MURIA II MURYANINGSIH

Yuukks kenalan sama BATU KAPUR si ‘PENYUSUN’ GUNUNGKIDUL

Posted: March 1st 2016

Ketika ditanya apa yang kamu tahu dari Gunungkidul?? banyak dan bahkan hampir semua teman akan menjawab.. “pantaii” ataupun “goaa pindull”.. Namun sebenarnya ada hal yang paling khas disana, yaitu pegunungan karst yang membentang dari ujung ke ujung… eemmm.. apa sih itu???

gunungkidul_upload pantai-gunung-kidul Goa-Pindul-Jogja

Pegunungan karst adalah pegunungan yang tersusun dari batuan kapur merupakan salah satu sumber daya alam ciri khas di Kabupaten Gunungkidul. Pegunungan tersebut terlihat seperti bukit-bukit yang berbentuk bulat, yang membentang di seluruh Kabupaten Gunungkidul. Luas kawasan karst ini sekitar 807 km persegi, atau 53% dari luas Kabupaten Gunung Kidul yang 1.483 Km persegi. kawasan karst memiliki fungsi utama sebagai penyimpan air yang memenuhi air baku bagi ratusan ribu masyarakat yang hidup di dalamnya, kawasan ini juga berfungsi sebagai penjaga keseimbangan ekosistem regional (Jahidin dan Harsia, 2007).

Karst tersusun dari batuan kapur yang merupakan batuan yang terdiri dari unsur kalsium karbonat (CaCO3), terbentuk langsung dari presipitasi air laut akibat proses biokimia. Batu kapur ini merupakan batuan karbonat yang insitu atau yang terbentuk pada tempat asalnya. Batu kapur merupakan jenis bahan galian non logam yang menjadi bahan baku utama di dalam pembuatan semen (Mairuhu, 2014).

20131110-134831_3

Batu kapur ini merupakan sumber daya alam lokal terutama kawasan Gunungkidul yang patut menjadi sorotan. Berikut ini pengklasifikasian sumber daya allam batu bara menjadi 4, yaitu :

  1. Berdasarkan sumber asalnya : batu kapur merupakan sumber daya alam abiotik karena berasal dari material non hidup
  2. Berdasarkan tahapan perkembangannya : batu kapur merupakan sumber daya alam actual dan cadangan karena sudah diketahui dengan pasti kuantitas dan kualitasnya serta sudah dimanfaatkan saat ini dan dapat dikembangkan secara menguntungkan di masa mendatang.
  3. Berdasarkan keterbaruannya : batu kapur merupakan sumber daya alam yang tak terbaharukan karena pembentukannya sangat lambat sehingga tidak bisa memperbaharui diri dengan cepat
  4. Berdasarkan sifat atau kondisinya : batu kapur merupakan sumber daya alam yang tergantikan karena jika sumber daya alam ini terus menerus digunakan maka akan habis dan tidak bisa digantikan.

Namun demikian, dibalik manfaat keberadaan batuan kapur ini, aktivitas manusia menjadi ancaman terbesar terhadap kelestarian fungsi ekologi karst.  Kekayaan akan karst tersebut menjadi daya tarik dari para investor untuk melakukan penambangan batuan gamping di kawasan ini. Ada beberapa perusahaan pertambangan maupun usaha penambangan warga yang melakukan aktivitas eksploitasi karst di Gunung Kidul. Berdasarkan Data inventerisasi dan verifikasi dari Dinas Energi Sumber Daya Mineral (EDSM) Provinsi DI Yogyakarta ada 7 perusahaan yang melakukan penambangan batu gamping dengan jumlah total luas ekploitasi 40 ribu meter persegi. Sedangkan jumlah usaha pertambangan warga  ada 14 usaha yang terverifikasi izin eksploitasinya dengan jumlah eksploitasi berkisar 7 ribu meter pesergi (Arvina, 2009).

antarafoto-PenambanganKarst240110 bukit-batu-putih

Semkin banyaknya para penambang batu kapur ini, akan semakin menyebabkan kerusakan lingkungan dan kekurangan ketersediaan SDA. Oleh sebab itu, perlindungan terhadap kawasan karst harus digalakkan. Penduduk pada wilayah tersebut mengalami suatu dilema, pada satu sisi mereka harus ikut aktif dalam upaya melindungi kawasan karst, namun di sisi lain alasan perekonomian menyebabkan mereka “terpaksa” melakukan kegiatan penambangan batu kapur di wilayah tersebut untuk memenuhi kebutuhan ekonomi mereka.

Salah satu langkah yang harus dilakukan adalah penambangan  tersebut harus diimbangi dengan upaya reklamasi dan rehabilitasi lahan bekas pertambangan. Selain itu, penambangan juga tidak boleh dilakukan secara berlebihan dan harus tetap berada di dalam koridor hukum yang berlaku. Untuk mewujudkan hal tersebut tentu saja tidak mudah, dibutuhkan ketegasan dari pemerintah serta kesadaran diri dari penambang batu kapur untuk ikut serta dalam upaya pelestarian lingkungan karst. Tidak lucu bukan apabila kelak dikemudian hari  Gunungkidul akan jadi kabupaten GUNUNGKIDUL YANG TAK BERGUNUNG.

 

Referensi :

Arvina. S.U. 2009. Penambangan Batu Kapur Untuk Bahan Baku Semen di Gunungkidul. Jurnal MAKARA 7 (1) : 101 – 115

Jahidin., dan Harsia, K. 2007. Karakteristik Batu Kapur Di Desa Purwodadi Gunungkidul. Jurnal Aplikasi Fisika 8 (2) : 80-88.

Mairuhu, N. 2014. Studi Potensi Batu Gamping Sebagai Bahan Baku Semen. Jurnal Ilmiah MTG 6 (2) : 30-41


3 responses to “Yuukks kenalan sama BATU KAPUR si ‘PENYUSUN’ GUNUNGKIDUL”

  1. Vivi Indriasti Freshily says:

    Menarik sekali informasinya, selama ini para wisatawan hanya mengenal gunung kiul dengan keindahan pantainya, dengan informasi ini wisatawan bisa lebih mengenal bagaimana keindahan gunung kidul tidak hanya dari pantai… thx

  2. Armae Dianrevy says:

    Menurut saya, banyaknya penambangan batu kapur bisa jadi dikarenakan SDA yang mudah untuk diperoleh, lemahnya aturan, tidak ada batasan yang melarang ekploitasi dan memperoleh uang dengan cepat sehingga hal ini mungkin saja dapat mengundang adanya penambang ilegal. Sebaiknya, perlu adanya batasan dan aturan yang jelas dan tegas sehingga mampu meminimalkan ancaman yang terjadi. Artikel yang menarik.

  3. bogo6013 says:

    haha.. benar juga jangan sampai gunungkidul jadi tak bergunung. semoga tidak akan terjadi hal seperti itu. Dari artikel ini yang ingin saya tanyakan adalah apa benar batu kapur merupakan sumber daya alam yang tergantikan? anda beri poin bold pada artikel di atas. Trims

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2021 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php