Moncha's World – The Beauty of Nature

Selamatkan si Genit Owa Jawa. I care, do you? :)

Posted: December 3rd 2015

Hellooooooooooooooooooooooooooo…

Another information to share… πŸ™‚ πŸ™‚ πŸ™‚

hello-again

icare-logo

Setelah mengenal lebih dalam mengenai Owa Jawa (Hylobates moloch) pada cerita sebelumnya…

Mari bersama-sama kita refleksikan πŸ™‚

1046345780x390

Sangat memprihatinkan bahwa hewan lucu nan imut khas Jawa Barat tersebut ini menurut IUCN Redlist ( http://www.iucnredlist.org/search ) termasuk ke dalam hewan yang mulai langka dan ada dalam status konservasi ENDANGERED atau terancam punah πŸ™

Capture

Capture2

oj

Sebagai pengetahuan mari kita kenali klasifikasi ilmiah dari Owa Jawa (Hylobates moloch):

Kerajaan: Animal;

Filum: Chordata;

Subfilum: Vertebrata;

Kelas: Mamalia;

Ordo: Primata;

Kelas: Hylobatidae;

Genus: Hylobates;

Spesies: Hylobates moloch (Audebert, 1798);

Sinonim; Hylobates cinera Cuvier (1798); Hylobates javanicus (Matchie, 1893); Hylobates leucisca (Schreber, 1799); dan Hylobates pongoalsoni (Sody, 1949).

2

Apakah sudah dilakukan konservasi terhadap Owa Jawa ini???

3

oj1 oj2

Di atas ini merupakan gambar Bombom dan Yudi saat masih di Javan Gibbon Center, Jawa Barat. Owa jawa adalah salah satu spesies primata yang terancam punah di wilayah Jawa. Tempat tinggal yang semakin menyempit merupakan salah satu penyebabnya. (Dwi Oblo/National Geographic Indonesia)

Berkurangnya hutan tropis di Jawa, menyebabkan keberadaan owa jawa semakin terancam. Owa Jawa masih menjadi target perburuan untuk dijadikan satwa peliharaan. Mengembalikan owa jawa ke hutan dalam keadaan sehat dan bebas penyakit menjadi salah satu upaya untuk memastikan keberlanjutan spesies ini.Β  Ditjen PHKA, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dengan dukungan para pihak terus melakukan berbagai upaya demi suksesnya upaya pelestarian owa jawa ke depan. Berbagai kegiatan ilegal seperti perburuan harus segera dihentikan dan satwa-satwa yang telanjur dipelihara oleh masyarakat harus dapat dilepasliarkan kembali melalui proses rehabilitasi. Kepada masyarakat yang memiliki, memelihara atau memperdagangkan satwa primataΒ  tersebut dapat menyerahkan secara sukarela kepada pemerintah melalui Balai KSDA setempat atau langsung kepada pusat rehabilitasi. Memiliki, memelihara maupun memperdagangkan satwa dilindungi tanpa ijin yang berwenang merupakan perbuatan melanggar hukum UU No. 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumberdaya Alam Hayati dan Ekosistemnya.

Ada berita unikkkk nihhhhhhh…

Seiring dengan prosesi pelepasliaran owa jawa di acara perayaan Ulang Tahun Emas KTT-Asia Afrika di Bandung pada tanggal 24 April 2015, Β Presiden Joko Widodo dengan didampingi Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya berkesempatan memberikan nama ASRI pada bayi owa jawa berkelamin betina yang lahir pada tanggal 9 Februari 2015 di Javan Gibbon Center, Taman Nasional Gunung Gede Pangrango.

oj3 oj4

ASRI yang merupakan singkatan dari Asia-Afrika, lahir dalam keadaan sehat dari pasangan owa jawa yang bernama Mel (jantan) dan Pooh (betina). Kelahiran owa jawa di Javan Gibbon Center ini merupakan kelahiran yang ke empat selama kurun waktu 2010-2015. Keberhasilan pasangan-pasangan owa jawa untuk mendapatkan keturunan dapat membuka peluang keberhasilan pelepasliaran owa jawa ke habitat alami dalam satu unit keluarga.

APA SAJA UPAYA KONSERVASI YANG TELAH DILAKUKAN TERHADAP PENYELAMATAN Owa Jawa (Hylobates moloch) ?????? Hmmmmmm…

Program konservasi Owa jawa melibatkan multi pihak, baik secara langsung maupun tidak langsung. Para pejuang konservasinya adalah mereka yang senantiasa berada di lapangan untuk memantau keberadaan Owa-owa jawa terehabilitasi yang sedang dalam proses atau telah dilepasliarkan kembali ke alam.Β  Adalah Gibbon Monitoring Unit (GMU) dan Gibbon Protection Unit (GPU) yang dibentuk sebagaiΒ  suatu elemen penting dalam mengawal kesuksesan program reintroduksi (lepasliar) pasangan atau keluarga Owa jawa terehabilitasi di Gn. Puntang; kawasan hutan lindung Gn. Malabar, Bandung.

Gibbon Monitoring Unit dibentuk sejak pertengahan tahun 2013, ketika pasangan Sadewa dan Kiki menjadi pasangan Owa jawa pertama yang menjalani masa habituasi di Gn. Puntang. Seluruh anggota tim tak hentinya memasang mata mereka untuk terus mengamati keadaan serta perilaku harian Owa jawa yang dituangkan dalam kumpulan catatan harian. Bukan dalam hitungan 1 atau 2 hari saja, namun telah menjadi kegiatan keseharian anggota tim GMU mulai saat owa menjalani masa habituasi hingga setelah owa tersebut dilepasliarkan. Pergerakan owa hari demi hari terus diikuti, mulai terbit matahari saat Owa jawa mulai beraktivitas hingga sore hari saat mereka berdiam untuk istirahat di pohon tidur.

Gibbon Protection Unit dibentuk pada 27 Maret 2014, bertepatan dengan pelepasliaran ke-2 yaitu Jowo, Bombom, dan kedua anaknya Yani dan Yudi.Β  Sebagai tim penyokong GMU, GPU bertugas untuk menjaga kawasan sekitar pelepasliaran dari aktivitas manusia yang menyebabkan kerusakan ekosistem. Selain itu, GPU juga berperan aktif melalui edukasi kepada masyarakat yang tinggal di sekitar hutan, tim GPU juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama memperbaiki kerusakan-kerusakan hutan, mencegah perburuan satwa liar dan perambahan, serta memberi solusi cara terbaik bercocok tanam tanpa merusak hutan.

Berikut ada beberapa foto upaya pelaksanaan penjagaan Hylobates moloch πŸ™‚

oj5 oj6

Anggota GPU melakukan pengamatan secara berkala dan memasang camera trap dan melakukan patroli sekaligus opsih atau operasi bersih, juga pembinaan masyarakat setempat dalam restorasi hutan sekaligus pengembangan ekonomi masyarakat dengan cara yang bijaksana πŸ˜‰

Kabar baik lainnya…?????

Ternyata sudah dilakukan kegiatan penyelamatan dan rehabilitasi dilaksanakan di Javan Gibbon Center, Kawasan Bodogol, Taman Nasional Gunung Gede Pangrango

57029_highres

57029_highres

Dengan kondisi tingkat kepunahan yang tinggi, PT Pertamina (Persero) melalui anak perusahaannya PT. Pertamina EF Field Subang terinspirasi untuk menjalin kerjasama dengan Yayasan Owa Jawa (YOJ) dalam menjalankan program konservasi satwa endemik owa jawa. Kegiatan penyelamatan dan rehabilitasi dilaksanakan di Javan Gibbon Center, kawasan Bodogol, Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, Jawa Barat.

Perjanjian ini merupakan perjanjian yang ketiga untuk periode 1 Juli 2015 sampai 30 Juni 2016 dan telah dilakukan penandatanganan kerjasama pada 4 Agustus 2015 di Hotel Lido Lake Resort, Jawa Barat. Sebelumnya perjanjian kerjasama tahap pertama telah dimulai pada 1 September 2013 untuk periode 6 bulan dan dilanjutkan dengan tahap kedua yang dimulai pada 1 April 2014 dengan jangka waktu satu tahun. Selama kerjasama berlangsung telah dilakukan rehabilitasi sebanyak 28 individu owa jawa dan pelepasliaran 6 individu ke habitat aslinya

6

Perjanjian kerjasama ini meliputi program penyelamatan dan rehabilitasi owa jawa, pelepasliaran, reintroduksi, monitoring owa jawa, dan program edukasi masyarakat sekitar. Bentuk upaya konservasi yang dilakukan rehabilitasi Owa Jawa di Javan Gibbon Center (JGC), restorasi ekosistem habitat Owa Jawa, pendidikan dan penyadaran konservasi, serta pemberdayaan masyarakat sekitar hutan. Apresiasi terhadap PertaminaΒ  diberikan, dimana Pertamina yang telah melakukan kerjasama sejak tahun 2013. Hingga saat ini, Yayasan Owa Jawa mencatat ada 400-500 individu owa jawa yang hidup di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango. Edukasi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya melestarikan primata endemik ini juga akan menjadi perhatian di waktu mendatang.

Nahhhhhhhhh, sekarang apa sih personal plant yang bisa saya lakukan untuk menjaga kelestarian dari Owa Jawa (Hylobates moloch) ini adalah:

  • Memberikan informasi-informasi penting perkenalan mengenai Owa Jawa itu sendiri dari hal kecil yang tentunya menarik perhatian masyarakat
  • Tidak merusak habitat tempat tinggal Owa Jawa terutama hutan hujan tropis dengan perbuatan sederhana yang tidak bertanggung jawab (membuang sampah sembarangan, membuang puntung rokok hingga kebakaran hutan, penebangan pohon secara liar)
  • Menjaga kelestarian hutan agar tercipta keseimbangan ekosistem (tentunya makhluk hidup satu dengan lainnya sangat bergantung)
  • Tidak melakukan perburuan liar terhadap Owa Jawa ataupun yang lainnya (tolong hentikan… pakai hati…)
  • Membuat poster menarik dimana berisi informasi mengenai Owa Jawa dan keunikan serta manfaat apabila melestarikan Owa Jawa yang tentunya juga akan mengharumkan dan mempertahankan ciri khas Indonesia yang kaya akan sumber daya alam yang melimpah, tentu disebarkan lewat sosial media πŸ˜‰
  • Meningkatkan kepedulian dan kesadaran akan diri sendiri terlebih dahulu yang disusul dengan menggugah kepedulian dan kesadaran masyarakat sekitar πŸ˜€
  • Sebagai orang muda keren, saya juga akan memaksimalkan lagi sosial media yang saya miliki (instagram, path, facebook, twitter, blog) untuk memberikan informasi kepada teman-teman, keluarga, syukur-syukur dapat dikembangkan secara luas melalui dunia internet sehingga cakupan informasi dapat menyebar secara luas…
  • Dan yang paling penting dari semua yang telah direncanakan harus ada AKSI yang dilakukan serta mendukung juga aksi-aksi yang sudah berjalan dan dilakukan oleh pihak-pihak bertanggung jawab dalam menjaga kelestarian dari Owa Jawa ini sendiri

poster

Jangan biarkan aku peduli sendiri, pedulilah bersamaku πŸ™‚ ecieeeeeeee….

by: Monica Ratnasari / 130801368 / Biologi Konservasi C

DAFTAR PUSTAKA

Alamanda, P. S. 2009. Pola Penggunaan Ruang Owa Jawa (Hylobates moloch, Autodebert 1798) Berdasarkan Perilaku Bersuara Di Taman Nasional Gunung Halimun – Salak Provinsi Jawa Barat. Fakultas Kehutanan, Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Grzimek B. 1972. Animal Life Encyclopedia. Van Nanstrand Reinhold Company, New York.

http://iucnredlist.org/

Katheryna, B. 2009. Pemetaan Kesesuaian Habitat Owa Jawa (Hylobates moloch, Autodebert 1798) di Cagar Alam Gunung Tilu Kabupaten Bandung Dengan Aplikasi Sistem Informasi Geografis [Skripsi]. Fakultas Kehutanan, Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Supriatna J, Wahyono EH. 2000. Panduan Lapang Primata Indonesia. Yayasan Obor Indonesia, Jakarta.


32 responses to “Selamatkan si Genit Owa Jawa. I care, do you? :)”

  1. Stephanie Halimawan says:

    Action plan yanng dilakukan cukup sangat membantu pelestarian bagi Owa Jawa…. berbagi informasi mengenai adanya Owa Jawa saya rasa sangat bermanfaat kedepannya bagi orang-orang yang tidak tahu menahu apa itu Owa Jawa dan keberadaannya… terkhusus bagi anak-anak yang masih sekolah… πŸ˜€ Pelestarian yang anda lakukan sudah cukup menarik semoga kedepannya terlaksana dan dapat membantu pelestarian Owa Jawa πŸ˜€

  2. Yani Evami says:

    Informasi yang disajikan sudah menarik. Semoga rencana yang Anda buat dapat terealisasi di kemudian hari. Semangat!

  3. Natalia Cinthya Deby says:

    Yess,, sosmed for conservation..
    Berharap gak cuma berhenti sebagai wacana baru aja, tapi jadi action plan bersama buat eksistensi makhluk imut ini..

  4. waw, ternyata kita sebagai mahasiswa bisa memanfaatkan sosmed untuk melakukan tindakan konservasi. Hal ini tentunya ini suatu tindakan yang cukup baik dalam mendukung kegiatan konservasi. Kekuatan sosmed dalam menyebarkan berita memang dapat dijadikan senjata untuk menggalakan berbagai tindakan konservasi, salah satunya konservasi owa jawa. Good Job!

  5. alfonsacindy1355 says:

    Semoga semakin banyak orang yang tergerak untuk mengkonservasi owa jawa, jangan sampai generasi penerus kita hanya bisa mendengar ceritanya namun tidak pernah mengetahui keberadaannya.

  6. dwiky130801380 says:

    Setelah saya membacanya semoga apa yang sudah dilakukan dengan begitu sungguh-sungguh membuahkan hasil

  7. Armae Dianrevy says:

    Saya setuju dengan Anda, bahwa semakin sedikit hutan tropis akibat pembangunan yang terus berlangsung. Sejalan dengan aksi personal anda, saya tertarik dengan membuat poster untuk Owa Jawa, dengan adanya hal tersbeut diharapkan ada kesdaran dari kita semua untuk menjaga kelestarian tidak hanya lingkungan tetapi hewan endemik juga. Semoga ada perhatian lebih dari kita semua dan pemerintah tentunya dalam menanggapi status Owa Jawa (Endangered) tersebut πŸ˜€

  8. Fenny Liliani says:

    Semoga masyarakat semakin sadar akan pentingnya konservasi satwa-satwa dan semakin banyak gerakan untuk konservasi yang terancam punah, terutama owa jawa…

  9. Dimas Sigit Pambudi says:

    Saya sangat prihatin dengan sikap pemerimlntah yang hanya mementingkan pertumbuhan ekonomi tanpa mengindahkan lingkungan Dan alam. Semoga gerakan akar rumput, masyarakat dan LSM dalam upayanya melindunhi owa jawa dapat menjadi barikade dan cambuk bagi pemerintah untuk sadar Dan mulai andil bagian melindungi satwa imut INI. Thanks infonya monnch..

  10. Devina says:

    Senang sekali mengetahui bahwa Javan Gibbon Center berhasil dalam usaha konservasi Owa Jawa ini, yaitu dapat mengembangbiakan satwa yang terancam punah ini kembali. Semoga rencana aksi ini dapat terealisasikan dan dapat melindungi Owa Jawa dari ancaman kepunahan ;D

  11. Dimas Sigit says:

    Semoga pemerintah semakin giat dan sadar akan pentingnya aksi konservasi satwa – satwa langka yang sangat berharga ini. Salut dengan gerakan akar rumput dan LSM yang sudah sangat membantu baik dari skala kecil maupun besar ,,:D

  12. Felixia Amanda Kusuma Kristi says:

    senang sekali sudah ada upaya secara personal untuk konservasi ini. Semoga semakin banyak orang-orang ke depannya yang tergerak ya hatinya dan ikut serta melestarikan lingkungan

  13. Yohanes Rizky Gumilir says:

    Konservasi untuk hewan-hewan langka seperti Owa Jawa memang harus digiatkan. Hal ini untuk menjaga ekosistem dan melestarikan lingkungan hidup.
    I Care Do You!

  14. yosephsurya says:

    Idem bangett sama postinganmu,, semoga kepedulian kita dalam hal ini owa jawa, tidak hanya sebagai tulisan melainkan aksi nyata

  15. Anna Anindita says:

    Harus banget dijaga dan dilestarikan. Semoga kepedulianmu bisa ditularkan ke semua generasi muda untuk peduli dengan kekayaan aneka satwa maupun lainnya yang dimiliki oleh Indonesia!

  16. Cindy Natalia says:

    Terima kasih monica atas informasinya. Informasinya disajikan dengan menarik sekali. Saya rasa memang penting sekali mengajak terutama kaum muda melalui media sosial karena kaum muda seperti kita ini lebih sering aktif di media sosial. Semoga masyarakat terutama kaum muda semakin sadar dan peduli akan pentingnya melestarikan spesies seperti ini baik itu melakukan publikasi seperti ini ataupun dengan tidak merusak hutan.

  17. donnyfranklyn says:

    Hallo!
    Artikel yang kamu buat tentang hewan yang sudah rentan punah akibat habitat nya di rusak oleh manusia karena keegoisam dam keserakahan umat manusia yang sangat tinggi. Ya semoga apa yang sudah kamu buat planing nya dapat terealisasikan dengan sempurna. Ga mudah loh mengajak orang untuk mau berfokus di satu bidang. Keep Spirit!!!

  18. Natalia Rizki Prabaningtyas says:

    nice postingnya monchaa πŸ˜€ dengan membaca tulisan ini semoga Aksi nyata bagi temen-temen muda semakin banyak dan sangat informatif πŸ™‚ i care!

  19. fransiscus says:

    Aya rasa tindakan ini sangat bagus demi kelestarian hewan2 langkaendemik indonesia yang pada dasarnya adalah maskot kebanggaan indonesia. Tingkatkan terus, wujudkan dan lakukan

  20. Lady yohana nathalie sihombing says:

    Postingannya nambah ilmu sama info buat kita kaum muda, kaum muda semoga care sama owa owa jawanya

  21. Vivi Indriasti Freshily says:

    Informasi yang sangat menarik,, semoga apa yang telah direncanakan akan benar-benar direalisasikan di kemudian hari, dan mungkin saran saja,, action yang dilakukan agar jangan terlambat, jangan sampai si imut owa jawa telah mengalami kepunahan,,

  22. Yosepha Debrina says:

    Wah, informatif banget postingannya πŸ˜€
    Semoga aksiku, aksimu, dan aksi dari temen-temen yang lain dapat membantu kelangsungan hidup makhluk imut ini, Owa Jawa \m/

  23. Devina BR says:

    good idea, monic..
    tetep semangat ya !

    semoga apa yg diharapkan dapat terwujud, bersama kita lindungi owa jawa..
    saran untuk upaya konservasi : lebih didisiplinkan lagi dalam pengawasan “perlindungan owa jawa” jangan sampe ada cerita kita kecolongan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab..

    bisa jadi, share artikel ini sebanyak mgk agar banyak yg memahami sikon yang ada saat ini..untuk si genit owa jawa !!

  24. angga ciril says:

    Postingan yang sangat bagus semoga dengan. Postingan in bisa menyadarkan para generasi muda untuk peduli lingkungan dan peduli akan satwa yg ada di sekitar kita πŸ™‚

  25. Inka Kresentia says:

    Informasi yang disajikan menarik. Semoga rencana yang dibuat dapat terealisasi dikemudian hari. Semangat!

  26. destri says:

    Tulisan yang sangat menarik Moncha.. Lucu sekali melihat Owa-owa jawa tersebut.. sayang sekali kalau harus hilang atau punah karena ulah manusia. Semoga ASRI dapat tumbuh hingga besar dan melahirkan semakin banyak ASRI-ASRI yang lain sehingga keberadaan Owa Jawa dapat meningkat. Semangat moncha untuk menjalankan perseonal Action plannya:)

  27. Grace Nathania says:

    tulisan yang menarik. sudah sejak lama saya mendengar keadaan si Owa Jawa, dan setelah saya membaca tulisan anda ternyata keberadaannya semakin terancam dari waktu ke waktu. realisasikan action planmu yaa, semoga Owa Jawa terlindungi πŸ™‚

  28. muriamumu says:

    bangga punya temen yang peduli sama makhluk imut owa jawa πŸ™‚ ({}).
    semoga dengan artikel ini banyak juga yang tergugah untuk ikut serta menjaga keberadaan owa jawa. dan semoga action plan akan segera terlaksana dan berjalan sukses πŸ˜€

  29. garvin says:

    Wah semoga action plan km berjalan dan bisa meningkatkan populasi owa jawa yak πŸ˜€ smngt mon

  30. ayusuraduhita says:

    LANJUTKAN AKSI ANDA SEMOGA BERHASIL!

  31. lince says:

    Kera kecil yang menggemaskan, mari perbanyak edukasi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya melestarikan primata endemik ini. SEMANGAT MONCH !

  32. felisita1414 says:

    Tulisan yang sangat menarik dan banyak memberikan informasi.. semoga rencana untuk mengkonservasi owa jawa ini dapat segera terlaksana sehingga dapat menyelamatkan owa jawa dari ancaman kepunahan πŸ™‚

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2021 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php