MonicaTri Kumala Dewi

SURILI JAWA, Mereka Semakin Terancam !

Posted: December 5th 2015

Anak cucu kita di masa mendatang sepertinya hanya akan bisa mendengar jenis monyet Surili Jawa (Presbytis comata) dari cerita-cerita belaka. Pasalnya jenis monyet berukuran kecil dengan bulu warna putih di bagian dadanya tersebut kini terancam kepunahan.
Surili Jawa adalah primata yang hanya dapat ditemui di Indonesia. Habitat Surili Jawa di Indonesia pun hanya terbatas di hutan-hutan yang ada di Jawa Barat. Surili Jawa hanya dapat dilihat di dalam kawasan konservasi, seperti Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (Kawasan Hutan Bodogol), Taman Nasional Halimun (Pusat penelitian Cikaniki dan Malasari-Bogor; Ciptarasa-dekat Pelabuhan Ratu), Taman Nasional Ujung Kulon, Hutan Lindung Situ Patenggang, Cagar Alam Kawah Kambojang, Ranca Danau dan Gunung Salak.

SURI

Gambar 1. Surili Jawa Dewasa

Klasifikasi Surili Jawa adalah sebagai berikut :

Kingdom         : Animalia

Phylum            : Chordata

Subphylum      : Vertebrata

Kelas               : Mammalia

Ordo                : Primates

Subordo          : Anthropoidea

Superfamily     : Cercopithecoidae

Family             : Cercopithecidae

Subfamily        : Colobinae

Genus              : Presbytis

Spesies            : Presbytis anygula

Surili Jawa merupakan salah satu jenis primata yang umum diperjualbelikan secara ilegal, padahal jenis primata tersebut merupakan satwa langka yang dilindungi oleh UU No. 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam, Hayati dan Ekosistem. Dalam ketentuan pasal 21 UU No. 5 tersebut ditegaskan bahwa setiap orang dilarang untuk menangkap, membunuh, memiliki, memelihara dan memperniagakan satwa dilindungi dalam keadaan hidup, mati atau bagian-bagian tubuhnya. Terhadap pelanggaran pasal 21 tersebut bisa dikenai ancaman hukuman penjara maksimum lima tahun penjara dan denda sebesar-besarnya Rp 100 juta. Walau telah ada ancaman sanksi, kenyataannya penjualan primata maupun jenis satwa dilindungi lainnya di Indonesia masih tinggi tetapi penegakan hukum terhadap perdagangan ilegal satwa yang dilindungi masih belum optimal.

Populasi Surili Jawa semakin menurun seiring dengan berkurangnya luas hutan dan kerusakan hutan yang terjadi di pulau Jawa. Pada tahun 1986 diperkirakan terdapat 8.040 ekor Surili namun pada tahun 1999 jumlahnya tersisa 2.500 ekor saja, karena populasinya yang semakin menurun ini, IUCN Redlist memasukkan Surili Jawa dalam status konservasi Endangered (terancam punah) sejak tahun 1988 hingga sekarang. Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora (CITES) juga memasukkannya dalam daftar Apendiks II.

surili-300x103

Gambar 2. Surili Jawa Masuk dalam Kategori Endangered

Perburuan satwa liar di masyarakat sulit dicegah, terlebih lagi faktor ekonomi yang mendorong warga tertarik untuk melakukan perburuan satwa liar karena harga jualnya yang menggiurkan. Apalagi kalau hewan semakin langka semakin mahal juga harga jualnya, sehingga masyarakat semakin tertarik untuk menangkapnya. Selain perburuan liar, perambahan hutan, alih fungsi kawasan hutan dengan maraknya pembangunan akibat bertambahnya populasi manusia juga turut mengancam keberadaan primata eksotik ini.

images1

Gambar 3. Seekor Surili Jawa  Diamankan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Barat dari Penjualan Ilegal

Sebagai generasi muda seharusnya kita juga turut berpartisipasi dalam upaya pelestarian satwa maupun flora yang terancam punah ini. Namun sebagai mahasiswa yang masih menuntut ilmu di bangku perkuliahan,  masih banyak pula tugas-tugas perkuliahan yang harus dikerjakan sehingga tidak serta merta menuntut kita untuk terjun langsung ke kawasan konservasi tersebut. Aksi personal yang dapat saya lakukan untuk membantu pelestarian Surili Jawa antara lain :

  1. Membuat Festival Film Biokonservasi (FFB), dimana festival ini mengandung pesan-pesan konservasi dan peduli lingkungan. Kalau biasanya aksi konservasi yang dilakukan berupa seminar maka tentunya akan membosankan dan peminatnya pun sedikit. Namun dalam Festival Film Biokonservasi ini tentunya akan menarik karena peserta yang hadir tidak terus-terusan mendengarkan ceramah, melainkan menonton film yang mengandung pesan konservasi dan peduli lingkungan. Pesan-pesan yang diangkat merupakan pesan-pesan dengan isu terkini seperti degradasi habitat, perburuan satwa liar, serta konflik kepentingan antara konservasi dan pembangunan. Supaya festival ini lebih menarik lagi  maka akan diadakan pula berbagai lomba, seperti pembuatan film bertemakan konservasi, pembuatan paper peduli lingkungan, dan best photo shoot bertemakan aksi peduli lingkungan. Target dari program ini adalah berbagai kalangan mulai dari siswa, mahasiswa, guru, dosen, dan umum.
  2. Membentuk kelompok usaha rumahan yang terdiri dari ibu-ibu atau para pengangguran untuk menciptakan sebuah boneka dengan warna-warna yang menarik. Tujuannya agar anak-anak mengenal Surili Jawa dan tentunya dengan adanya boneka ini maka anak-anak pun akan sayang terhadap Surili Jawa. Selain itu agar masyarakat dapat mengenal bahwa Surili Jawa merupakan hewan endemik Indonesia yang perlu dilestarikan. Keuntungan yang dihasilkan nantinya akan dibagikan kepada ibu-ibu atau para pengangguran tersebut dan sebagian lagi akan disumbangkan ke lembaga yang mengurusi konservasi Surili Jawa.

 

Referensi :

http://iucnredlist.org/

Setiawan, A. 2010. Surili Jawa : Survei Populasi dan Distribusi di Gunung Slamet, Jawa Tengah, Indonesia. Jurnal Primatologi Indonesia 7(2) : 51-54.

Supriana, J. 2000.  Panduan Lapangan Primata Indonesia. Yayasan Obor Indonesia, Jakarta.


5 responses to “SURILI JAWA, Mereka Semakin Terancam !”

  1. aang says:

    Terima kasih banyak atas informasinya, ini sangat,berguna 😉

  2. Veronica Eni says:

    Informasinya sangat menginspirasi sekali….

  3. Frandika M says:

    Dari tubuhnya yang kecil dan jinak, primata ini menjadi salah satu hewan peliharaan yang banyak di sukai. Apalagi hewan tersebut sudah langka dan menjadikan seseorang merasa memiliki rasa kebanggan tersendiri karena bisa memeliharanya. Maka dari itu pemerintah seharusnya tidak hanya melakukan operasi pasar saja melainkan dari rumah-rumah para pencinta primata dan komunitasnya. Selamatkan Surili Jawa.

  4. Renita Nurhayati says:

    Wah sayang sekali, hewan yang dilindungi oleh pemerintahan malah d perdagangkan. Sebagai generasi muda dan penerus bangsa memang perlu adanya aksi konkrit dari kita untuk melakukan upaya konservasi. Sebagai mahasiswa kita memang harus menjadi teladan kepada orang2 bagaimana menjaga hewan yg terancam punah dan menerapkan ilmu yg sudah di dapag di bangku kuliah untuk melakukan konservasi tsb.

  5. Naomi R says:

    PRP yang akan dilakukan ini merupakan ide yg sgt baik untuk melestarikan fauna jenis ini, smoga dgn diadakannya hal ini dpt mengurangi tingkat kepunahan spesies jenis tersebut 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2021 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php