Natalia Cinthya Deby

DNA marker… Apa sih itu..????

Posted: August 29th 2015

'Max really likes those genetic markers.'
Mendengar kata marker, apa yang ada dalam pikiran anda? Semacam spidol untuk menulis atau sekedar memberi tanda? Yapp, kira-kira seperti itu asumsi topik saya kali ini,.. Hanya saja marker kali ini bukan sekedar tinta, tapi lebih bersifat ilmiah.. Look at this picture below…
1178a

Seperti yang dilansir dari Balai Besar Perbenihan dan Proteksi Tanaman Perkebunan Surabaya, dewasa ini, teknologi molekuler berbasis DNA terus berkembang sejak kemunculannya di awal tahun 1980’an. DNA marker, salah satu aplikasi teknologi molekuler yang bertujuan untuk membedakan karakteristik suatu spesies pada level gen, terutama analisis genomnya selain dari karakter fisiknya yang tidak dipengaruhi oleh variasi lingkungan. DNA marker juga banyak diaplikasikan untuk mengontrol variasi susunan DNA pada sejumlah spesies termasuk rekayasa variasi genetik berdasarkan sifat yang dianggap baik dan menguntungkan.

Penggunaan DNA marker diawali dengan pengambilan sebagian kecil dari bagian tubuh spesies. Langkah selanjutnya adalah isolasi DNA dan identifikasi gen yang diharapkan membawa sifat baik dan unggul sesuai yang diharapkan dari spesies tersebut. DNA yang terisolasi dikaji melalui bank data gentika dalam rangka identifikasi gen dan pendugaan karakter yang diekspresikan. Lihat gambar berikut untuk mempermudah kita membayangkannya…
image_index_mainmonsanto-082305a-3-728

Salah satu penerapan DNA marker adalah pada varietas tanaman. Hal ini dilakukan untuk melihat persamaan dan perbedaan jenis tanaman melalui variasi gen karena karakter fisik bisa berubah akibat interaksi dengan lingkungan. Jenis DNA marker pada tanaman ada 2, yaitu berdasarkan teknik PCR dan tidak berdasarkan teknik PCR. DNA marker yang didasarkan pada teknik PCR, misalnya RAPD (Random Amplified Polymorphic DNA), AFLP (Amplified Fragment Length Polymorphism) dan SSR (Simple Sequence Repeats). Sedangkan, DNA marker yang tidak didasarkan pada teknik PCR, misalnya RFLP (Restriction Fragment Lenght Polymorphisme).

Seperti inilah bahan dan hasil yang didapat dari DNA marker…
axygenbio_dna_marker (Pewarna yang diapakai sebagai marker)
index (Hasil PCR yang ditampilkan pada monitor)

DNA marker membantu kita dalam mendapatkan info mengenai perencanaan pemuliaan spesies maupun pemilihan pasangan persilangan baru yang sesuai. Aplikasi DNA marker juga membantu melindungi spesies yang teridentifikasi secara anatomi dan genetik melalui hak kekayaan intelektual, serta mencegah terjadinya double claim. Penerapan DNA marker ini harus memperhatikan tujuan, fasilitas penunjang, dan karakteristik tipe marka yang hendak digunakan.

Hak kepemilikan spesies akan menjadi semakin kuat dengan adanya DNA marker karena ada identitas spesies secara spesifik baik melalui gambar maupun karakter gen yang dimiliki. Hal ini didukung dengan adanya peraturan, terutama untuk kajian tanaman dalam UU Perlindungan Varietas Tanaman No 29 th. 2000.

Ada info menarik nih, ternyata DNA marker juga dipakai untuk melacak jejak migrasi manusia..
Pengen tahu, please watch this video by clicking this site below:

Sumber Refrensi:

Bahagiawati, Septiningsih, E. M., Yunus, M., Prasetyo, A. D., dan Sutrisno. 2005. Aplikasi Teknologi Marka Molekuler untuk verifikasi Identitas Genetik Varietas Sayuran Komersial. Jurnal Hortikultura. 15(3): 153-159.

Balai Besar Perbenihan dan Proteksi Tanaman Perkebunan (BBPPTP) Surabaya, 2013.


21 responses to “DNA marker… Apa sih itu..????”

  1. Catherine pamela says:

    Mungkin bisa ditambah contoh yang lebih spesifik

  2. Artikel yang sangat menarik, adanya DNA marker sangat membantu dalam pengembangan berbagai informasi genetik dan penerapannya dalam identifikasi berbagai
    spesies. Hal yang menarik adalah mencegah double claim, adanya double claim akan menganggu dalam proses identifikasi.

  3. ryan130801340 says:

    bagus dan informatif hanya perlu ditambah penjelasan dan ilustrasi

  4. yudharyanjanshen says:

    Tambahan ilmu yang menarik!!
    Nice info.. Tapi saya ada sedikit pertanyaan nihh
    Apakah DNA marker dapat disebut juga sebagai Mikrosatelit yang kebetulan merupakan topik pembahasan saya?
    kemudian jenis DNA marker mana yang lebih bagus yang didasarkan pada teknik PCR atau tidak didasarkan pada teknik PCR?
    Thanks!! Keep Blogging!
    Bravo INDONESIA!

    • Natalia Cinthya Deby says:

      Sejauh yg saya tahu dari bbrp literatur, PCR tu lebih menguntungkan, karena lebih banyak menghasilkan kopi sekuen DNA.
      terus, mikrosatelit itu salah satu marka yg dipake buat marking DNA,,
      Mikrosatelit = sekuen sederhana yang berulang-ulang yang melimpah dalam genom suatu spesies dan bersifat kodominan sehingga keragaman alel pd level yg tinggi masih bisa terdeteksi (dg PCR).

      Mungkin kurang lebihnya kaya gitu,, maaf kalo ada salah jawab hehehe..

  5. bernadusandy says:

    wow keren, semoga ilmu ini semakin dimanfaatkan dan dikembangkan

  6. esta says:

    gimana tanggapan pemerintah dengan adanya DNA marker dan hak kepemilikan spesieS?

    • Natalia Cinthya Deby says:

      Seharusnya sih setuju kan ini membantu juga melindungi hak kepemilikan si spesies supaya gak dicolong ama negara lain,, lagipula sudah ada UU nya jadi mungkin masih merespon positif selama DNA marker ini gak disalahgunakan…

  7. Kael Sinaga says:

    Keren. Hal yang baru aku tau. Hehe…

  8. artikel yang bagus ! semangat πŸ™‚

  9. garvin says:

    wow sangat informatif sekali…

  10. Berliani Christy says:

    Menurut saya, penemuan tentang DNA marker ini merupakan suatu terobosan untuk mengungkap berbagai problematika kehidupan sehari-hari. Misalnya saja dengan adanya DNA marker ini kita bisa saja mengidentifikasi dan memetakan gen pada serangga yang resisten terhadap insektisida. ketika gen penyebab resisten itu diketahui, berarti kita dapat menemukan solusi yang tepat untuk membasmi kemelimpahan serangga perusak tanaman.

  11. stephanie says:

    DNA marker memang memiliki peran yang besar baik dalam menentukan varietas tanaman maupun memiliki kegunaan lainnya seperti tahap” persilangan lainnya.. Cukup menarik πŸ™‚

  12. Katonraga says:

    Informasi yang menarik dalam kemajuan dan penemuan-penemuan hebat dengan kajian molekuler yang diterapkan dilingkungan juga, semoga dengan kemajuan teknologi molekuler ini dapat membantu mengembalikan jumlah spesies-spesies flora maupun fauna yang terancam punah sehingga Issue global seperti The Extinction tidak semakin parah dan dapat dipantau melalui Aplikasi DNA marker sebagai pelabelan pada suatu spesies tertentu yg juga tdk hanya sebagai claim saja. . .
    Thanks!!

  13. freshily24 says:

    info yang menurut saya sangat menarik.. saya ada sedikit pertanyaan,, apakah pernah terjadi suatu kesalahan penandaan oleh DNA marker itu sendiri?? kemudian apa yang menyebabkan kesalahan itu dapat terjadi?? mungkin itu saja yang perlu saya sampaikan semoga kaka Deby bisa membantu saya mencari jawabannya….
    ehehhe

  14. angelicaraharjo says:

    Sangat menarik. Apakah DNA marker sudah digunakan secara luas di Indonesia? Atau hanya pada spesues tertentu saja? Adanya video dpt menambah pemahaman ttg DNA marker

  15. fernandopn says:

    DNA marker memang sangat membantu dalam perkembangan identifikasi suatu spesies. Saya ingin bertanya, apakah DNA marker ini hanya dapat digunakan untuk identifikasi persamaan dan perbedaan jenis tanaman melalui variasi gen saja? Bagaimana jika pada Satwa? Apakah efektivitas nya tetap sama?

    • Natalia Cinthya Deby says:

      DNA marker sebenarnya bisa dipakai utk fauna maupun flora, hanya saja saat ini masih banyak penerapan lebih ke arah fauna, utk pemanfaatan bududaya misalnya biar menghasilkan produk berkualitas dengan sifat menguntungkan yg diinginkan..

      DNA marker tu lebih ke melihat bagian gen yg “SAAT INI” dianggap membawa ssifat menguntungkan sekaligus identifikasi spesies secara akurat, kan kadang serupa tapi tak sama hehehe..
      ingat, faktor lingkungan bisa membuat perubahan pada morfologi dan mengaburkan kejelasan spesies tersebut wkwk

  16. hermantochen says:

    gan, info yang menarik. sebenarnya saya ingin bertanya sedikit mengenai aplikasi dan mungkin dari pendapat mbak saja, apakah DNA marker berbeda dengan DNA Barcode? apa perbedaanya? soalnya saya membaca fungsi dari DNA barcode dan DNA marker ini hampir sama.

    • Natalia Cinthya Deby says:

      memang hampir sama gan,,
      Sama2 buat identifikasi,. mungkin fokusnya aja yg agak beda,,

      klo DNA marker lebih digunakan utk mengidentifikasi gen yg membawa sifat unggul dari suatu spesies sehingga diharapkan ada perbaikan keturunan pada suatu budidaya,

      klo DNA barcode lebih ke konservasi arahnya, jadi spesies yg udah punya Barcode bisa dikenali lewat sekuens DNA nya yg udah didaftarin di DNA bank hehe,, jdi kalo ada perburuan liar trus penasaran tu onggokan daging apa yg udah dipotong, bisa nih gan dicek itu satwa apa lewat barcodenya..

      ya kayak klo dirimu ke supermarket gitu deh gan hahha,,

  17. seharusnya Pemerintah memberi mengapresiasi atau bahkan membantu mengembangkan kajian ini..saya ingin tahu lebih lanjut apakah marker ini juga dapat disebut primer (dalam PCR)..SELEBIHNYA MENGEDUKASI SEKALI!! Mangat yaa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2021 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php