Timothy Ryan's Blog

E-Commerce

Posted: November 3rd 2012

E-commerce sudah tidak asing terdengar di telinga kita. Bahkan, E-commerce menjadi gaya baru dalam bertransaksi dan berbisnis. Nah, kali ini saya akan membahas mengenai E-commerce.

E-commerce merupakan proses jual-beli atau pertukaran produk, serta informasi berbasis internet. E-commerce sering dimanfaatkan masyarakat untuk melakukan berbagai transaksi via internet, misalnya, home banking, mencari lowongan pekerjaan, jual-beli produk, dan masih banyak yang lain.

E-commerce memiliki 3 macam pengelompokan, ada traditional commerce, pure E-commerce, dan partial E-commerce. Sesuai dengan namanya, traditional commerce merupakan bentuk transaksi yang dilakukan tanpa menggunakan fasilitas internet sama sekali. Segala bentuk transaksi dilakukan secara fisik, sehingga untuk bertransaksi harus mempertemukan langsung antara penjual dengan pembeli.  Pure E-Comerce yaitu bentuk transaksi yang sepenuhnya dilakukan melalui internet (virtual). Jadi, transaksi hanya dapat dilakukan secara online. Contohnya, tokobagus.com, amazon.com . Partial E-commerce melakukan kegiatan transaksi melalui internet dan bentuk fisik. Kegiatan transaksi utamanya di lakukan dalam bentuk fisik (kantor misalnya) dan kegiatan lainnya melalui internet (misalnya, advertising, jual-beli online).

E-Commerce merupakan bagian dari E-business. Apabila E-commerce hanya sebatas transaksi jual-beli barang atau jasa, E-business mencakup keseluruhan transaksi yang dilakukan melalui internet.

Untuk melakukan suatu E-commerce, perlu adanya fasilitas-fasilitas yang mendukung agar nantinya E-commerce dapat dilakukan dengan lancar. Hal utama yang diperlukan adalah infrastruktur yang meliputi hardware, software, dan jaringan (networks) untuk bertransaksi, berkomunikasi, dan berkoordinasi. Selain itu, diperlukan juga suatu mekanisme pembayaran secara elektronik (Electronic  Mechanism Payment). Electronic  Mechanism Payment memiliki berbagai macam mekanisme:

1. Electronic checks

Untuk melakukan mekanisme ini, pembeli diharuskan memiliki sebuah akun di bank. Setelah itu, pembeli mengirim e-mail yang telah dienkripsi dan telah dibubuhi tanda tangan digital. Lalu akun pembeli akan didebit dan akun penjual akan dikreditkan.

2. Electronic credit cards
Dapat dilakukan secara Unencrypted payments (pembeli memberi nomor seri kartu kreditnya kepada penjual) atau pun Encrypted payments ( detil kartu kredit dienkripsi untuk kemanan).

3. Electronic cash in PC

Bank menyediakan software transaksi kepada pelanggan. Kemudian pelanggan menggunakan software tersebut dan “uang elektronik” untuk bertransaksi. disamping ketiga mekanisme tersebut masih ada mekanisme yang lain, yaitu e-cash, smart cards, person-to-person payment systems, Electronic Funds Transfer (EFT), electronic wallets, dan purchasing cards.

Hal terkahir yang diperlukan dalam membangun sebuah E-commerce adalah keamanan (Security). Ada berbagai macam bentuk keamanan dalam E-commerce, yaitu Encryption(enkripsi-proses membuat pesan menjadi sulit untuk dibaca, kecuali orang yang berkepentingan yang memiliki kode pemecah sandi enkripsinya), Electronic Certificates, Secure Socket Layer (SSL), dan Secure Electronic Transaction Protocol (SET).

contoh penggunaan E-Commerce adalah pemesanan tiket pesawat. Pemesana tiket pesawat dapat dilakukan jauh sebelum tanggal keberangkatan. Pemesan tiket mebayar sejumlah uang (cara tergantung dari mekanisme marskapai penerbangan masing-masing) dan akan mendapat bukti pemesanan yang akan ditukar dengan tiket asli di hari H nya atau hari-hari sebelumnya.

Sekian pembahasan E-commerce dari saya. Semoga bermanfaat.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2021 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php