Kehidupan Mahasiswa

Ini Kesaksian Guru Besar Hukum Pidana UGM di Sidang Jessica

Guru Besar Hukum Pidana dari Kampus Gadjah Mada (UGM) ‎Edward Omar Sharif Hiariej mengatakan pasal pembunuhan merencanakan tidak memerlukan motif atau asal mula penyebabnya. Pernyataan ini di sampaikan Edward saat memberi kesaksian dalam sidang ke-14 pembunuhan Wayan Mirna Salihin dengan terdakwa Jessica Kumala Wongso.

Baca juga: Jurusan di UNSIKA

‎Edward Omar Sharif Hiariej menerangkan Pasal 340 KUHP mengenai Pembunuhan Merencanakan yang menjerat terdakwa Jessica ‎tidak memerlukan motif atau asal mula pemicunya. ” Karena ada teori hukum pidana yang menerangkan bila Pasal 340 KUHP tidaklah perlu mencari asal mula motif terjadinya perkara itu. Ini diterangkan dalam teori Dolus Premeditatus, ” kata Edward di PN Jakpus, Kamis (25/8/2016).

Dalam teori itu, lanjut Edward, ada tiga hal yang memperkuat bila pelaku pembunuhan merencanakan tidaklah perlu asal mula atau motif terjadinya perkara. ” Pertama, ‎pelaku ketika mengambil keputusan kehendak untuk melakukan dalam kondisi tenang‎. Kedua, ada tenggang waktu yang cukup pada mengambil keputusan kehendak dengan peristiwa. Ke-3, ‎pelaksanaan kehendak dilakukan dengan tenang, harus memakai pemikiran yang masak, ” paparya.

Baca juga: Biaya Kuliah UEU

Oleh karena itu, Edward menyatakan tidaklah perlu capek pikirkan motif pembunuhan dalam Pasal 340 KUHP, karena pasal itu tidak perlu motif. ” Saya telah foto copy buat yang mulia, diterangkan dengan gamblang Pasal 340 tidak memerlukan motif. Bila ada pakar pidana katakan perlu motif, suruh baca sekali lagi histori pembentukan KUHP di Belanda, ” tutupnya.

Blog Terbaru

© 2018 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php