Dunia Konservasi

Volunteer Ayam

Posted: December 2nd 2016

 

Hai sobat konserv, kali ini aku bakal share tentang salah satu rencana aksiku untuk menyelamatkan Duniaaaa (ah yang bener ya kali?) HAHAHAHA 

Nah aku mau sedikit cerita tentang my action plan untuk menyelamatkan Ayam, ya ayam-ayamku~eh bukan, jadi gini aku mau share dan cerita gimana caranya menyelamatkan salah satu jenis Ayam asli Indonesia punya dan hanya di temukan di Indonesia yakni Ayam Hutan Hijau (Gallus varius), nah langsung aja cuss simak berikut ini.

Ayam Hutan Hijau atau Green Junglefowl (Gallus varius) adalah satu dari dua spesies ayam hutan asli Indonesia selain Ayam Hutan Merah (Gallus gallus). Ayam Hutan Hijau merupakan hewan endemik Indonesia yang tersebar hanya di Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara saja. Ayam Hutan Hijau merupakan salah satu kekayaan alam Indonesia yang keberadaannya saat ini semakin langka ditemukan di alam sebagai akibat eksplorasi yang berlebih-lebihan. Pada masa lalu saat kondisi populasi masih stabil, kebanyakan orang menangkap sekedar iseng-iseng saja kemudian dijual, tapi seiring perkembangan waktu di masa sekarang, pekerjaan ini sudah menjadi kegiatan yang berlangsung secara semi profesional. Akibatnya beberapa spesies Ayam Hutan Hijau di Pulau Jawa terus mengalami penurunan populasi. Walaupun ada upaya dari para pembeli untuk melakukan pemeliharaan di rumah, tapi tidak adanya info yang memadai bagaimana cara budidaya mengakibatkan ayam hutan mengalami ketakutan dan kematian dalam penangkaran pada waktu singkat sehingga berdampak pada kegagalan  dalam pelestariannya (Tanjung, 2003).

Gambar 1. Ayam Hutan Hijau (Gallus varius)

Gambar 1. Ayam Hutan Hijau (Gallus varius)

Ayam Hutan Hijau dalam kategori status konservasi IUCN red list ditempatkan pada kategori Least Concern (LC). Walaupun tergolong kategori tidak terancam punah, jumlah populasinya di alam juga tidak terlalu banyak dan merupakan sumber plasma nutfah yang harus dilindungi dan dilestarikan keberadaannya (Rahayu, 2000). Secara umum, aktifitas reproduksi ayam hutan diakui semakin sulit disebabkan kuatnya tekanan ancaman perburuan dan penangkapan secara liar di alam. Kondisi lingkungan yang sering mengalami perubahan juga telah ikut mengakibatkan aktifitas reproduksi ayam hutan semakin tidak menguntungkan. Menurut Agung (2004), hampir dalam satu dasa warsa terakhir sangat sulit mendengar kokokan ayam hutan di pinggir hutan ataupun di kawasan hutan sendiri. Hal ini sudah menunjukan adanya indikasi mulai terganggunya populasi ayam hutan tersebut di alam. Karena itu, upaya pelestarian terhadap Ayam Hutan Hijau (Gallus varius) sangat penting dilakukan sejak dini agar populasinya tidak mengalami ancaman kepunahan di masa mendatang. Salah satu upaya untuk menjaga kelestariannya adalah melakukan konsep penangkaran untuk dikembangkan budidayanya dengan menyesuaikan karakter dan habitat untuk pertumbuhan dan perkembangannya.

Kegiatan penangkaran membutuhkan biaya yang cukup besar dan ketelatenan maka saya sebagai mahasiswa untuk saat ini belum bisa melakukan penangkaran sendiri, sehingga yang dapat saya lakukan saat ini yakni ikut aktif dalam kegiatan penangkaran sebagai volunter atau relawan. Salah satu usaha penangkaran Ayam Hutan Hijau di Jawa Tengah yakni ada di daerah Temanggung yang kelola oleh bapak Jacky. Usaha penangkaran yang dilakukan oleh bapak Jacky ini sudah berlangsung dari tahun 2012. Penangkaran ini mulai dari pembuatan kandang yang cocok untuk Ayam Hutan Hijau, mengawinkan ayam hutan, pengeraman telur, pengobatan penyakit, serta pembudidayaan Ayam Hutan. Jadi saya berencana menjadi relawan atau volunteer di penangkaran yang dikelola oleh bapak Jacky tersebut.

Gambar 2. Penangkaran Ayam Hutan Hijau di Temanggung

Gambar 2. Penangkaran Ayam Hutan Hijau di Temanggung

Nah begitulah rencana aksi saya teman-teman, mulai dari menjadi relawan dalam usaha pelestarian melalui penangkaran, kita dapat mencegah kepunahan Ayam Hutan Hijau yang populasinya hanya ada di Indonesia. Secara tidak langsung kita ikut berperan dalam pelestarian keanekaragaman hayati khas Indonesia. Indonesia Jaya!

Thankyou <3

 

Daftar Pustaka

Agung. 2004. Nyaris Tak Terdengar Lagi Kokok Ayam Hutan. Harian Suara Merdeka. Jakarta.

IUCN Redlist. 2016. Gallus varius. http://www.iucnredlist.org/details/full/37412/0. Diakses 29 November 2016.

Rahayu, I. 2000. Karakteristik dan Tingkah Laku Ayam Hutan Merah (Gallus gallus spadiceus) di dalam kurungan. Fakultas Peternakan Institut Pertanian Bogor.

Tanjung, M. 2003. Regulasi Hormon Terhadap Ekspresi Gen Pada Ayam Hutan  (Gallus sp). FMIPA USU. Medan.


2 responses to “Volunteer Ayam”

  1. dimasamboja says:

    Hai tinni. Ulasan yang menarik tentang konservasi ayam hutan! Saya ingin tahu, di tempat penangkaran ayam hutan di Temanggung sudah ada berapa ayam yang ditangkar dan setelah penangkaran apakah dilepas ke alam liar lagi? Jika iya, berapa ayam yang berhasil dilepas lagi ke alam liar sampai saat ini. Danke schon!

  2. anganthirs says:

    Sudah bagus, penagkaran yang dilakukan prosesnya bagaimana dan ada cara lain lagi tidak selain melalui penangkaran?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2020 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php