Moncha's World – The Beauty of Nature

Owa Jawa si Genit yang Kabarnya Sudah Mulai tak Terdengar

Posted: September 3rd 2015

Owa Jawa si Genit yang Kabarnya Sudah Mulai tak Terdengar

2

Owa Jawa? Apakah kamu pernah mendengarnya?

Menurut IUCN Redlist ( http://www.iucnredlist.org/search ) Owa Jawa (Hylobates moloch) termasuk ke dalam hewan yang mulai langka dan ada dalam status konservasi ENDANGERED atau terancam punah ๐Ÿ™

Capture

Capture2

Tertarik kah kamu untuk mengetahui tentang si kera genit yang kabarnya sudah mulai tidak terdengar ini?

Sebelumnya mari kita kenali tetang Owa Jawa!

Klasifikasi Ilmiah:

Kerajaan: Animal;

Filum: Chordata;

Subfilum: Vertebrata;

Kelas: Mamalia;

Ordo: Primata;

Kelas: Hylobatidae;

Genus: Hylobates;

Spesies: Hylobates moloch (Audebert, 1798);

Sinonim; Hylobates cinera Cuvier (1798); Hylobates javanicus (Matchie, 1893); Hylobates leucisca (Schreber, 1799); dan Hylobates pongoalsoni (Sody, 1949).

Owa Jawa (Hylobates moloch) merupakan spesies kera kecil tanpa ekor yang memiliki rambut berwarna abu-abu dan memiliki suara nyanyian yang indah. Bulu Owa Jawa, tubuhnya yang kecil langsing dan paling seksi dibandingkan jenis kera lainnya, serta memiliki gerakan yang gesit membuat Owa Jawa terlihat genit.

4

Owa Jawa (Hylobates moloch) merupakan primata yang berukuran kecil dengan panjang tubuh hanya kisaran 80 cm. Tubuhnya lebih kecil, langsing, dan seksi dibandingkan dengan kera lainnya yang cenderung gendut. Pada bagian tubuh Owa Jawa ditutupi dengan bulu yang berwarna abu-abu keperakan sedangkan pada bagian muka berkulit hitam pekat. Owa jawa tidak mempunyai ekor. Lihat gambarnya!

9

Owa Jawa (Hylobates moloch) termasuk jenis kera pohon sejati atau terkenal dengan arboreal monkey karena hampir sepanjang hidupnya primata ini tidak pernah turun dari atas pohon dan hidup bergelantungan di pohon. Uniknya, meski dikenal sebagai raja pohon, Owa Jawa justru termasuk kera yang berjalan dengan tegak alias tidak menggunakan keempat tangan dan kakinya, melainkan mengandalkan kedua kakinya untuk berjalan.

 

Owa Jawa termasuk satwa yag beraktifitas pada siang hari. Mulai aktif pada pagi hari sekitar pukul 05.00 dan mencapai puncaknya antara pukul 08.30-12.00. Aktifitasnya akan mulai lagi sekitar pukul 14.30-17.30 sampai menemukan pohon yang dapat digunakan sebagai tidur. Salah satu kebiasaan khas Owa Jawa adalah mengeluarkan nyanyian (suara-suara khas) pada pagi hari ketika memulai aktifitasnya.

Makanan Owa Jawa meliputi buah-buahan, dedaunan, dan terkadang makan serangga sebagai tambahan protein. Owa jawa dalam mencari makan selalu berpindah-pindah secara berkelompok menjelajah dari satu pohon ke pohon lainnya dalam daerah teritorialnya. Primata langka dan terancam kepunahan ini dalam kehidupannya bersifat monogami, yaitu hanya mempunyai satu pasangan semasa hidup.

10

Owa Jawa merupakan satwa endemik pulau Jawa dan hanya mendiami pulau Jawa bagian barat dan tengah. Habitat yang disukai Owa Jawa adalah hutan dataran rendah dengan pohon-pohon yang rapat (lebat).

5

Berdasarkan data International Konservasi Indonesia (2009) populasi Owa Jawa yang genit ini diperkirakan tersisa sekitar 4.000 โ€“ 5.000 ekor saja. Owa Jawa ini terdistribusi terbatas di tiga taman nasional, yaitu TN Ujung Kulon, TN Gunung Gede Pangrango, dan TN Gunung Halimun. Selain itu, beberapa Owa Jawa dapat dijumpai di beberapa cagar alam seperti Cagar Alam Simpang, Papandayan, Talaga Warna, Tilu, Kendeng, dan Slamet.

Konservasi. Lantaran populasinya semakin menurun, IUCN Redlist memasukkan Owa Jawa dalam status konservasi โ€œEndangeredโ€ (EN; Terancam Punah). Selain itu, CITES juga memasukkan primata langka ini dalam daftar Apendiks I yang berarti tidak boleh diperjualbelikan.

8

Penyebab utama semakin langkanya Owa Jawa adalah berkurangnya habitat akibat kerusakan hutan (deforestasi) dan konversi lahan pertanian. Padahal Owa Jawa termasuk satwa yang sangat โ€˜mencintaiโ€™ teritorialnya dimana meskipun wilayahnya (teritorial) mulai habis primata yang nyaris punah ini tetap bergeming dan tidak mau berpindah. Hal ini berpotensi membuat Owa Jawa mati kelaparan.

11

Selain hilangnya hutan sebagai habitat Owa Jawa, perburuan liar juga memjadi penyebab semakin langkanya Owa Jawa. Seringkali perburuan dilakukan dengan cara menembak mati induk Owa Jawa untuk mengambil anaknya.

3

1

Salah satu langkah konservasi untuk menghindarkan Owa Jawa dari kepunahan adalah dengan melakukan pembentukan Pusat Rehabilitasi dan Penyelamatan Owa Jawa Bodogol yang dilakukan di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango. Di pusat rehabilitasi ini dipelihara sejumlah Owa Jawa kemudian dilakukan upaya perjodohan antar Owa Jawa sebelum dilepas di alam liar. Hal ini dilakukan dengan pertimbangan selain hewan monogami, Owa Jawa tidak akan dapat bertahan bila dilepas di hutan tanpa berpasangan karena terkait proses perkawinan dan perlindungan wilayah.

Sudah ada langkah konservasi yang dilakukan oleh Pusat Rehabilitasi dan Penyelamatan Owa Jawa Bodogol merupakan kabar gembira buat Owa Jawa dan kita semua. Namun langkah ini tentunya tidak cukup berarti menghindarkan Owa Jawa dari kepunahan tanpa penegakan hukum yang ketat termasuk sinergi kebijakan pemda yang sejalan dengan pemerintah pusat. Yang terakhir tentunya, kepedulian seluruh lapisan masyarakat untuk tidak menangkap dan memelihara Si Genit Owa Jawa yang nyaris saja punah ini.

6


18 responses to “Owa Jawa si Genit yang Kabarnya Sudah Mulai tak Terdengar”

  1. Angevia Merici says:

    Informasi yang menarik. semoga upaya yang sudah ada terus diperketat dengan regulasi yang konsisten pula ya. Semangat!

  2. Informasi yang menarik dan melengkapi informasi yang saya miliki. Owa Jawa memiliki genus yang sama dengan Owa Kalimantan (Hylobates albibarbis), hal ini menunjukkan kekayaan Indonesia. Ada yang menarik, yaitu secara morfologi antara Owa Jawa dan Owa Kalimantan memiliki bentuk tubuh yang mirip, namun jelas keduanya berbeda. Salah satu cara membedakan antara Owa Jawa dan Owa Kalimantan adalah warna bulu putih pada daerah sekitar wajah. Namun, owa memiliki kekhasnya dari suaranya sehingga banyak masyarakat yang memeliharanya secara ilegal, dan tentu hewan endemik ini sebaiknya bukan untuk dipelihara melainkan melestarikannya. Terimakasih atas informasinya, semoga ada jalan keluar yang terbaik dalam melestarikannya. Salut! ๐Ÿ™‚

  3. Stephanie Halimawan Tanjaya says:

    Ada baiknya Negara kita mempertegas lagi mengenai perburuan liar yang harus di hapuskan.. karena hal itu sangat merugikan spesies-spesies yang hampir punah termasuk owa jawa.. Adanya pemeliharaan lebih lanjut owa jawa di taman nasional sangat berarti menghidari kepunahan dari owa jawa sendiri.. tq infonya.. ๐Ÿ™‚

  4. Cindy Natalia says:

    terima kasih atas informasinya. Informasi yang diperlukan sangat berguna terutama bagi masyarakat umum karena memang benar perlu adanya sinergisme antara tindakan konservasi oleh masyarakat umum dan tindakan penegakan hukum oleh pemerintah untuk eksistensi spesies yang terancam punah seperti Owa Jawa ini.

  5. etti14 says:

    terimakasih informasinya monica, owa jawa memang sangat jarang terdengar sekarang, karena kurangnya perhatian dalam pelestarian hewan ini. semoga upaya konservari untuk hewan ini lebih digalakkan lagi kedepannya

  6. aldwint says:

    Tulisan yang menarik moncha, semoga dengan tulisan ini teman-teman sekalian lebih lagi memerhatikan kondisi alam di negara kita.Jangan berburu satwa sembarangan, dan jangan mendukung deforstasi, agar Owa jawa dapat kita lestarikan

  7. Monica Tri Kumala Dewi says:

    Sangat bagus informasinya.. pemerintah sebaiknya lebih mempertegas adanya tindakan perburuan liar dan diberikan sanksi yang berat sehingga jera, dan juga memperhatikan habitat asli owa jawa, sehingga owa jawa masih tetap terjaga keberadaannya.

  8. Devina says:

    Sangat disayangkan bahwa satwa unik satu ini banyak diburu dengan cara menembak mati induknya.
    Semoga konservasi Owa Jawa semakin berkembang dan dapat mencegah semakin menipisnya jumlah Owa Jawa yang masih ada

  9. dwiky130801380 says:

    Semoga saja, setelah angkah konservasi yang dilakukan oleh Pusat Rehabilitasi dan Penyelamatan Owa Jawa Bodogol, ada upaya lain yang muncul, sehingga Owa Jawa dapat terselamatkan lebih cepat

  10. dwiky130801380 says:

    Semoga saja, setelah langkah konservasi yang dilakukan oleh Pusat Rehabilitasi dan Penyelamatan Owa Jawa Bodogol, ada upaya lain yang muncul, sehingga Owa Jawa dapat terselamatkan lebih cepat

  11. laurensianachandrika10 says:

    informasi yang menarik dan berwawasan….mungkin untuk saran, perlu diperbanyak kawasan rehabilitasi untuk tetap mempertahankan populasi kera yang paling setia ini…save owa jawa ๐Ÿ™‚

  12. yosephsurya says:

    Artikel yang sangat bagus,, ada beberapa gambar yang memperlihatkan tingkah lakunya, jujur saja saya baru mengetahui wujud owa jawa di artikel ini ternyata wujudnya unik, sangat disayangkan sekali jika populasinya semakin menurun hingga mendekati punah,, perlu ditanamkan kesadaran untuk melestarikan alam sejak dini .. agar kekayaan fauna Indonesia tetap terjaga

  13. Kenapa bisa dibilang genit?

  14. Grace Nathania says:

    tulisan yang menarik. sejujurnya saya hanya sebatas tahu ada spesies owa jawa, namun tidak tahu statusnya bagaimana, dan seperti apa hidupnya. namun sangat disayangkan bahwa hewan ini diburu dan terancam punah. kalau boleh tahu, untuk apa ya perburuan owa jawa ini? apakah dipelihara atau di perdagangkan organ tubuhnya seperti badak jawa?

    • admin says:

      perburuan Owa Jawa ini dilakukan terkadang semata-mata hanya untuk kesenangan pribadi atau hobby, bukankah mengenaskan? ๐Ÿ™

  15. julioalexander says:

    makasih infonya,hehe

  16. Informatif! Semoga setelah membac tulisan ini menjadi sadar dengan cara ikut melestarikan dengan cara yang paling sederhana yakni tidak memburu atau memperjualbelikan

  17. Agus Seswanto Mu'i says:

    Nice gaes… cukup menarik informasinya. Semoga bermanfaaf bagi pengguna informasinya. . N

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2021 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php