Timothy Ryan's Blog

Implementing IT: Ethics, Impacts, and Security

Posted: November 15th 2012

Di kehidupan masyarakat terdapat banyak aturan yang bermacam-macam. Ada aturan yang mengatur tentang sopan santun, cara bertamu, dll. Aturan-aturan yang ada, dimaksudkan untuk membuat kehidupan masyarakat menjadi tertib, aman, dan nyaman. Demikian juga dalam IT, perlu adanya aturan” untuk mengatur lalu lintas informasi dalam internet. Aturan-aturan itu dikenal dengan kode etik.

Etik meruakan suatu hal yang membertitahu apa yang benar dan salah. Kode Etik merupakan hal-hal yang mengatur seseorang dalam sebuah organisasi. Kode etik dalam bidang IT ada beberapa macam, diantaranya: Privacy, Accuracy, Property, dan Accessibility. Privacy menyangkut sebesar apa suatu data/informasi dapat dibagikan atau disimpan. Accuracy menyangkut keakuratan/otentik data/informasi. Property menyangkut hak cipta atau HAKI. Accessibility menyangkut hak akses seseorang dalam mengkakses suatu data/informasi.

Setiap organisasi perlu untuk selalu memperbarui kebijakan privasi. Untuk itu, setiap organisasi hendaknya:

  • Mengumpulkan data secara legal dan adil.
  • Selalu memastikan data tetap akurat, lengkap, dan up to date.
  • Memastikan data sesuai dengan tujuan yang spesifik.
  • Menjaga keamanan data untuk menjaga kualitas data.

Untuk menjaga keamanan informasi dalam bentuk property (properti intelektual), dapat dilakukan hal-hal berikut:

  • Hak paten (hak cipta yang diberikan kepada penemu atas penemuannya yang memiliki waktu selama 20 tahun).
  • Copyright ( Hak cipta yang diberikan kepada pengembang/developer atas karya yang telah dikembangkannya. Hak ini berlangsung selama pengembang itu hidup ditambah 50 tahun).
  • Trade secret (karya intelektual yang bersifat tertutup, tidak untuk publik)

IT memiliki hubungan erat dengan organisasi. Struktur organisasi mulai ditata ulang, tenaga manusia mulai dikurangi dan digantiĀ  dengan IT, dalam perekrutan tenaga kerja baru, pengalaman dan senioritas menjadi hal yang bukan utama lagi.

Dalam hubungannya dengan kehidupan sosial, IT telah membantu dalam banyak hal, yakni membantu kehidupan orang cacat, memantu meningkatan kualitas pelayanan kesehatan, meningkatnya konsumsi informasi oleh masyarakat, menambah fleksibiltas dalam bekerja dan organisasi, dll.

Tak jarang semakin orang menggunakan IT, semakin banyak pula kejahatan dalam IT, atau bisa disebut computer crimes. Contoh kejahatan pada umumnya adalah dengan menyebar virus komputer melalui internet. Untuk mngatasinya, kita perlu membuat suatu perlindungan terhadap ancaman-ancaman seperti itu. Bentuk perlindungan yang dapat kita lakukan adalah ketika muncul ancaman, segera halangi ancaman tersebut sebelum kerusakan yang ditimbulkan meluas. Selain itu lakukan pembenaran sistem untuk mencegah kerusakan kambuh lagi.

Kadang kala, bencana alam juga menjadi ancaman serius bagi keamanan IT. Untuk itu, perlu dilakukan back-up data secara teratur. Tidak lupa untuk melakukan simulasi agar saat ancaman benar-benar terjadi, organisasi sudah siap untuk menghadapinya. Selain itu, orang-orang yang mempunyai peranan kunci juga harus mengetahui apa yang harus mereka lakukan saat bencana alam itu terjadi.

sekian review dari saya. selamat membaca, semoga bermanfaat, GBU.

 


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2021 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php