ActionPlan1964

Save Merak Hijau (Pavo muticus)

Posted: December 8th 2020
Merak hijau (Pavo muticus) ( Sumber: Google.com)

Klasifikasi ilmiah

Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Aves
Ordo: Galliformes
Famili: Phasianidae
Genus: Pavo
Spesies: Pavo muticus

           Burung merak merupakan salah satu burung didunia yang memiliki bulu-bulu cantik sehingga yang melihatnya akan terpesona. Salah satu spesies merak yang ada di Indonesia adalah burung merak hijau, merak hijau (Pavo muticus) atau green peafowl merupakan burung yang mempunyai bulu indah. Populasi merak hijau tersebar di Indocina, Indonesia dan Republik Rakyat Tiongkok. Merak hijau merupakan hewan endemik pulau Jawa khususnya Jawa Timur. Habitat merak hijau mulai dari dataran rendah hingga tempat-tempat yang tinggi, untuk saat ini merak hijau dapat ditemukan di Taman Nasional Ujung Kulon Banten, Taman Nasional Alas Purwo, Taman Nasional Meru Betiri Jawa Timur dan Taman nasional Baluran

Merak hijau mempunyai ukuran tubuh cukup besar sekitar 120- 210 cm, berat badan jantan 3,8- 5kg sedangkan berat badan betina 1-1,2 kg, maksimum produksi telur merak hijau adalah 3- 6 butir. Merak jantan terdapat mantel, leher, dada dan punggung berwarna hijau keemasan bermotif sisik. adapun penutup ekornya sangat panjang dan ketika dibuka akan membentuk kipas raksasa yang memiliki bulu mengkilap dengan bintik berbentuk mata yang khas, di atas kepalanya terdapat jambul tegak. Sedangkan pada merak betina ciri-cirinya kurang mencolok, seperti warnanya yang kurang mengilap berwarna hijau keabu-abuan dan tanpa dihiasi bulu penutup ekor, mukanya memiliki aksen warna hitam di sekitar mata dan warna kuning cerah di sekitar kupingnya. Merak jantan akan memperagakan ekornya untuk menarik perhatian merak betina saat musim berbiak (agustus-oktober). Makanan merak berupa biji, dedaunan, reptil kecil, belalang dan rayap.

Merak hijau atau Pavo muticus telah masuk dalam klasifikasi Critically Endangered dalam IUCN. Populasi merak hijau menurun sekitar 48% dan jumlahnya saat ini tidak lebih dari 800 ekor. Menurut ICBP (The International Council for Bird Preservation), merak hijau sebagai jenis burung yang tergolong terancam secara keseluruhan (globally threatened), baik populasi maupun habitatnya, sedangkan oleh Konvensi Perdagangan Internasional Spesies Langka Satwa dan Tumbuhan Liar (CITES) merak hijau dicantumkan ke dalam daftar Apendiks II, artinya, merak hijau dari alam nggak bisa langsung diperdagangkan.

Penyebab penurunan populasi merak adalah penangkapan oleh masyarakat, rusaknya habitat dan konversi lahan. Keindahan bulu burung merak mempunyai potensi khusus dalam bidang ekonomi sehingga banyak penangkapan yang dilakukan oleh masyarakat dan bulu merak hijau biasannya digunakan untuk hiasan reog ponorogo dimana hiasan di reog ponorogo ini membutuhkan bulu dalam jumlah yang banyak. Habitat yang rusak karena penebangan pohon dan konversi lahan yang digunakan untuk pemukimam warga, pertanian dan perladangan sehingga menyebabkan populasi merak hijau semakin menurun karena tempat tinggalnya hilang dan terganggu. Kebakaran hutan juga menjadi salah satu pemicu semakin langkanya burung merak hijau.

          Action plan yang akan saya lakukan sebagai seorang mahasiswa Biologi adalah memberikan penyuluhan bagi masyarakat sekitar mengenai pentingnya menjaga sumber daya alam, flora dan fauna. Memberikan informasi mengenai dampak yang ditimbulkan dari perburuan dan kerusakan habitat kepada masyarakat sekitar dan kepada generasi-generasi muda. Hal pertama yang dapat dilakukan adalah dengan membuat poster atau video lalu di share di media sosial. kedua melakukan kerjasama dengan pemerintah setempat, instasi -instasi yang ada untuk melakukan penyuluhan dan meminta pemerintah untuk memperketat peraturan mengenai perburuan dan pengerusakan hutan misalnya dengan memberikan denda bagi yang melanggar. ketiga yang ingin saya lakukan adalah memberikan edukasi kepada masyarakat untuk tidak menggunakan bulu asli burung merak untuk dijadikan hiasan reog ponorogo dan menyarankan masyarakat untuk menggunakan alternatif lain seperti menggunakan bulu merak hijau yang sintentik. Untuk memperlancar actionplan saya maka saya akan kerjasama dengan pemerintah setempat dan membentuk tim atau organisasi yang khusus melindungi dan memberi edukasi mengenai merak hijau.


9 responses to “Save Merak Hijau (Pavo muticus)”

  1. Lilia says:

    Wow blog yang bagus, semoga habitat merak hijau tetap terjaga

  2. NITA AZMILIA INDAYANTI says:

    Kerenn banget, ditunggu action plannya terlaksana🔥

  3. archangelakaona1941 says:

    Mantap👍Semoga action plannya terlaksana dan dpt meningkatkan populasi merak hijau ya.

  4. ristaedo1953 says:

    Sangat bagus blog yang anda buat, semoga dapat terlaksana action plannya. Semangatt.

  5. Elysia Ernestine says:

    Semoga perlindungan merak hijau tetap terus berjalan agar tidak mengalami kepunahan, bagus kontennya 😀

  6. Irma Kristiany Br Ginting says:

    wah terimakasih sudah menambah wawasan saya, mantap kak

  7. Regginamellia says:

    artikelnya sangat menarik dan informasinya juga bagus, ditunggu action plannya..semangat

  8. Veronika Nersy Pakalla says:

    Action plannya bagus. Semoga dapat terlaksana.

  9. Lusia Puji Nastiti says:

    Artikel ini sangat menarik dan edukatif

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2021 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php