Cristina Evi Natallia

Fakta Buah Impor di Kios Buah Segar Bu Yati Pasar Tradisional Nologaten Vs Pasar Modern (Supermarket X)

Posted: April 13th 2017

Indonesia merupakan negara biodiversitas, letak Indonesia di garis khatulistiwa menyebabkan Indonesia memiliki keanekaragaman yang cukup tinggi (Whitmore, 1980). Keanekaragaman ini termasuk jenis buah-buahan asli Indonesia juga sangat tinggi, namun buah-buahan di Indonesia belum di Indonesia belum dimanfatkan secara maksimal, hal ini ditunjukkan terdapat buah-buahan impor yang di jual di pasar-pasar tradisional maupun pasar-pasar modern (Uji, 2005). Hal yang menyebabkan belum dimanfaatkan buah-buahan ini adalah banyaknya jenis-jenis tumbuhan buah yang belum dikenal oleh masyarakat luas, selain itu banyaknya buah-buahan impor di pasaran disebabkan oleh tingginya konsumsi buah di dalam negeri sendiri sehingga Indonesia masih mengimpor untuk memenuhi kebutuhan buah dalam negeri. Pendataan ini diperlukan untuk mengetahui perbandingan buah impor dan buah lokal yang ada di pasar tradisional dan pasar modern. Pendataan dilakukan di dua pasar berbeda yaitu di Kios Buah Segar Bu Yati Pasar Nologaten dan salah satu supermarket X di daerah Seturan. Berikut hasil ditunjukkan pada tabel 1 dan 2: … Read more


BATUBARA, SUMBER DAYA ALAM TAK TERBARUKAN DI BUMI RAFFLESIA

Posted: February 20th 2017

Batubara adalah bahan bakar fosil yang dalam proses terbentuknya berasal dari sisa tumbuhan yang  terakumulasi di rawa atau lahan gambut dan terkubur jutaan tahun pada kedalaman tertentu dan mengalami perubahan suhu dan tekanan yang tinggi sehingga sisa tumbuhan tersebut mengalami proses perubahan baik fisika maupun kimia. Sumber gambar: http://bentengekspres.blogspot.co.id Bengkulu atau biasanya orang menyebut Bumi Rafflesia karena kekhasan bunga rafflesia merupakan salah satu provinsi penghasil tambang batubara yang ada di Indonesia. Provinsi Bengkulu berada pada pesisir pulau Sumatera, hal ini tentu menguntungkan dalam bidang transportasi khususnya transportasi melalui perairan. Tambang batubara yang ada di Sebagian besar wilayah di Bengkulu dahulu adalah perkebunan seperti perkebunan sawit dan karet, namun dengan ditemukannya potensi sumberdaya alam berupa batubara, perkebunan telah berubah fungsi menjadi lahan pertambangan batubara. Provinsi Bengkulu memiliki sumberdaya batubara dan cadangan batubara. Sumberdaya batubara adalah keseluruhan endapan batubara yang terdapat di permukaan bumi, Sumberdaya batubara di Bengkulu menurut Statistik Batubara dan … Read more


Rencana Aksi: SINERGISME PENGELOLA MAGROVE BAROS DAN WARGA SEKITAR

Posted: December 2nd 2016

Secara ringkas hutan mangrove dapat didefinisikan sebagai suatu tipe hutan yang tumbuh di daerah pasang surut (terutama di pantai yang terlindung, laguna, muara sungai) yang tergenang pasang dan bebas dari genangan pada saat surut yang komunitas tumbuhannya bertoleransi terhadap garam (Santono dkk., 2005). Di Yogyakarta terdapat hutan mangrove, hutan mangrove ini berada di sekitar kawasan Sungai Opak di Dusun Baros, Desa Tirtohargo, Kecamatan Kretek, Kabupaten Bantul, Yogyakarta. Manfaat dari hutan mangrove ini diantaranya untuk meredam laju abrasi, dan juga gelombang tsunami. Selain itu juga menurunkan kadar karbondioksida di udara serta menetralisir bahan kimia yang mencermati rawa pantai. Hutan mangrove juga sebagai habitat ikan, kerang dan kepiting serta beberapa jenis burung air. Gambar 1. Peta Lokasi Kawasan Mangrove Baros (Sumber: Google Earth, dimodifikasi oleh Cristina Evi N) Kawasan Mangrove Baros saat ini dikelola oleh Kelompok Pemuda Pemudi Baros (KP2B) dan dukungan dari berbagai instansi yang turut serta dalam pengembangan hutan mangrove … Read more


Si Rambut Mowhak Bertampang Sedih Part II

Posted: November 2nd 2016

Indonesia merupakan negara yang menduduki peringkat kedua dunia setelah Brasil dalam hal keanekaragaman hayati. Flora dan fauna endemik pun sangat beragam, hampir di setiap daerah di Indoensia memiliki flora dan fauna yang endemik. Oleh karena itu, dalam tulisan ini penulis akan membahas salah satu fauna endemik dari Pulau tempat penulis berasal yakni Sumatera. Monyet Kedih (Presbytis thomasi) merupakan fauna endemik yang hanya ditemukan di Pulau Sumatera bagian Utara. Penyebaran Monyet Kedih mulai dari kawasan hutan Aek Nauli sampai Suaka Marga Satwa Rawa Singkil di Provinsi Nangroe Aceh Darussalam, data penelitian menunjukkan bahwa populasi terbanyak berada di Kawasan Taman Nasional Gunung Leuser terutama di Bahorok dan Ketambe. Di hutan Sumatera, primata ini mempunyai sebaran populasi yang sangat terbatas, yaitu hanya di Sumatera bagian utara. Primata ini sering menempati hutan primer daratan rendah, hutan sekunder, daerah perladangan, bahkan sering mengunjungi perkebunan karet (Syaukani, 2012) Monyet Kedih memiliki raut wajah seperti orang sedang … Read more


Si Rambut Mowhak Bertampang Sedih

Posted: August 24th 2016

Indonesia merupakan negara yang menduduki peringkat kedua dunia setelah Brasil dalam hal keanekaragaman hayati. Flora dan fauna endemik pun sangat beragam, hampir di setiap daerah di Indoensia memiliki flora dan fauna yang endemik. Oleh karena itu, dalam tulisan ini penulis akan membahas salah satu fauna endemik dari Pulau tempat penulis berasal yakni Sumatera. Monyet Kedih (Presbytis thomasi) merupakan fauna endemik yang hanya ditemukan di Pulau Sumatera bagian Utara. Penyebaran Monyet Kedih mulai dari kawasan hutan Aek Nauli sampai Suaka Marga Satwa Rawa Singkil di Provinsi Nangroe Aceh Darussalam, data penelitian menunjukkan bahwa populasi terbanyak berada di Kawasan Taman Nasional Gunung Leuser terutama di Bahorok dan Ketambe. Monyet Kedih memiliki raut wajah seperti orang sedang bersedih, oleh sebab itu kadang orang menjulukinya si monyet sedih, warna rambutnya abu-abu pada bagian punggung (dorsal) dan berwarna putih pada bagian dada dan perut (ventral). Monyet ini memiliki jambul di kepala yang berwarna hitam, pipi … Read more


Hello world!

Posted: August 19th 2016

Welcome to Komunitas Blogger Universitas Atma Jaya Yogyakarta. This is your first post. Edit or delete it, then start blogging!



© 2017 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php