The Land of Technobiology

“MinION” canggih tanpa warna kuning

Posted: September 5th 2014

Apakah anda seorang ekolog? Sulitkah bagi anda untuk mengkaji bidang ekologi dalam lingkup molekuler? Lalu bagaimana cara anda untuk menganalisis DNA sebuah makhluk hidup yang anda temukan di lapangan? Kebanyakan ekolog tidak dapat menyelesaikannya dalam waku yang singkat, mengingat analisis DNA konon perlu dilakukan dalam laboratorium dengan alat-alat yang hanya “diam di tempat” dan proses yang rumit. Bagi saya, seiring perkembangan teknologi yang ada di dunia sekarang ini, haruslah semuanya menjadi lebih mudah dan praktis.

Gambar . Analisis DNA Hewan (sumber: www.recomparison.com)

Gambar 1. Analisis DNA Hewan (sumber: www.recomparison.com)

Gambar 3. Analisis DNA Bakteri (sumber: learn.genetics.utah.edu)

Gambar 2. Analisis DNA Bakteri (sumber: learn.genetics.utah.edu)

Tahukah anda bahwa saat ini ada alat unik yang dapat mempermudah para ekolog maupun peneliti untuk menganalisis DNA langsung di lapangan? Perkenalkan alat mungil yang diberi nama “The MinION” ini. Alat ini beradaptasi untuk sequencing DNA, protein, dan teknik penginderaan nanopore lainnya. MinION kompatibel dengan aliran sel / sampel yang kompleks seperti darah, serum, atau air. Terdapat sensor chip didalam alat ini yang disebut ASIC (Application-Specific Integrated Circuit) dan nanopores sebagai penunjuk hasil eksperimen sensing dari satu molekul yang lengkap.

Gambar 3. The MinION (sumber: www.nanoporestech.com )

Gambar 3. The MinION (sumber: www.nanoporestech.com )

“The MinION” yang hanya sebesar USB Flashdisk ini merupakan suatu hasil perkembangan teknologi oleh perusahaan Oxford Nanopore Technologies yang telah memulai karirnya dibidang teknologi sequencing DNA ataupun molekul lain sejak 2005. DNA sequencer ini dapat langsung digunakan dengan menyambungkannya ke komputer atau laptop melalui kabel USB port, reduksi data dilakukan dengan menggunakan aplikasi MinKNOW yang merupakan program buatan perusahaan itu sendiri. Hebat bukan?

Gambar 4. Penggunaan The MinION (sumber: www.nanoporetech.com)

Gambar 4. Penggunaan The MinION (sumber: www.nanoporetech.com)

Si mungil ini mampu melakukan sequencing pada DNA hingga 150 juta pasang basa dalam waktu 6 jam. Sedangkan kromosom manusia memiliki 108 – 3 x 108 pasang basa yang berarti sampai saat ini “The MinION” hanya dikhususkan pada sel yang juga ‘mungil” seperti sel bakteri / virus. Namun, dibalik segala kecanggihan yang dimiliki, “The MinION” merupakan DNA sequencer sekali pakai. Jadi, para ahli yang ingin menggunakan alat ini yang tentu dapat membantunya mengidentifikasi virus / bakteri tetapi sekaligus harus merogoh kocek lebih untuk alat yang harganya mencapai 900 dollar alias 9 juta rupiah. Sebelumnya, tahukah anda apa itu nanopore? Nanopore merupakan molekul protein yang membentuk lubang sangat kecil pada membran seperti lipid bilayer (biologis) ataupun dibuat dari material sintetik seperti silikon nitrit dan grafit. Sampel yang disuntikkan melalui chip ASIC pada “The MinION” akan memenuhi nanopores anti-elektrik sebagai biosensor didalamnya dan akan mengidentifikasi sampel target. Gambar dibawah ini memberikan ilustrasi ketika suatu protein melewati nanopore atau dekat dengan celah, sehingga menimbulkan arus terganggu tetapi memungkinkan pengukurannya untuk identifikasi protein sampel misalnya untuk dapat membedakan empat basa DNA (A, T, G, dan C)

Gambar 5. Aliran sampel pada nanopore (sumber: www.nanoporetech.com)

Gambar 5. Aliran sampel pada nanopore (sumber: www.nanoporetech.com)

Selain “The MinION”, Perusahaan UK ini sedang mengusahakan suatu sistem yang dapat menganalisis gen DNA hanya dalam kurun waktu 15 menit yang bernama “The GridION system”. Sistem ini sekali pakai dan berbasis nanopores seperti “The MinION” hanya saja bentuknya seperti cartridge yang berisi reagen untuk menunjang suatu eksperimen. Penasaran dengan sistem canggih ini? Silakan anda simak info lebih lanjut disini: check this out!

Gambar 6. The GridION system (sumber: www.nanoporetech.com)

Gambar 6. The GridION system (sumber: www.nanoporetech.com)

sumber:

Bloom dan D. W. Fawcett. 2002. Buku Ajar Histologi. Penerbit Buku Kedokteran EGC, Jakarta. www.nanoporetech.com


12 responses to ““MinION” canggih tanpa warna kuning”

  1. Izemi is me says:

    MinION memang canggih, sensor chip buatan tangan manusia ini memberikan angin segar karena mempermudah manusia dalam mengidentifikasi makhluk hidup di zaman sekarang ini. ^^

    • mynarita says:

      Yap, mungkin perlu pengembangan lebih lanjut untuk bisa digunakan secara lebih spesifik yaa.. atau baik juga bila semua alat juga secanggih ini kelak di jaman mendatang 🙂 thanks ci commentnya 😀

  2. jejejacqueline says:

    wow, canggih sekali, sayang hanya sekali pakai dan harganya cukup menguras kocek. seandainya teknologi minion ini dapat dibuat dengan harga yang lebih murah lagi atau mungkin tidak untuk sekali pakai maka pendekatan molekuler akan semakin bermasyarakat 🙂

    • mynarita says:

      betul sekali jek, mungkin bisa mulai dikembangkan lagi dengan penggunaan yang lebih sederhana juga supaya harganya ga semahal itu yah 🙂

  3. Inge says:

    Ckck… ternyata kemajuan teknologi ttg molekuler d luar sana sudah sampai segitunya #terpukau. Info yang menarik, baru tahu kalau ada alat seperti itu. Sinergi luar biasa dari perkembangan dunia molekuler, bioinformatika,dan nanoteknologi. WOW. Appreciate buat Oxford Nanopore Technologies.

  4. Henry Wijaya says:

    Semakin canggih dan praktis

  5. Leni Budhi Alim says:

    wow, info yang menarik may :3 ga nyangka perkembanganya udah semaju itu. Semoga perkembangan ini semakin maju sehingga dapat menunjang masalah-masalah dalam molekuler yang belum dapat dipecahkan 😀

  6. Elviena says:

    penemuan yang mengagumkan (y),semoga ahli molekuler Indonesia juga bisa segera menemukan penemuan-penemuan hebat lainnya 🙂

  7. florencia says:

    wah canggih juga alat ini. kita bisa langsung menganalisis DNA di lapangan sehingga penelitian kita akan jauh lebih mudah, cepat, dan praktis. keren! 😀

  8. alfonslie says:

    informasi yang sangat menarik.. menjadi sebuah terobosan bagi dunia molekuler .. keep blogging 🙂

  9. intanmiw says:

    Canggihnya…tapi sayang hanya sekali pakai dan mahal…
    Setuju sama jack, andai bisa dimodifikasi untuk tidak sekali pakai. Emang gimana sih sistem kerja si minION ini?

  10. Caterinaakila says:

    Kemajuan teknologi sekarang memang sangat cepat sekali. Tetapi sama seperti teman-teman yang lain sayangkan, alat ini harganya cukup mahal dan hanya sekali pakai. Apakah alat ini sudah mulai digunakan oleh para ekolog di dunia?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2021 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php