Dunia Konservasi

Jeruk Misterius dari Bumi Kartini

Posted: September 2nd 2016

Jeruk Jepara alias Jeruk Swing (Limnocitrus littoralis (Mig) Swingle) merupakan tanaman endemik Jawa Tengah Indonesia dan hanya terdapat di Jepara (Cagar Alam Keling dan Cagar Alam Celering), Jawa Tengah. Jeruk Jepara (Limnocitrus littoralis) adalah spesies tanaman dalam keluarga Rutaceae. Jeruk Jepara sendiri masuk dalam status konservasi dengan status Endangered oleh IUCN Redlist.

Gambar 1. Status Konservasi Menurut IUCN Redlist (IUCN Redlist, 2016)

Gambar 1. Status Konservasi si Jeruk Jepara (IUCN Redlist, 2016)

Singkat cerita si Jeruk jepara (Limnocitrus littoralis) ini pertama kali ditemukan oleh J.E. Teijsman pada tanggal 6 Oktober 1854 di pantai Lasem,  Rembang. Tanggal 24 Agustus 1930 dibuat koleksi khusus di pantai dekat Lendang, Rembang. Selain di Rembang jeruk ini juga terdapat di kepulauan Riau dan Vietnam. Tetapi dengan sifat plasma nuftah yang berbeda. Di Riau jenis jeruk ini ditemukan oleh Ismail Husai di pulau Rangsang, Riau, pada tahun 1980 (Tim Penulis Penebar Swadaya, 1994).

Gambar 2. Jeruk Jepara (Limnocitrus littoralis) (Haile, 2013)

Gambar 2. Taraaaa, ini loh wajah si Jeruk Jepara (Limnocitrus littoralis) kece bukan?? (Haile, 2013)

Jeruk Jepara ini memiliki kekuatan yang luar biasa karena mampu hidup di berbagai kondisi agroekosistem yang kurang menguntungkan untuk pertumbuhan tanaman lain. Jeruk Jepara tahan penyakit dan mampu hidup di tanah berpasir yang berkadar garam tinggi. Jeruk jepara juga banyak terdapat di daerah rawa-rawa di pinggir pantai dan tepian sungai dekat pantai. Sifat pertumbuhan tanaman jeruk Jepara ini mirip sekali dengan pohon bakau. Kemampuan jeruk jepara dalam bertahan terhadap serangan organisme pengganggu tanaman menjadikan jeruk jepara menjadi salah satu bahan/sumber batang bawah untuk bibit yang baik. Umumnya, bibit yang menggunakan jeruk jepara sebagai batang bawah ditujukan untuk mencegah penyakit CVPD (Tim Penulis Penebar Swadaya, 1994)

Jeruk Jepara merupakan tanaman berbentuk pohon perdu dengan ketinggian kurang dari 3 meter. Memiliki buah berdiameter 3-5 cm dan terdapat 5 ruangan di dalam buahnya dengan masing-masing ruangan terisi oleh dua biji. Jeruk Jepara memiliki rasa yang asam sedikit asin. Kandungan air di dalam buah Jeruk Jepara cukup sedikit sehingga kurang enak ketika dikonsumsi atau dijadikan minuman (Tim Penulis Penebar Swadaya, 1994). Klasifikasi Jeruk Jepara adalah sebagai berikut.

Gambar 3. Klasifikasi Jeruk Jepara (IUCN Redlist, 2016)

Gambar 3. Klasifikasi Si Jeruk Jepara (Limnocitrus littoralis) (IUCN Redlist, 2016)

Jeruk Jepara alias jeruk swing (Limnocitrus littoralis (Mig) Swing) ini bisa dibilang misterius karena pernah dinyatakan punah/hilang oleh para ahli botani Indonesia sejak tahun 1969. Setelah puluhan tahun dalam pencarian, pada tahun 1984 jeruk ini dinyatakan ditemukan kembali di tempat asalnya yakni Jepara. Hilangnya si jeruk jepara ini sangat menarik perhatian, sampai-sampai seorang ahli buah-buahan dari Hawaii, Hamilton, pada tahun 1969 mengirimkan surat kepada Kebun Raya Bogor yang isinya meminta kiriman jeruk Jepara untuk dikembangkan di Amerika.

Menurut GBIF Backbone Taxonomy (2016), faktor  yang mengancam kepunahan jeruk Jepara adalah hilangnya habitat asli dari si jeruk Jepara. Upaya konservasi yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia yakni dengan cara menanam dan membudidayakan jeruk Jepara ini di Cagar Alam Keling dan Cagar Alam Celering.

Nah kalo kalian masih kepo soal si jeruk Jepara yang misterius ini kalian bisa liat video nya lewat link berikut ini https://www.youtube.com/watch?v=5htoeeEIUuM

Monggoooo . . . . . Tralala-trililili 🙂 🙂

 

Referensi:

GBIF Backbone Taxonomy. 2016. Limnocitrus littoralis (mig) Swing. http://www.gbif.org/species/3835892. Diakses 1 September 2016.

Haile. 2013. https://www.flickr.com/photos/haile/9912026986. Diakses 1 September 2016.

IUCN Redlist. 2016. Limnocitrus littoralis. http://www.iucnredlist.org/details/full/37412/0. Diakses 1 September 2016.

Tim Penulis Penebar Swadaya. 1994. Mengenal Tanaman Langka Indonesia. Penebar Swadaya. Jakarta.

World Conservation Monitoring Centre. 1998. Limnocitrus littoralis. The IUCN Red List of Threatened Species 1998: e.T37412A10051534. http://dx.doi.org/10.2305/IUCN.UK.1998.RLTS.T37412A10051534.en. Diakses 1 September 2016.


5 responses to “Jeruk Misterius dari Bumi Kartini”

  1. Maria Meita Purnasari says:

    Informasinya sangat membuka wawasan, tetapi kalau boleh saya tahu karakteristik buah ini sendiri memiliki kemampuan beradaptasi yang cukup baik, apakah hanya karena habitatnya saja jeruk ini dikatakan terancam ? Padahal dari segi adaptasi jeruk ini cukup baik. Terimakasih 😊

  2. Dimas says:

    Ommo.. Info yg menarik kak!!! Smoga upaya konservasi dilakukan scr berkelanjutan ya kak.. Kita sbg generasi muda harus ikut cmpr dlm upaya konservasiii..

  3. stefaniebella says:

    Artikel yang bagus dan sangat bermanfaat
    Harapannya adalah dengan adanya kemajuan teknologi dan perkembangan ilmu pengetahuan dapat dilakukan pemuliaan tanaman agar diperoleh peningkatan jumlah dari spesies jeruk ini

  4. nevinembella says:

    Terimaskasih atas informasinya, sangat bermanfaat, Harapanya semoga konverasinya diupayakan lebih baik sehingga jumlah spesies jeruk ini mengingkat.

  5. veningtriwi says:

    Terima Kasih atas informasinya dan sangat bermanfaat, semoga upaya konservasi dilakukan secara berkelanjutan untuk melestarikan spesies jeruk ini dan jumlahnya juga terus meningkat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2018 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php