauan MentawaiSimakobu hidup di daerah hutan rawa dan hutan dataran rendah. Selain di daerah tersebut, juga ditemukan di hutan primer yang terletak di lereng bukit.

Perburuan dan Perambahan Hutan Mengurangi Populasi Simakobu

Salah satu penyebab terjadinya penurunan populasi dari simakobu adalah perburuan hingga kini yang sering terjadi. Sebenarnya hal ini dilarang oleh Menteri Kehutanan, namun masih saja masyarakat memburu hewan ini untuk dikoleksi ataupun didagangkan. Sangat miris bukan, dimana simakobu ini yang seharusnya dapat bebas lepas di alam malah terkurung dibalik bilik besi dengan ikatan dilehernya. Penyebab lainnya adalah perambahan hutan, dimana hutan yang sering dijadikan tempat beraktivitas baik sebagai tempat tinggal, tempat mencari makan, tempat bermain, maupun kawin oleh kaum “penggila harta” dijadikan untuk fungsi lain contohnya seperti pembukaan lahan baru kelapa sawit.

Menurut data IUCN redlist tahun 2006 didapatkan jumlah populasi simakobu yang diperkirakan sekitar 6.700 – 17.300 ekor yang terdiri atas sekitar 6.000 – 15.500 Simias concolor siberu dan 700 – 1.800 ekor Simias concolor concolor. Dalam 10 tahun terakhir terjadi penurunan populasi simakobu hingga 90%. Hal tersebut mengindikasi bahwa ancaman kepunahan primata endemik Mentawai sudah nyata, sehingga IUCN Redlist menyatakan bahwa status konservasi yaitu critically endangered atau kritis.

Saatnya Manusia Peduli Terhadap Keberadaan Simakobu

Indonesia sendiri karena merupakan negara tropis sehingga memiliki jenis keanekaragaman primata yang tinggi, sayangnya spesies endemik ini masuk dalam daftar “25 Primata Paling Terancam Punah di Dunia Periode 2014-2016″ dan sekarang ditangan kitalah yang menentukan pilihan untuk keberlangsungan berikutnya. Kita mau memperbaiki atau hanya membuat kaya untuk diri sendiri.

Kita tidak boleh tinggal diam untuk membiarkan primata lucu ini punah. Ada cara mudah untuk melestarikannya yaitu ayo lebih kita peduli lagi. Kita bisa melakukan kegiatan reboisasi, ataupun kita menuntut kepada pemerintah untuk menertibkan aktivitas perambahan hutan agar habitat simakobu dapat terjaga. Kita sebagai konservator juga dapat melakukan penyuluhan edukasi dimana kondisi sebenarnya alam di Indonesia yang sudah tidak seperti dulu lagi. Hal lain yang dapat dilakukan adalah melakukan kegiatan restorasi atau penggalangan dana yang tidak hanya disebar pada daerah lokal melainkan hingga mancanegara, dimana dana tersebut untuk membuat suaka sehingga dapat ditinggali dan mengajak beberapa staff untuk melakukan pemantauan terhadap simakobu.

Begitu sob sedikit informasi tentang primata endemik Mentawai, semoga informasi ini berguna untuk kalian. Kita tidak mau kan kalau anak dan cucu kita tidak dapat merasakan indahnya alam yang kita dapatkan secara gratis ini. Mungkin sedikit pesan dari saya:

 “Ayo lestarikan bumi pertiwi kita ini, bumi ini akan indah jika kita mulai berhenti merusaknya“.


5 responses to “Primata Mentawai Yang Diambang Kepunahan”

  1. adeniania says:

    informasi yang disampaikan sangat berguna bagi para pembaca yang memang belum mengetahui mengenai simakobu ini, dan saya sebagai pembaca tergerak untuk ikut serta melakukan aksi konservasi tersebut. Namun dalam penulisan blog ini bisa ditambahkan gambar mengenai Simakobu tersendiri agar dapat langsung diketahui oleh para pembaca yang memang belum tahu,

  2. rosamahasmara5 says:

    waahhhhh… terimakasih nicho informasi yang diberikan sangat berguna dan menambah wawasankuu….

  3. Ivan Pratama H says:

    Informasi yang sangat bermanfaat, apakah ada hukuman bagi para pemburu simakobu ini?

  4. billyantor says:

    Informasi yang diberikan baik sekali, cukup miris dengan hewan-hewan asli Indonesia yang makin lama makin habis diburu pemburu asli Indonesia juga. Mungkin kedepannya mulai mengkampanyekan pada pemerintah bahwa daerah atau habitat tempat tinggal dari monyet ekor babi ini dibuat menjadi kawasan yang dilindungi atau kawasan konservasi yang diproteksi dengan undang-undang.

  5. davidhermawan says:

    informasi yang sangat membantu untuk mengenal para primata yang terancam punah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2020 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php